
Tak terasa mereka sudah beberapa jam berada di cafe tersebut,hingga akhir nya mereka beranjak untuk pulang.
Berbeda dengan Danu,ia masih ingin berada di sana,bukan karna senang bisa berkumpul,namun karna ia masih belum puas melihat Aline.
Melihat kemesraan Adrian dan Aline,Danu merasa hati nya terbakar,bahkan tangan nya mengepal di bawah meja.
"lihat saja aku pasti bisa merebut mu dari Adrian."ucap nya dalam hati.
Bahkan mereka semua tidak ada yang menyadari perubahan raut wajah Danu,karna mereka sibuk bercanda.
Karna waktu sudah malam,akhirnya Danu meng iya kan ajakan mereka.
Mereka berpisah di halaman parkir cafe tersebut.
Sedangkan Adrian dan Aline mereka pulang bersama,dan itu membuat Danu merasa cemburu dan tidak terima.
Bahkan ia ber nekat akan melakukan apa pun untuk merebut pujaan hati nya,walau dengan cara ekstrim pun.
Seminggu kemudian,hari ini adalah kepergian Adrian ke luar negri untuk melanjutkan studi nya.
Bahkan Aline dan Danu mengantarkan Adrian ke bandara,mereka saling berpelukan,seperti sahabat sejati,namun di balik itu ada sesuatu yang akan merusak hubungan mereka.
Setelah melihat Adrian tak terlihat lagi,Aline dan Danu pergi meninggal kan bandara.
Di perjalanan hanya ada keheningan,mereka tak saling berbicara,hanya sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Karna merasa bosan,Aline pun berbicara dengan lembut."nu,kamu nanti malam ada waktu gak?"tanya Aline lembut.
"memang nya kenapa?"tanya balik Danu lembut dan tersenyum.
"aku pengen ngajak kamu ke pesta ulang tahun sepupu ku,tapi aku gak punya temen,jadi aku mau ngajak kamu"ucap Aline sambil menatap Danu.
"baiklah..kapan?"
"besok malam,nanti aku kabarin lagi"ucap Aline.
"baiklah"jawab Danu.
Ke esokan malam nya,sekarang Danu sudah berada di kediaman Aline,dia sudah menunggu Aline selama 15 menit,namun belum ada tanda-tanda,yang di tunggu akan segera turun.
Namun ia tak mengeluh,bahkan ia merasa bahagia karna bisa berduaan dengan gadis nya.
Tak berapa lama,ia melihat Aline turun dari tangga,dan ia terpukau dengan penampilan Aline yang sederhana.
Mereka pun segera berangkat,tak berapa lama mereka sampai di tempat acara.
Begitu masuk mereka melihat keluarga Aline sudah sampai di sana.
Setelah menyapa semua keluarga Aline,Danu pergi ke tempat minuman,karna ia merasa haus.
Namun,Danu malah mendapatkan rencana licik,agar gadis pujaan nya dapat ia miliki.
"malam ini,kamu akan jadi milik ku"gumam nya dengan seringai licik.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah larut malam,Aline dan Danu kembali pulang.
Namun di perjalanan,Aline merasa haus,dan ia meminta singgah di supermarket.
Saat akan membuka pintu mobil,Danu menahan nya.
"biar aku saja,kamu diam di sini"ucap Danu lembut.
Tanpa merasa curiga, Aline membiarkan nya,namun di balik itu,Danu merasa mendapat angin segar,karna rencana nya akan berhasil.
Beberapa menit,kemudian ia sudah kembali,ia memberikan kantong keresek,pada Aline,dengan segera Aline menerima nya karna ia sudah sangat haus.
Danu melihat itu hanya,tersenyum licik,karna rencana nya berhasil.
Tak merasa curiga sedikit pun Aline pun menerima minuman itu,tanpa tau sesuatu akan terjadi pada nya.
Setelah memastikan Aline meminum nya,Danu segera menjalan kan mobil nya.
5 menit kemudian,Aline merasa suhu badan nya memanas,bahkan wajah nya sudah memerah.
"panas"ucap Aline,sambil mengipas-ngipas wajah nya,namun bukan nya berkurang,tapi semakin bertambah panas.
Danu melihat itu pun,tersenyum licik.
"kamu gak apa-apa,Lin?"tanya Danu seakan tidak tau apa-apa.
"panas,,ssh"ucap Aline, sedikit mengeluarkan suara aneh.
Tak ingin terlalu lama,akhir nya Danu membawa nya ke apartemen nya.
Bahkan,dari tadi Aline sudah tak diam,ia bahkan menciumi Danu dengan penuh nafs*.
Tak berapa lama,ia sudah sampai di apartemen milik nya.
Ia tak menyia-nyiakan kesempatan,ia pun membalas ci*man Aline yang sudah tak terkendali.
Karna sudah di Landa nafsu, ke duanya pun melakukan adegan terlarang,namun di keadaan yang berbeda.
Ke esokan pagi nya,Aline mengerejapkan mata nya,ia bangun dan merasa ada yang aneh pada diri nya,hingga ia tersadar sepenuh nya.
Mata nya pun terbelalak,melihat keadaan nya,tak memakai sehelai benang pun..
"apa yang terjadi,kenapa aku dalam keadaan begini"gumam nya dengan terisak.
Ia menoleh ke sisi nya,ia melihat seorang pria,sedang tidur pulas memunggungi diri nya.
"bangun"teriak nya,membuat Danu terkejut dan terbangun.
Setelah melihat wajah pria itu,ia semakin tak menyangka,bahkan ia sudah histeris menangis.
"apa yang kau lakukan pada ku,?"tanya Aline sambil memukul-mukul dada Danu.
"maaf kan aku,,ini bukan kemauan ku"ucap Danu menunduk sedih.
__ADS_1
"apa maksud mu?"tanya Aline.
"kamu yang memaksa ku,bahkan aku sudah menolak mu,tapi kamu tidak mau mendengarkan ku"ucap Danu, seakan-akan itu lah yang terjadi.
Aline mendengar itu,hanya bisa menutup mulut nya.."lalu,bagaimana dengan Adrian,,aku tidak mau ia sedih dengan apa yang terjadi"ucap Aline sambil terisak-isak.
"tenanglah aku tidak akan memberi tahukan pada Adrian,tapi kamu jangan menangis lagi"ucap Danu sedih.
Sudah satu bulan setelah kejadian itu,Aline merasa mual di pagi hari,bahkan badan nya pun terasa cepat lelah.
Namun,baru saja mendudukan tubuh nya,ia mendapat telpon dari kekasih nya Adrian.
Ia begitu senang,hingga akhir nya ia mengangkat nya dengan senyum mengembang.
"hallo?"
"mulai sekarang kita putus,dan aku sudah tidak mau lagi,bertemu dengan mu,dan aku harap ini terakhir kali nya kita berhubungan."ucap Adrian di balik telpon.
Klik
Panggilan di matikan sepihak,membuat air mata Aline berjatuhan tak tertahan.
"ada apa sebenar nya,kenapa dia berbicara seperti itu?"gumam nya sendiri.
1 Minggu kemudian,Danu mendapat kan telpon dari sepupu nya Aline,mengatakan bahwa Aline masuk rumah sakit.
Membuat Danu terkejut,hingga ia tak sadar menjatuhkan ponsel nya ke lantai,dengan segera ia menuju ke rumah sakit tempat Aline di rawat.
Setelah sampai di sana,Danu mendadak lemah,bagaimana tidak ia melihat gadis pujaan nya sedang di hadap kan antara hidup dan mati.
Bahkan ia merasa bersalah,dengan kejadian yang ia sebab kan,membuat Aline selalu murung dan suka menyendiri.
Tak berselang lama,para dokter dan perawat masuk dengan tergesa.
Melihat itu Danu semakin panik..."ada apa dok?"tanya Danu panik dan khawatir.
"maaf,kami harus memeriksa keadaan pasien,karna pasien sedang mengalami kejang-kejang."ucap dokter tersebut.
Mendengar itu Danu seakan tak memiliki tulang.
Beberapa menit kemudian dokter pun keluar dengan wajah sedih nya.
"bagaimana keadaan nya dok?"tanya Danu sendu.
"maaf tuan,kami tidak bisa menyelamat kan nya,dan lagi janin yang di dalam perut nya ikut meninggal."jawab dokter.
"apa,,,janin?"tanya Danu.
"iya,dan kemungkinan janin nya baru berusia 3 minggu"ucap dokter.
Deg
Danu tak menyangka kalau perbuatan nya menghasilkan sebuah nyawa,namun tak bertahan lama.
__ADS_1