Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 118


__ADS_3

Setelah menelpon dengan jack,Milka segera memasukkan ponsel nya ke dalam tas yang di bawa nya.


Namun,baru beberapa detik setelah itu,tanpa di ketahui dari mana arah nya,dua orang menaiki sepeda motor dengan berboncengan sudah berada tepat berada di samping mobil,dekat kemudi.


Tanpa merasa curiga,yang ada di dalam mobil pun hanya acuh,tanpa peduli orang yang di sekitar nya.


Bles


Sebuah pisau tepat menancap di dada sebelah kiri Arion,entah bagaimana cara nya orang itu bisa begitu tepat sasaran.


Merasa mobil menabrak sesuatu ,Milka yang sedang memejam kan mata nya langsung terbuka,ia merasa kaget karna arion menabrak pilar.


"ada apa say.."..ucapan Milka terpotong karna begitu melihat ke arah Arion,ia sudah melihat Arion bersimbah darah.


"akkh,sa,,yang"ucap Milka syok hingga badan nya gemetaran,meski begitu ia segera melepaskan sabuk pengaman nya dan memeluk Arion yang sudah pucat karna banyak mengeluarkan darah.


Sedangkan Fika dan Daddy mendengar teriakan Milka merasa terkejut,bahkan langsung syok melihat pemandangan di depan nya.


"ya tuhan,apa yang terjadi nak?"tanya Daddy Adrian langsung keluar dari mobil dan mencoba membuka pintu di sebelah kemudi,berbeda dengan Fika ia malah sudah menangis histeris melihat itu.

__ADS_1


Mobil yang mengikuti dari belakang langsung berhenti dan semua orang pun berhambur keluar.


Jack yang sudah lebih dulu sampai dan melihat itu langsung menelpon ambulan,dan beruntung nya tak jauh dari sana ada rumah sakit.


"dad,apakah suami ku akan baik-baik saja?"tanya Milka gemetar dengan terisak sambil tetap memeluk Arion.


"tenanglah sayang,suami mu pasti baik-baik saja,kau jangan khawatir,sebaik nya kita segera mengeluarkan nya untuk membawa nya ke rumah sakit."ucap Daddy menenangkan,padahal diri nya pun merasa khawatir,bahkan ia hampir menangis melihat keadaan anak nya.


"sa,,yang,ka,,u,harus ba,,ik,,ba,,ik sa,,ja,,ja,,ga,,a,,nak,,a,,nak,,Ki,,ta de,,Ngan,,ba,,ik"ucap Arion terbata,bahkan dengan nafas yang putus putus.


"gak sayang,kamu harus selamat,aku gak mau kamu ninggalin aku dan anak anak kita,kamu udah janji,kamu akan terus menamani ku."ucap Milka dengan air mata yang deras,bahkan air mata nya menetes ke wajah Arion.


Melihat itu Milka semakin histeris bahkan dengan sekejap ia menjadi diam dengan tatapan kosong nya.


Semua orang menyaksikan itu menangis,bahkan Daddy Adrian yang mencoba tak menangis pun harus mengeluarkan air mata nya.


Tak berapa lama,terdengar suara ambulan mendekat,petugas segera membawa Arion masuk ke dalam ambulan,terlihat Dani dan Daddy Adrian masuk ke dalam sana.


Sedangkan sebagian orang mencoba menenangkan Milka dan Fika,beda nya Fika menangis histeris sedangkan Milka hanya diam dengan pandangan kosong nya,dan itu membuat mereka khawatir.

__ADS_1


Tak menunggu lama,mereka segera masuk ke mobil lain,di sana Bu Sinta mencoba mengajak Milka berbicara sedangkan pak Rendra mencoba menenangkan Fika,sedangkan Jack yang akan membawa mobil ke rumah sakit tempat Arion di bawa,dan pengawal yang tadi mengikuti mereka sedang berusaha mengejar si pelaku.


Tak lama,mereka sampai di rumah sakit tersebut,terlihat Daddy Adrian dan Dani sudah berada di sana,mereka menunggu cemas di depan ruangan UGD.


"bagaimana keadaan nya kak?"tanya Bu Sinta kepada Daddy Adrian,sedangkan yang di tanya hanya diam tak menyahut.


Melihat itu Dani pun yang menjawab,"mereka masih di dalam tan"ucap Dani,mereka menunggu di sana dengan perasaan khawatir,sedangkAn Milka masih dengan diam nya,Fika sudah lebih tenang dari tangis nya.


Seketika semua hening,menunggu dokter keluar dari ruang UGD.


"Jack,tangkap orang itu,bawa ke markas,siksa dia,tapi jangan sampai mati"ucap Milka dingin dengan wajah menyeramkan.


"baik nona"ucap Jack segera menelpon ank buah nya.


Beberapa menit,ia sudah kembali dengan wajah datar nya.


"ia sudah tertangkap nona,dan sekarang sedang di kurung di ruang bawah tanah."lapor Jack.


"hmm"jawab Milka hanya deheman,setelah itu tak ada lagi yang bicara.

__ADS_1


Bahkan mereka merasa di sekitar mereka begitu menyeramkan,bahkan Fika dan Dani yang selalu ingin merasa dekat dengan Milka pun seolah enggan setelah melihat wajah yang begitu menyeramkan.


__ADS_2