
Ke esokan pagi nya di tempat berbeda,Rey sedang menuju ke apartemen Lina,karna ia sudah berjanji ia akan menjemput nya pagi.
Setengah jam kemudian,ia sudah sampai di apartemen Lina,ia memencet bel pintunya.
Tak berapa lama,pintu terbuka,namun ia merasa terkejut melihat penampakan di depan nya.
"sangat menggemaskan"gumam Rey sambil mata tak berkedip,kalau saja wanita yang di depan ini adalah istri nya,sudah pasti ia tidak akan mengurungnya di dalam kamar.
"hey apa yang kau lihat,apa kau akan terus di depan pintu sampai nanti."teriak Lina,karna ia tak melihat Rey mengikuti nya.
Mendengar teriakan itu,membuat Rey sadar dari khanyalan nya.
Bukan nya marah atau tersinggung,Rey malah tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal.
Setelah masuk ia di persilahkan duduk di ruang tamu,sedangkan Lina berjalan ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk Rey kekasihnya.
Tak lama Lina sudah kembali datang membawa secangkir teh di tangan nya,dan menyodorkan nya di hadapan Rey.
"maaf nya,aku hanya bisa membuatkan mu teh manis,karna aku belum belanja."ucap Lina lembut.
"Ng,gak apa-apa ini juga cukup."ucap Rey tergagap.
"dan apa ini,kenapa kau pagi sekali ke sini,bahkan aku saja baru bangun,tapi kau sudah ada di sini,apa kau tidak tidur?"gerutu Lina,yang sudah mode on cerewet nya.
__ADS_1
"hehe,,kenapa kau marah-marah honey,aku kan sudah rindu pada mu,apa kau tak merindukan ku?"goda Rey,membuat wajah Lina memerah,bahkan terasa panas,apa lagi Rey berbicara sangat dekat dengan wajah nya.
"ish,kau ini,,sudah lah aku akan mandi saja,dari pada di sini bisa-bisa aku terkena serangan jantung"gerutu Lina sambil beranjak dari duduk nya,tapi jangan lupa kan wajah nya yang sudah bagai kepiting rebus.
"kenapa harus mandi,okh..apa kau sengaja nya supaya aku memandikan mu,kalau begitu,dengan senang hati aku akan mengabulkan nya"goda Rey kembali,sambil akan beranjak dari duduk nya.
Blush
Wajah yang tadi sudah memerah pun malah bertambah memerah,bahkan sampai ke telinga nya pun merah.
"stopp,kau diam di situ,dan ingat jangan macam-macam,kalau kau coba-coba akan ku hajar kau."ucap Lina galak,dengan masih wajah yang memerah.
"ya ampun honey,kau semakin menggemaskan saja,jika sedang marah,dan jangan lupakan wajah merah mu itu."kekeh Rey dengan alis turun naik,dengan langkah pelan nya ia menghampiri Lina.
Setelah tepat berdiri di depan Lina,ia menelusuri wajah Lina,dari rambut,mata hidung,pipi,dan terakhir bibir,entah kenapa ia begitu tertarik dengan bibir pink itu,seakan bibir itu melambai-lambai,untuk si kecup nya.
Entah keberanian dari mana ia bisa melakukan itu,karna tak dapat penolakan dari si empunya,ia kembali mengecup nya,dengan sedikit l******n.
Beberapa detik,ia segera tersadar,dan melepaskan l*****n itu.
"maaf"ucap Rey pelan,saat akan membersihkan sisa s****a yang menempel di bibir Lina,belum sampai jari nya di sana,Lina sudah masuk ke dalam kamar nya dengan membanting pintu,membuat Rey tersentak kaget.
Brak
__ADS_1
Mendengar pintu tertutup dengan kasar,membuat Rey merasa bersalah,namun di sisi lain ia merasa senang bisa merasakan lagi bibir itu kembali,meski tak ada balasan dari si empunya,bahkan di mata nya.
"okh ya tuhan,kenapa aku samapi kelepasan begitu,bagaimana kalau dia marah,dan memutuskan aku,aah,ini semua karna si pink itu,kenapa begitu menggoda."ucap Rey dengan kekehan kecil nya,sambil meraba bibir nya.
Sedangkan Lina,setelah masuk ke dalam kamar nya,ia malah bersandar di balik pintu dengan memegang dada nya yang berdetak begitu cepat,bahkan saking cepat nya se akan ingin lepas dari tempat nya.
"ya tuhan,semoga saja aku tidak langsung terkena serangan jantung,dan apa lagi dia itu,main nyosor aja,tapi kenapa begitu terasa manis dan lembut.,akh,,malu nya aku,apa yang harus aku.lakukan nanti."ucap Lina sambil meraba bibir nya,yang masih terasa basah.
Setelah merasa tenang,ia segera masuk ke kamar mandi untuk segera bersiap,karna ia tak ingin kejadian tadi terulang lagi.
Di tempat lain Arion dan keluarga sudah bersiap untuk pulang,mereka sudah memasuki mobil masing-masing.
Arion,Milka,Fika dan Daddy Adrian dengan satu mobil,sedangkan pak Rendra dan Bu Sinta mereka satu mobil dengan Dani,karna orang tua Dani sudah kembali pulang tadi subuh,sedangkan mobil satu lagi di bawa oleh para pengawal.
Di perjalanan,entah kenapa Arion merasa ada yang mengikuti nya,namun setelah melihat ke kaca spion, ia tak melihat ada yang aneh.
Berbeda dengan Milka,ia menghubungi Jack,dengan nada dingin.
"Jack,awasi dia jangan sampai kecolongan."ucap Milka tanpa mendengar jawaban di sebrang sana ia segera mematikan telpon nya.
Sedangkan di sebrang sana,Jack sedang mengumpat.
"dasar kutub,kalau saja bukan bos ku,sudah ku gantung."umpat nya sambil melakukan tugas nya.
__ADS_1
Namun tak berselang,terdapat teriakan dari depan,tepat nya dari mobil yang di bawa Arion.
Aakhh.