
Di sebuah tempat,di tengah hutan,terdengar teriakan yang begitu menyakitkan.
Terdapat seorang pria yang di ikat dengan posisi berdiri,kedua tangan nya di rentangkan,dan kaki di ikat dengan di satukan.
Ctar
Ctar
Ctar
Aakkh
Wajah yang sudah babak belur itu,dan di tambah badan yang sudah di penuhi darah karna sabetan rotan.
Sedangkan orang yang melakukan itu,hanya menampakan wajah datar nya,namun tatapan nya seakan menghunus ke dalam jantung.
"kau tau,siapa pun yang berani mengusik bos ku,akan mati dengan mengenaskan,tapi kau,dengan berani nya membunuh orang yang paling di cintai nya,bahkan dengan tega nya kau ingin membunuh nya di depan mata nya,jadi sekarang terima lah hukuman mu."ucap orang itu dingin bahkan yang mendengar nya pun akan merinding.
Ctar
"obati luka nya,jangan sampai dia mati sebelum nona menginginkan nya"ucap orang itu.
"baik tuan"ucap anak buah nya serentak.
Baru beberapa ia melangkah,seseorang memanggil nya.
"Jack"panggil seorang pria,dan pria yang di panggil nya hanya berdehem saja.Dan orang itu Jack,orang yang menyiksa seorang pria di dalam ruangan itu.
"bagaimana,apa dia sudah memberi jawaban?"tanya pria itu penasaran.
"ck,dasar kepo kau"ucap Jack dengan nada datar.
"huh,dasar es balok"umpat pria itu.
"lalu kau apa, Digo kampret?"tanya nya dengan sinis.
"ck.jangan sama kan aku dengan dirimu,Jack..karna kita itu beda"sangkal Digo.
__ADS_1
Mereka berdua adalah Jack dan Digo,kedua orang itu,bila sudah bertemu seperti anjing dan kucing,namun di balik itu mereka saling menyayangi,meski mereka berdua sama-sama dingin.
"beda apa nya,jelas kita sama,atau apa kau?"selidik Jack memicingkan mata nya,menatap ke arah bawah perut Digo.
Digo yang mengerti itu langsung saja menggeplak kepala Jack dengan segala umpatan nya.
Plak
" s**t,dasar kurang ajar,kau kira aku ini banci apa,dasar beruang kutub,b******k,emang kalo ngomong sekate-kate,dasar jomblo"umpat Digo membuat Jack tersenyum tipis,bahkan tak ada yang menyadari itu.
"sesama jomblo jangan saling ledek"ucap Jack sambil melenggang pergi meninggalkan Digo di belakang.
"tak tau saja dia,kalau aku.."Digo tak meneruskan ucapan nya,namun ia malah senyum-senyum sendiri.
Anak buah yang melihat itu merasa merinding,karna tak biasa nya orang itu tersenyum begitu.
Menyadari semua orang yang di sana melihat nya heran,ia segera berdehem untuk menetralkan mimik wajah nya menjadi datar kembali.
"apa kalian lihat-lihat,mau ku colok mata kalian?"ucap Digo dingin dan langsung pergi dari sana.
Sedangkan di tempat lain,seorang wanita yang sudah lanjut usia,sedang merenung di kamar nya.
Tak.lama terdengar seseorang mengetuk pintu kamar nya.
Tok
Tok
Tok
"ma,boleh aku masuk"seorang pria mengetuk pintu,karna ia takut mengganggu ibu nya.
"masuklah"ucap nya sedikit teriak.
Masuklah pria itu dengan tersenyum hangat,namun terlihat sendu.
Melihat wajah anak nya begitu,nenek itu semakin tak enak hati.
__ADS_1
"ada apa nak?"tanya nya lembut.
"ma,apa ada kabar dari Ricky,entah kenapa anak itu,sudah 2 hari tidak pulang"adu nya pada ibu nya.
"tak ada,bahkan ibu juga sudah menelpon beberapa kali,namun tak pernah aktif ponsel nya."ucap nenek itu sendu,entah kenapa ia merasakan sesuatu yang terjadi pada cucu satu-satunya,setelah kematian cucu perempuan nya.
Tak lama ponsel anak nya berbunyi,lalu ia merogoh ponsel nya di dalam saku celana nya.
"hallo"jawab nya.
"maaf tuan mengganggu,ada masalah di perusahaan,ada yang membobol data perusahaan,bahkan sekarang perusahaan terancam bangkrut karna seseorang telah membocorkan data perusahaan,bahkan para investor menarik kembali saham nya."jelas orang itu.
"APA?"teriak nya sampai kaki nya lemas dan ambruk di samping ibunya.
"ada apa nak, Harlan?"tanya nenek itu cemas.
"Bu,ada masalah di perusahaan,bahkan perusahaan terancam bangkrut"ucap nya singkat.
"bagaimana bisa?"tanya nenek itu,tak lama nenek itu tak sadarkan diri.
Melihat itu,pria itu panik,ia berteriak memanggil siapa saja,dan ia segera membawa ibu nya ke rumah sakit.
Melihat suami nya menggendong ibu mertua nya,ia pun panik.
"mama kenapa mas?"tanya istri nya,Vina.
Ia tak menjawab,dan ia segera memasukkan ibu nya ke dalam mobil,setelah masuk,ia segera duduk di balik kemudi,dan segera bergegas menjalankan kuda besi nya ke rumah sakit.
Tak lama,mereka sampai di rumah sakit,dengan panik nya ia memarkirkan mobil nya dengan sembarang.
Ia berteriak memanggil perwat yang lewat,kemudian banyak perawat datang membawa brankar,dan membawa nenek itu ke ruang UGD.
Sampai di depan UGD,ia menunggu di luar dengan wajah cemas tak lupa istri nya selalu mendampingi suami nya,walau bagaimana pun ia juga merasa cemas,bahkan ibu mertua nya sangat baik pada nya.
Setengah jam kemudia,dokter keluar menghela nafas berat.
"bagaimana dok keadaan ibu saya?"tanya Harlan cemas.
__ADS_1
"maafkan kami,ibu anda kritis,kami akan membawa ke ruang ICU"ucap dokter itu.
Penjelasan dokter membuat kaki nya lemas,bahkan ia menitikkan air mata nya.