
Deg
Ucapan Milka membuat Arion menampakan wajah kecewa nya."dia menolak ku,sedangkan di luar sana banyak wanita yang mendekati ku,tapi gadis ini,,aku"ucap nya dalam hati.
Setelah beberapa saat hanya keheningan,tiba tiba saja Milka berbicara dan membuyar kan lamunan Arion.
"tuan,kau tidak apa apa?."ucap Milka
"hmm,apa kau menolak ku,tapi kenapa,bagaimana kalau kamu hamil?."tanya Arion secara beruntun.
Membuat Milka mengerutkan dahi nya bingung.
"itu tidak mungkin tuan karna kita melakukan nya hanya sekali,tidak mungkin akan hamil."ucap Milka lembut.
Membuat Arion bingung,"pokok nya kau harus menikah dengan ku,apa pun cara nya akan aku lakukan."geram nya dalam hati.
"tidak ada penolakan,kau harus tetap menikah dengan ku titik.Tidak ada penolakan"ucap Arion dengan nada dingin dan tegas,tanda dia tidak mau di bantah.
"ta,,pi..."ucap Milka terputus karna di potong oleh Arion.
"tidak ada tapi tapi,besok bersiap lah kita akan menikah besok."ucap Arion tegas,dan pergi keluar dari kamar nya.
Milka tidak menjawab,tapi dalam hati nya sangat senang akan menikah dengan orang yang di cintai nya.
Sama hal nya dengan Milka,Arion sangat bahagia,bahkan sekarang jantung nya berdetak tak karuan.
"akhirnya aku akan menikah juga."gumam nya dengan senyuman yang terus mengembang.
__ADS_1
Sampai pelayan yang melihat pun heran dengan tuannya,karna baru kali ini mereka melihat tuan nya tersenyum tulus tanpa paksaan.
"kenapa kau senyam senyum seperti itu?."tanya Rey yang baru datang.
Mendengar itu Arion segera mengubah ekspresi wajah nya menjadi datar kembali.
"ekhm,ada apa kau datang kemari.?"tanya Arion
"dan ya,tolong persiap kan acara pernikahan besok,karna aku akan menikah.!"ucap Arion tegas.
Membuat Rey melongo tak percaya dengan apa yang di katakan sahabat sekaligus bos nya di kantor.
"siapa yang menikah,apa aku tak salah mendengar.?gumam Rey tapi masih di dengar oleh Arion.
"ya,aku besok menikah,dan jangan lupa bawa wali untuk calon istriku itu."ucap Arion.
"memang nya siapa yang mau menikah dengan pria datar seperti mu.?"canda Rey.
Bugh
Dan setelah puas berbicara,Rey akan berdiri tapi dia mendengar suara langkah kaki yang menuruni tangga.
Tak tak tak
Rey menoleh ke asal suara,setelah melihat siapa orang itu Rey tersenyum penuh arti kepada Arion.
"Hay nona Milka."sapa Rey pada Milka dengan senyum yang semanis mungkin.
__ADS_1
"Hay juga tuan Rey."balas Milka dengan wajah menunduk.
"Jangan panggil aku tuan,panggil saja Rey."pinta Rey.
"baiklah"ucap Milka mengangguk kan kepalanya.
"duduk lah."suara tegas Arion kepada Milka.
Milka hanya tersenyum dan segera mendudukan bokong nya di sebelah Arion.
Melihat itu Rey malah semakin ingin menggoda Arion.
"nona,apa kau tidak salah mau menikah dengan pria datar seperti dia,mending dengan ku saja,aku juga tak kalah tampan darinya."ucap Rey dengan mengedip kan mata nya genit.
Bugh
"kau.."geram Arion dan melempar kan bantal sofa lagi pada Rey,tapi di tanggapi Rey dengan tawa nya.
"sudah lah,aku pergi dulu,untuk besok kau tenang saja semua pasti beres."ucap Rey
"dan kau nona manis,masih ada waktu untuk membatal kan nya sampai nanti malam."ucap Rey dengan tawa yang semakin menggelegar.
"Reyhan Aditama..."teriak Arion dengan suara menggelegar.
Sedangkan yang di panggil nama nya sudah tak terlihat lagi.
Sementara Milka yang mendengar itu hanya menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat,Arion berdiri meninggalkan Milka seorang diri tanpa bicara sepatah kata pun.
"semoga saja aku sabar menghadapi sikap dingin nya itu."gumam Milka dalam hati.