
Semua orang tak percaya dengan apa yang di lihat nya,jelas jelas mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri,bahwa orang yang di hadapan nya sudah di makam kan,namun sekarang yang terjadi,orang itu masih hidup bahkan sudah berada di hadapan mereka.
"son,, Ar,menantu"gumam Daddy Adrian,Rey dan orang tua Milka.
"dad,aku bermimpi kan,ti,,tidak mungkin kan,kalau di,,"ucap Rey terpotong oleh ucapan orang yang membuat nya terkejut.
"kalian semua tidak sedang bermimpi,ini semua nyata dan aku masih hidup"tegas Arion walau suara nya masih lemah.
Mendengar perkataan seperti itu,Rey sedikit berlari ke arah Arion dan dia memeluk nya,bahkan ia sampai menitikkan air mata nya.
"ini benar,kau masih hidup Ar,dad,ini nyata dia masih hidup,dia Arion kita dad"ucap Rey pada Daddy Adrian dan masih memeluk Arion.
Daddy Adrian pun menangis,ia masih tak percaya,kalau anak kebanggaan nya masih hidup,bahkan ia hampir tak bisa berdiri,namun pak Rendra yang melihat nya langsung membantu nya menahan tubuh nya.
"kak."panggil pak Rendra,dan ya sekarang ia memanggil nya kakak,karna itu permintaan dari Daddy Adrian sendiri.
"bantu aku,ke sana"pinta Daddy sambil melihat ke arah Arion.
Melihat Daddy nya begitu,Arion tidak tega,sehingga ia menyuruh Milka untuk menghampiri Daddy nya.
"son?"panggil Daddy lirih.
__ADS_1
"dad,apa kau tak ingin memeluk putra mu ini?"tanya Arion seketika Daddy memeluk nya.
"terima kasih,karna kau masih bertahan,dan tidak meninggalkan Daddy sendiri."gumam Daddy di telinga Arion,mendengar itu Arion menitikkan air mata nya,namun dengan segera ia mengusap nya.
"tentu saja,aku akan tetap bersama Daddy."ucap Arion menenangkan Daddy nya.
Setelah lama berpelukan,mereka melepas nya,kemudian Arion melihat ke arah mertua nya,ia ingin sekali di peluk oleh mertua nya itu,yang sekaligus menjadi bibi nya.
"pa,ma,apa kalian tidak ingin memeluk ku?"tanya Arion berpura pura sedih.
"tentu saja nak,kenapa tidak"ucap pak Rendra langsung saja memeluk Arion.
"bibi?"panggil Arion.
"terima kasih,karna kamu masih hidup,bibi,,em,mama khawatir istri mu itu jatuh sakit"bisik Bu Sinta agar ucapan nya tak terdengar oleh yang lain.
"maksud mama apa?"tanya balik Arion dengan berbisik.
"semenjak berita kematian mu,dia tidak makan dengan benar,bahkan ia selalu mengurung di dalam kamar"ucap Bu Sinta masih dengan berbisik.
Mendengar ucapan itu,membuat Arion melepaskan pelukan nya,dan melihat ke arah Milka.
__ADS_1
Milka yang merasa di tatap pun,melihat ke arah Arion,ia merasa merinding melihat tatapan Arion itu.
Glek
"kenapa dia menatap ku begitu,mengerikan."batin Milka segera mengalihkan tatapan nya pada sembarang arah.
Melihat istri nya mengalihkan tatapan nya membuat ia geram."awas saja,aku akan menghukum mu"batin Arion tersenyum devil.
"Jack?"panggil Arion dengan keras,membuat semua orang terkejut mendengar nya.
Jack yang terkejut pun,sedikit gagap,ia merasa merinding dengan panggilan itu,namun tak punya pilihan lain ia pun menyaut panggilan itu.
"i,,iya tuan?"tanya Jack menunduk,karna sebenar nya ia merasa takut dengan tatapan itu,bahkan tatapan nya masih mending nona nya,dari pada lelaki di hadapan nya ini.
"pergi keluar,beli semua makanan,yang sehat untuk bumil satu itu,dan ingat jangan pedas."ucap Arion seketika membuat Milka menundukkan kepala nya,berbeda dengan para orang tua yang terkekeh geli melihat itu.
"baik tuan"ucap Jack,dan segera pergi dari ruangan itu,karna ia merasa sesak berada di sana.
Sampai nya di luar,ia bergumam sendiri tak jelas.
"kenapa tatapan nya begitu mengerikan,bahkan rasa nya,aku hampir mati di dalam sana"gumam nya,sambil memegang dada nya dan bergidik ngeri.
__ADS_1
Ia sadar,ternyata masih ada yang bisa menyaingi perangai nona nya itu,bahkan mungkin melebihi kalau melihat gelagat nona nya,dan sial nya orang itu adalah suami nya.
"bagaimana kehidupan ku selanjut nya,di hadapkan dengan nona saja aku merasa bernafas saja sulit,tapi sekarang,ya tuhan,bisa bisa aku mati muda."gumam nya sambil terus berjalan ke arah mobil nya.