Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 50


__ADS_3

Pada saat yang sama,setelah Rey pergi dari kediaman Arion,ia berhenti di sebuah restoran untuk makan malam.


Namun baru mendudukan diri di kursi,ia melihat seseorang yang tak asing keluar dari ruangan VIP restoran tersebut.


Ia heran bagaimana bisa ia berada di negara ini,dan yang lebih mengejutkan lagi ia bertemu dengan Dani Gunawan,rival bisnis nya bersama Arion.


Karna merasa ada yang janggal Rey,segera mengeluarkan ponsel nya dan ia mem Vidio pertemuan tersebut,dan ia berpura-pura tidak melihat dan menutup wajah nya dengan buku menu.


Setelah merasa aman,ia mengakhiri merekam dan menurun kan kembali buku tersebut dari wajah nya.


"ya ampun"pekik Rey karna terkejut.


Ia terkejut karna di depan nya ada orang yang memandangi nya dengan heran.


"kau,sedang apa kau di sini.?"tanya Rey setelah terlepas dari rasa terkejut nya.


"kau pikir,aku sedang apa,,ya sedang ingin makan lah,masa mandi."ucap orang itu sewot.


Plak


"aww,kenapa kau memukul ku sialan."ucap Yuda si dokter...ya orang tersebut dokter Yuda.


"iya aku tau,tapi kenapa kau duduk di depan ku,apa tak ada tempat lain lagi.?"ucap Arion ketus.


"tapi aku ingin di sini dan menemani mu."ucap Yuda santai.


"cih,tapi aku tidak ingin di temani oleh mu."balas Rey semakin ketus.


"dih, ketus sekali.....lalu tadi kau sedang apan hah,sembunyi begitu?"tanya Yuda penasaran.


"bukan urusan mu."jawab Rey cuek.Yuda mendengar itu hanya mencebikkan bibir nya kesal.


Percakapan mereka terhenti karna seorang pelayan menghampiri mereka membawa makanan pesanan mereka.


"selamat menikmati"ucap pelayan ramah.


"terima kasih."ucap Yuda cuek.


"ish,aku geli melihat pelayan itu."ucap Yuda bergidik ngeri.


"kenapa.?"tanya Rey dengan santai menyantap makanan tersebut.


"ish,ck..kau tidak lihat,dia itu genit begitu,iiih aku malah jijik melihat nya."ucap Yuda masih merasa kan geli.


Namun ucapan nya tidak di tanggapi Rey,membuat ia berdecak kesal.

__ADS_1


"apa kau tidak mendengar ucapan ku.?"ucap Yuda kesal.


"kau ini berisik sekali,kau mau makan apa mau bergosip"kesal Rey.


"aah,kau ini tidak asyik."gerutu Yuda.


Di mansion Arion,para pria sudah berkumpul lagi dengan para istri mereka.


Namun,di sana Rendra kelihatan memikirkan sesuatu.


"pa,,kamu kenapa?"tanya Sinta,karna melihat suami nya melamun.


"tidak apa-apa,hanya merasa lelah saja."elak Rendra.


"ya sudah,mending kita pulang saja,apalagi ini sudah larut."ucap Sinta.


Sebelum berbicara,Milka segera menyahut.


"kalian menginap saja di sini,aku khawatir ada apa-apa,di jalan."ucap Milka.


Sinta yang mendengar itu pun melirik ke arah Rendra.Milka yang melihat kebingungan di wajah ke dua nya,melihat ke arah Arion.


"menginap lah,ini sudah larut malam."ucap Arion.


"baiklah,kami akan menginap."ucap Rendra,dan memang ia sudah merasa lelah.


"baik nyonya....mari tuan nyonya."ucap pak Kus sambil berjalan menunjukkan jalan.


Setelah melihat orang tua nya sudah tak terlihat,Milka dan Arion pun segera pergi ke kamar mereka.


Rendra yang sudah selesai dengan urusan nya di kamar mandi.Segera berbaring di tempat tidur,dan melihat istri nya sudah pulas tertidur.


Ia memikirkan tentang ucapan menantu nya.


Flashback on


"apa yang ingin kau bicarakan.?"tanya Rendra penasaran.


Sebelum menjawab Arion menarik nafas panjang.


"begini,sebelum nya maaf kan aku,aku sudah lancang pada keluarga mu."ucap Arion santai.


Rendra yang mendengar itu hanya mengerutkan kening nya heran.


"maksud mu.?"tanya Rendra serius.

__ADS_1


"aku telah menahan Jenny,di suatu tempat."ucap Arion cuek.


Rendra yang mendengar itu pun terkejut,karna pasal nya ia sudah mencari kemana-mana,bahkan mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari nya,namun mereka tidak mendapat kan apa-apa,bahkan anak tiri nya bagai hilang di telan bumi.


"terus?" tanya Rendra setelah menguasai keterkejutan nya.


"aku ingin minta pendapat papa,apa yang harus aku lakukan dengan nya."ucap Arion dingin dan mengepal kan tangan nya geram,bila mengingat kejadian satu bulan lalu.


Rendra yang di tanya begitu pun bingung harus bagaimana.


"aku tidak bisa melakukan tindakan apa pun,tanpa persetujuan kalian."ucap Arion datar.


"mungkin aku akan bicara dulu dengan ibu mertua mu,bagaimana pun ia ibu kandung nya."ucap Rendra,namun ia bingung harus bicara bagai mana.


"baiklah kalau begitu."ucap Arion.


Setelah beberapa detik ke dua terdiam,arion memulai lagi pembicaraan.


"lalu bagaimana dengan perusahaan papa?"tanya Arion.


"untuk sekarang sudah mulai berjalan normal kembali,dan orang-orang papa sudah menangkap orang nya."ucap Rendra.


"bagus lah kalau begitu."ucap Arion.


"namun papa merasa aneh,dengan keadaan waktu itu."ucap Rendra.


"maksud papa?"tanya Arion penasaran.


"iya,ada seseorang yang memberi tau bahwa orang tersebut bersembunyi di suatu tempat,bahkan orang itu pun yang membantu menangkap pelaku nya."ucap Rendra.


"jadi maksud papa,ada seseorang yang membantu begitu?"tanya Arion semakin penasaran.


"iya,bahkan orang tersebut menjatuhkan sesuatu dari kantong celana nya."ucap Rendra serius.


"menjatuhkan sesuatu?...sesuatu itu seperti apa pa?"tanya Arion semakin penasaran saja.


Belum sempat menjawab Arion mengambil sesuatu dari laci nya.


"apa benda itu sebuah kalung.?"tanya Arion.


Rendra meraih dan melihat benda itu,seketika mata nya membelalak melihat benda itu.


"iya,bahkan ini sama persis seperti yang ada di ruangan papa."ucap Rendra terkejut.


"berarti, orang-orang ini berniat baik..tapi siapa mereka,dan apa motif nya.?"gumam Rendra.

__ADS_1


Karna tak ada lagi pembahasan akhir nya mereka keluar dari ruangan tersebut.


Flashback off.


__ADS_2