Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 122


__ADS_3

Flashback on


Pertemuan Jenny dan ibu nya Aline.


Malam pada saat Jenny pulang dari club,tak lama juga Aline juga keluar dari sana.


Namun di saat di perjalanan, Jenny merasa pusing,hingga ia menghentikan laju mobil nya,ia mencoba memijit kepala nya,berharap bisa mengurangi pusing di kepala nya.


. MB. RT gt tubuh dan biologi,


Beberapa waktu 32 menit kemudian, Jenny seperti mendengar suara mesin mobil di depan mobil nya.


Ingin melihat siapa,namun entah kenapa kepala nya begitu berat,bahkan penglihatan nya buram.


Secqp


axseorang mengetuk kaca jendela mobil Jenny,namun ia sudah tak sanggup hanya untuk membuka mata nya,setelah itu,entah apa yang terjadi,ia sudah berada di sebuah kamar,saat membuka mata nya.


"dimana ini?"gumam Jenny sambil memerhatikan sekeliling kamar.


Saat sedang sibuk mengingat apa yang terjadi,ia si kejutkan dengan suara pintu di buka.


Ceklek


"kamu sudah bangun nak?"tanya wanita paru baya dengan lembut dengan membawa nampan berisi roti dengan susu untuk sarapan.

__ADS_1


Mendengar suara yang begitu lembut,membuat Jenny mengalihkan perhatian nya.


Deg


"ibu"gumam Jenny dengan tatapan yang sulit di artikan,dan mencoba untuk bangun dari tiduran nya.


Melihat itu,Aline membantu Jenny bersandar,ia begitu senang bisa sedekat ini dengan anak nya.


"minumlah."ucap Aline lembut,sambil menyodorkan segelas air ke Jenny.


"terima kasih"ucap Jenny lirih.


Setelah meminum nya Jenny kembali menyerahkan gelas yang sudah kosong itu,dan di terima pula oleh Aline.


"bagaimana keadaan mu,apa sudah lebih baik?"tanya Aline sambil tersenyum.


"oh ya, siapa nama mu,dan kenapa kamu pingsan di pinggir jalan begitu.?"tanya Aline menatap Jenny sendu.


"a,,apa kamu tak mengenal ku,,hmm,,maksud ku,apa kau tak pernah melihat ku?"tanya Jenny sendu.


"oh,tidak,bahkan kita baru saja bertemu,"ucap Aline sambil mengerutkan kening nya.


"baiklah,mungkin aku salah."gumam Jenny pelan,namun masih terdengar samar.


Mendengar itu Aline tak mengatakan apa-apa,namun ia kembali menyodorkan piring yang berisi makanana.

__ADS_1


"makanlah,aku akan keluar sebentar."ucap Aline mengulas senyum.


Setelah melihat Aline keluar, Jenny menitikkan air mata nya.


"kenapa ibuku tak bisa mengenali anak nya sendiri?"gumam Jenny lirih,karna ia merasa kecewa,kecewa karna orang yang di harapkan nya tidak mengenali nya sedikit pun,bahkan kini ia teringat dengan Bu Sinta,karna walaupun Bu Sinta bukan ibu kandung nya,tapi ia bisa mengenali anak yang di asuh nya,walau dalam keadaan menyamar pun.


Sedangkan Aline,setelah keluar dari kamar yang di tempati Jenny,ia kembali ke kamar nya.


Ia teringat dengan ucapan Danu,yang mengatakan kalau ia menyesal,namun pikiran itu tak berlangsung lama,karna seketika ia ingat saat Danu merenggut kesucian nya,bahkan dengan kejam nya,ia pergi meninggalkan Aline yang sudah pingsan tak sadarkan diri.


...Bahkan satu bulan setelah nya,ia kembali mendatangi Danu,ia ingin meminta pertanggung jawaban Danu,karna ia sedang mengandung benih nya....


Namun,ia menyesal karna sudah datang dan meminta pertanggung jawaban dari Danu.Karna setelah selesai ia mengatakan sedang mengandung,Danu tak terima karna ia ragu kalau anak yang di kandung nya benih dari nya,bahkan ia tanpa perasaan menyuruh Aline untuk menggugurkan janin nya itu.


Mendengar perkataan Danu,membuat ia merasa sangat kecewa,bahkan Aline sampai menangis,bahkan sampai berlutut di bawah kaki nya,namun tetap saja penolakan yang membuat nya sangat sakit hati.


"pergilah,gugurkan anak itu,lagi pula,aku ragu dengan janin yang kau kandung,dan ku rasa kau sudah banyak bermain dengan banyak pria,dan ingat j****g,jangan pernah temui aku lagi,karna sampai kapan pun aku tak akan menerima anak itu."ucap Danu kejam bahkan ia sampai ingin menendang perut Aline.


"lalu,bagaimana dengan nasib ku,kemana aku harus pergi,,hiks"ucap Aline sambil menangis sesegukan.


"cari lah ayah dari anak yang kau kandung.j****g,..dasar wanita tak tau diri,sekali j****g tetap j****g"ucap Danu sambil melenggang pergi meninggal.kan Aline yang menangis sesegukan.


Setelah beberapa saat ia menghentikan tangisan nya,ia berjanji tidak akan pernah datang dan muncul di hadapan lelaki be*** seperti Danu,bahkan ia bertekad bahwa ia akan mengurus anak nya seorang diri,ia tak kan pernah datang pada keluarga nya,karna ia tak ingin orang tua nya malu.


Beberapa saat sedang termenung,ponsel nya berdering,terlihat nomor tanpa nama,karna penasaran ia mengangkat telpon nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudia orang di sebrang sana berbicara,dengan tangan gemetar ia menutup telpon nya,tanpa terasa air mata nya mengalir.


"itu memang pantas kau dapatkan"gumam Aline sendu.


__ADS_2