
Hari ini tepat hari pernikahan Digo dan Fika,di sebuah hotel milik keluarga Arion,terlihat mewah dengan dekorasi yang megah.
Di atas pelaminan,terlihat sepasang pengantin sedang menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan,tak lupa senyuman bahagia tak pernah surut dari bibir mereka.
Arion yang melihat itu menitikkan air mata nya,ia merasa baru kemarin adik nya berlari bersama dengan nya,danbermain bersama,tapi sekarang ia baru sadar,kalau princes kecil nya sudah dewasa,bahkan sekarang sudah menjadi seorang istri.
Milka melihat itu,mengusap lengan Arion,ia mengerti kenapa Arion seperti ini,ia juga merasa kan hal yang sama.
Ia juga merasa,baru saja kemarin bertemu dengan Digo,padahal itu sudah 10 tahun yang lalu,meski tak mempunyai hubungan darah,tapi Milka sudah menganggap Digo seperti kakak nya sendiri.
Seperti saat ini,Arion dan Milka sudah berada di atas pelaminan,dengan mata berkaca-kaca,Milka memeluk Digo,bahkan sampai menangis,Arion juga sama,langsung memeluk Fika,tapi tak sampai menangis,ia mengucapkan selamat,pada Fika,dan di balas anggukan oleh Fika,setelah nya mereka melepaskan pelukan nya.
"selamat princes kakak,sekarang sudah menjadi istri,dan satu pesan kakak,hormatilah suami mu,walau bagaimana pun keadaan nya,dan jika ada masalah,selesaikan lah secara baik-baik,jangan sampai karna masalah kecil,kalian sampai bertengkar,tanpa tau sebab nya."ucap Arion melihat ke arah adik nya,di balas anggukan oleh Fika,ia tak berani berucap,karna sekarang Fika malah menangis dan langsung memeluk kakak nya lagi.
"terima kasih kak,karna kakak sudah sabar mengurus ku,bahkan menghadapi segala sifat kekanakan ku,sekali lagi terima kasih,aku menyayangi kakak"ucap Fika,sambil menangis sesegukan.
"kakak juga sangat menyayangimu"ucap Arion dengan suara parau.
Sedangkan Milka,masih saja menangis di pelukan Digo,Digo hanya bisa mengusap lembut punggung Milka.
__ADS_1
"sudahlah,sampai kapan kau akan menangis hah,dan lihat ini,baju ku terkena ingus mu"ucap Digo setengah menggoda.
Mendengar godaan Digo membuat Milka melepaskan pelukan nya,dan menatap Digo kesal.
"kenapa kau malah membuat ku kesal,kau tau aku sedang sedih sekarang,tapi kau.."ucapan Milka terpotong karna Digo kembali memeluk Milka.
"ya sudah maafkan aku"ucap Digo dengan lirih.
"terima kasih,karna kau dulu mau memungutku dari jalanan,dan sampai sekarang,aku sudah menjadi diri ku sendiri,bahkan bisa di bilang aku sekarang sudah bisa berdiri dengan kaki ku sendiri."ucap Digo dengan lirih bahkan mata nya berkaca-kaca.
Mendengar ucapan Digo,seketika membuat Milka semakin menangis kencang,bahkan ia tak peduli para tamu menatap ke arah nya.
Akhir nya kedua nya terdiam,menikmati pelukan hangat masing-masing.
Setelah di rasa cukup untuk berpelukan,mereka melepaskan pelukan nya.
Milka melihat ke arah Digo dengan mata merah karna menangis,lalu tersenyum manis.
"selamat menempuh hidup baru,dan samawa,aku berdo'a semoga cepat di beri momongan,sekali lagi selamat,kakak"ucap Milka dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"terima kasih,dan wow,apa yang kau inginkan?"tanya Digo dengan wajah serius,dan mengusap rambut Milka sayang.
Sedangkan Arion dan Fika,yang mendengar percakapan mereka mengerutkan kening nya,mendengar Milka memanggil Digo kakak,termasuk pertanyaan Digo.
Mereka tak pernah tau,kalau Digo dan Milka begitu dekat,karna yang mereka lihat,seperti rekan kerja biasa.
"tidak,untuk kali ini aku tidak ingin apa apa."jawab Milka lembut.
"kau serius?"tanya Digo heran.
"tentu saja"jawab Milka dengan serius lagi.
"hmm,baiklah,tapi jika ada apa apa beritahu kakak,hmm?"
"iya,pasti"!jawab Milka.
Mereka mengakhiri obrolan mereka,dan kembali melihat ke pasangan mereka.
Baru saja mereka turun,Lina datang dan langsung memeluk Digo dan menangis.
__ADS_1
Rey yang melihat itu,merasa cemburu namun Fika menggelengkan kepala nya,karna sekarang ia tau bagaimana dekat nya mereka.