Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Merencanakan sesuatu


__ADS_3

Setelah menutup pintu,Arion berjalan ke kursi tunggu yang ada di depan ruang rawat tersebut.


"sebenarnya apa yang terjadi padanya,kenapa dia histeris begitu,"gumam nya dengan suara pelan tapi masih di dengar oleh Rey yang duduk di sebelah nya.


"kau selidiki ada apa sebenar nya,kutunggu laporan nya besok pagi" titah nya tegas


"siap,akan aku kerjakan"ucap Rey.


"hmm"jawab Arion


sedangkan di dalam sana Milka masih terisak..


"ya Allah,kenapa hidup ku sungguh tragis,setelah kepergian ibuku,justru kini aku hampir di leceh kan,,seakan takdir begitu jahat pada ku."ucap Milka dengan terisak.


Karna kelelahan menangis Milka akhirnya tertidur lelap,meski masih ada sisa air mata di wajah nya.


Ceklek


Seseorang masuk ke ruangan tersebut,dan memdekati Milka yang sedang tertidur.


"sebenarnya apa yang terjadi sama kamu,kenapa kamu jadi begini,,,cup.."dia mengecup kening Milka dengan lembut

__ADS_1


Entah mengapa dia begitu ingin melindungi gadis ini..Setelah puas memandangi wajah Milka yang kelihatan pucat tapi tetap cantik..Dia duduk ke sofa yang ada di sana.Arion seseorang tersebut adalah Arion.


Tak terasa pagi pun menjelang..Arion bangun karna merasa terganggu dengan keadaan gaduh di luar kamar inap ini.


"hoam,sudah pagi ternyata"gumamnya sambil melirik ke arah Milka,yang masih tertidur pulas,mungkin efek karna menangis.Melihat itu Arion tersenyum..Senyum yang tidak pernah ia tampak kan kepada orang lain.


Mungkin orang yang melihat akan menganggap kejadian yang langka,karna bisa melihat senyum yang tulus seperti itu.


Tanpa berkata apa apa ia pergi dari tempat itu untuk pulang berganti baju.


Tak lama setelah itu Milka bangun,dengan kepala yang terasa pusing karna kebanyakan menangis.


Tiga puluh menit berlalu,Fika datang dengan menenteng banyak paperbag


Membuat Milka melongo tak percaya,bagai mana bisa sahabat nya ini bicara tanpa ada titik dan koma.


"ya ampun Fika ,kamu ini kebiasaan banget tau gak,kalau nanya itu satu satu,mana gk ada titik koma nya lagi."dumel Milka


Yang kena omel malah nyengir tanpa bersalah.


"ish,kau itu,aku kan khawatir sama kamu,,coba aja kalau kak Rey gak kasih tau,mungkin aku gk tau kalau kamu di rawat di sini."ucap Milka mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"iya,,iya makasih ya udah khawatir sama aku..Udah donk jangan manyun Mulu tuh bibir nya,nanti cantik nya ilang loh."goda Milka sambil menyentuh dagu Fika.


Yang di goda hanya mencebikkan bibirnya.


Sedangkan di tempat lain pria parubaya sedang merencanakan sesuatu dengan seorang gadis.


"kau mengerti bukan,?,ayah tidak mau kalau sampai gagal."ucap pria tersebut


"hmm,aku mengerti ayah,bahkan nanti malam aku akan pergi ke mansion untuk mulai mendekati nya lagi,dan mendapat kepercayaan nya lagi."ucap Jenny.anak pria tersebut..


"bagus,dan kamu jangan sering kesini karna ayah takut ada yang mengetahui tempat persembunyian ini."ucap nya lagi.


Setelah itu Jenny pergi dari tempat itu,dan tanpa mereka tau ada seseorang yang merekam pembicaraan tersebut.


"aku sudah mengirim kan vidio ke email anda tuan."ucap lelaki asing tersebut.


"......"


Tut


Tut

__ADS_1


Tut


Sedangkan sebrang sana asisten Rey tersenyum devil,dan beranjak pergi keruangan tuan nya.


__ADS_2