
Di perusahaan Milka,ia sedang sibuk menandatangi berkas.
"kenapa aku tiba-tiba ingin ketoprak yah?"gumam nya dengan wajah senang.
"ke ruangan ku sekarang"titah nya pada asissten nya Lina.
Tok
Tok
Tok
"masuk"jawab Milka datar.
"ada yang bisa saya bantu,nona?"tanya Lina sopan.
"aku ingin makan ketoprak,dan kau harus menemani ku"ucap nya tegas tak ingin di bantah.
"baiklah nona,mari"ucap Lina sambil membungkuk kan badan nya.
Tak beberapa lama,mereka sudah ada di depan penjual ketoprak.
"bang,ketoprak nya 4 porsi,pedas."ucap Milka sambil duduk di tempat yang di sedia kan.
Lina yang mengekor pun ikut duduk di sebelah nya.
"maaf nona,kenapa banyak sekali memesan nya?"tanya Lina heran.
"untuk ku,,dan ya jangan bicara formal kalau sedang di luar."ucap Milka sambil mengecek handphone nya.
"baiklah"ucap Lina.
Terjadi keheningan beberapa menit,namun pesanan mereka sudah datang,dengan segera Milka memakan nya dengan rakus,seperti tidak makan beberapa hari.
Lina melihat itu pun merasa heran,dengan cara makan sahabat sekaligus atasan nya.
"ya ampun,berapa lama kamu tidak makan,kenapa kau seperti orang kerasukan saja"ucap Lina heran.
Bagaimana tidak heran,kalau Milka sudah habis 2 porsi,sedangkan ia baru separuh piring.
"kau tidak tau saja,ini kan kemauan anak-anak ku,makan nya aku makan nya banyak"ucap Milka dengan mulut penuh.
"ma,maksud mu?"tanya Lina belum mengerti.
"ck,,aku hamil,,dan kembar 3"ucap Milka santai.
__ADS_1
"a,apa?"ucap Lina kaget.
Tanpa aba-aba ia langsung memeluk Milka erat.
"aah,aku senang sekali mendengar nya..."ucap Lina tanpa melihat wajah Milka yang sudah menatap nya tajam.
"aku,harus memberitahu..."ucapan Lina terpotong,karna melihat tatapan tajam Milka.
"ma,,,maaf a,,,aku terlalu senang."ucap Lina terbata.
"kau ingin membunuh ku hah?"tanya Milka dengan tatapan yang semakin tajam.
"Bu,,bukan,,aku tidak sengaja"ucap Lina sambil menelan Saliva nya kasar.
Namu,sebelum membalas ucapan Lina,suara yang tak asing tertangkap oleh pendengaran mereka.
"bang,ketoprak nya 2 porsi pedas"ucap orang itu.
"kak Rey"panggil Milka.
Mendengar nama nya di panggil,ia menoleh ke sumber suara.
"nona,sedang apa di sini?"tanya Rey lembut.
"makan"ucap Milka sambil menunjuk piring yang sudah kosong.
Rey meneguk Saliva nya kasar..
"ya ampun,kenapa banyak sekali"batin Rey sambil melirik ke arah Milka dan piring bekas.
"terus kak Rey,kesini mau apa?,,bukan nya ini masih jam kantor?"tanya Milka mengerutkan kening nya.
"huft,biasa siapa lagi,kalau bukan suami mu yang menyebal kan itu"ucap Rey kesal.
"kenapa dia tidak ikut,padahal aku ingin bertemu dengan nya"ucap Milka sendu.
Rey dan Lina melongo mendengar itu,karna tak biasa nya Milka bersikap seperti itu.
"sudah jangan sedih,kamu kan bisa ke sana menemui nya."ucap Lina sambil tersenyum.
Deg
Rey mendengar suara lembut itu pun terkejut apa lagi jantung nya berdetak tak karuan.Ia baru menyadari kalau Lina ada di sana.
Rey memandang wajah cuek di depan nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan,bahkan ia merasa bahagia karna bisa melihat wajah yang mengganggu pikiran nya akhir-akhir ini.
__ADS_1
"hemm,baiklah aku akan ke kantor nya"ucap Milka membuyarkan lamunan Rey.
"ayo kak Rey kita ke kantor suami ku"ajak Milka semangat.
"baiklah"ucap Rey lesu,karna ia belum mau berpisah dengan Lina.
Milka yang melihat itu pun mengerti,
"kau Lina,ikut dengan ku"ucap Milka tegas tak ingin di bantah.
"baiklah"ucap Lina pasrah.
Senang bukan main,karna akhir nya ia bisa melihat wanita nya lebih lama.
"eh,apa yang aku ucapkan"batin Rey merutuki pikiran nya.
"ini pesanan nya tuan"ucap penjual ketoprak.
"ini uang nya,kembalian nya ambil"ucap Rey,dan segera pergi dari tempat itu.
Dengan Milka dan Lina mengekor di belakang.
Setelah masuk,ke dalam mobil,Lina kembali bersuara.
"ya ampun,aku harus memberitahu Digo,aku takut dia mencari kita"ucap Lina sambil merogoh tas nya untuk mengambil handphone.
Rey mendengar itu pun merasa tidak senang,tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karna ia bukan siapa-siapa nya.
Sedangkan Milka hanya diam tak menjawab ucapan Lina.
Beberapa menit,ia sudah selesai menelpon.
"bagaimana?"tanya Milka dengan masih fokus dengan ponsel nya.
"beres"ucap Lina dengan tersenyum manis.
Setelah beberapa menit berjalan.
"ya ampun,aku lupa"teriak Rey,membuat Lina dan Milka terkejut.
"ada apa?"tanya Milka dan Lina bersamaan.
"bagaimana ini,dan dimana aku harus menemukan nya"gumam Rey frustasi mengusap wajah nya kasar.
"ada apa kak?"tanya Milka sekali lagi.
__ADS_1
"aku harus bagaimana,suami mu meminta ku untuk membeli rujak,yang di campur dengan ice cream."ucap Rey membuat Lina dan Milka melongo.