Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 74


__ADS_3

Di tempat lain,sejoli yang sedang di mabuk cinta,masih berada di tempat mereka berkunjung.


"Rey,sebenar nya kamu mengajak ku ke sini untuk bertemu siapa?"tanya Lina penasaran.


Ya,sejoli itu Rey dan Lina,mereka masih berada di tempat,yang tak seharus nya mereka datangi,bahkan orang yang setengah gila pun tak kan mau datang ke tempat ini.


"nanti juga kamu tau,sayang"ucap Rey lembut,membuat Lina bersemu merah.


Setelah mendengar jawaban yang sama sedari tadi,Lina membungkam mulut nya hingga sampai di suatu ruangan.


Rey terdiam kemudian tangan nya terulur untuk menarik handle pintu,namun di hentikan oleh Lina.


"apa yang kamu lakukan,kenapa kamu main buka saja"ucap Lina pelan.


Mendengar itu Rey hanya tersenyum,tanpa mendengar ucapan Lina,Rey membuka pintu ruangan tersebut.


Seketika memasuki ruangan itu,Lina terkesima,karna ruangan itu cukup luas,bahkan ada beberapa barang yang tertata rapi di sana.


Jangan lupakan,ada sebuah ranjang yang cukup besar,di tengah-tengah ruangan itu.


Ketika sedang melihat-lihat ruangan itu,Lina di kejutkan dengan suara pintu terbuka.


Ceklek


Rey dan Lina menoleh ke sumber suara,membuat Rey melihat itu tersenyum.


"ayah"ucap Rey dengan senyum di wajah nya.


"Rey,kamu datang nak?"ucap pria paru baya tersebut,sambil menghampiri Rey,tanpa ragu pria paru baya tersebut memeluk nya erat,penuh kerinduan.


Lina melihat itu bingung,sebab ia tak tau kalau Rey masih mempunyai ayah.


Seketika ia menjadi gugup,bahkan tangan nya merasa dingin.


Setelah melepaskan pelukan nya,Rey menoleh ke arah Lina,ia menyuruh Lina mendekat.


"sayang,kemarilah"titah Rey lembut,sedangkan Lina sudah gugup bukan main,jantung nya berdegup kencang,saking gugup nya.


Pria paru baya itu melirik ke arah seorang gadis,ia tersenyum melihat ke arah Lina.

__ADS_1


"kemarilah nak,jangan takut,aku. tak kan menggigit mu"canda nya dengan tertawa pelan.


Meskipun gugup Lina segera menghampiri,dan menyalami pria paru baya tersebut.


"cantik"ucap ayah Rey sambil tersenyum.


"tentu saja,,"ucap Rey tersenyum.


Setelah itu,mereka duduk di sofa yang tersedia di sana.


Setelah berbasa-basi,sekarang mereka mengobrol dengan serius.


"ayah,,kapan ayah akan kembali,,apa ayah tak bosan berada di sini,,bahkan ayah sudah lebih dari 20 tahun berada di sini,,?"tanya Rey dengan serius,sedang kan yang di tanya hanya menghela nafas panjang.


"entahlah,,bukan ayah takut,hanya saja ayah belum siap bertemu orang yang ayah sayangi."ucap ayah Rey nampak bingung.


"tapi yah,apa ayah tidak ingin bertemu dengan anak ayah,bahkan ibu nya sedang sakit,meski sekarang sudah mulai stabil,namun sekarang,kami membutuhkan ayah di sana"ucap Rey menatap ayah nya.


"baiklah,ayah akan kembali,namun ayah belum siap penampakan diri ayah di hadapan semua orang."ucap nya pasrah.


"hmm,baiklah kalau begitu,kita bersiap-siap,aku takut ke buru malam"ucap Rey,,


Tak menunggu waktu lama,mereka sudah berada di dalam mobil..


Tak terasa mereka sudah sampai di apartemen Rey,setelah membantu membawakan barang ayah nya,Rey kemudian pamit,untuk pergi mengantar Lina.


Di perjalanan,hanya ada keheningan,Rey yang fokus mengemudi,dan Lina yang nampak sudah kelelahan.


Sudah sampai di apartemen Lina,Rey membangunkan Lina,karna tadi Lina tertidur.


"sayang,,bangun"ucap Rey lembut,sambil mengusap pipi Lina dengan jari nya.


Namun,tak ada respon sedikit pun,membuat Rey menggelengkan kepala nya.


Hingga akhir nya,Rey pun menggendong nya,menuju apartemen Lina,bahkan ia tak merasa sulit sedikit pun.


Sedangkan di kediaman Arion,seperti biasa,Arion begitu manja,bahkan sekarang pun ia sedang berbaring di atas ranjang,berbantal kan paha Milka.


"sayang"panggil Arion manja pada Milka.

__ADS_1


"ya"jawab Milka.


"kapan anak-anak kita besar nya,kenapa mereka masih kecil saja"celetuk Arion,membuat Milka tertawa kecil.


"nanti sayang,mereka kan baru berusia 1 bulan,nanti seiring bertambah nya bulan,mereka akan besar juga."ucap Milka,sambil menahan geli,karna Arion tak berhenti menciumi perut nya.


"aah,aku sudah tak sabar melihat mereka,lahir ke dunia,seperti nya akan sangat menyenang kan"ucap Arion dengan wajah bahagia.


"sabar nya,8 bulan lagi."ucap Milka sambil tersenyum.


Sedang berbincang-bincang,mereka di kaget kan dengan suara ponsel Arion,membuat Arion kesal,karna waktu nya di ganggu.


"ck,siapa sih,,mengganggu saja"decak Arion,membuat Milka menggeleng kan kepala nya.


"Rey,ada apa dia menelpon ku?"gumam Arion,sambil melirik ke arah Milka,sedangkan Milka hanya menggeleng.


"ada apa?"ketus Arion.


"tak ada,aku hanya memberi tau mu,kalau besok aku akan membawa seseorang bertemu dengan mu"ucap Rey serius.


"siapa?"tanya Arion.


"besok juga kau tau"ucap Rey dengan kekehan nya.


"ck,menyebalkan,kau mengganggu waktu ku,hanya untuk memberitahu,hal yang tak penting"decak Arion sebal,pada sahabat nya itu.


"ya ampun Ar,kenapa kau begitu sensitif sekali,seperti orang hamil saja"ucap Rey mendengar decakan Arion.


"dasar kutu kupret,apa kau lupa kalau istri ku sedang hamil,dasar kau ini membuat ku kesal saja"gerutu Arion pada Rey.


Namun Rey hanya,terkekeh saja mendengar Arion kesal.


"ya sudah,aku tutup dulu,jangan lupa besok pagi-pagi,aku akan kesana membawa orang itu,jangan lupa buatkan sarapan yang enak dan banyak"ucap Rey semakin menggoda Arion,namun sebelum mendengar ocehan sahabat nya lagi,ia segera menutup telpon nya.


"besok,pasti kau senang dengan orang yang ku bawa"gumam Rey.


Sedangkan Arion,ia sedang menggerutu karna kesal dengan Rey.


"dasar,sudah mengganggu waktu ku,dan sekarang dengan tak sopan nya,dia mematikan telpon dengan seenak nya,dan apa tadi dia bilang,,buatkan sarapan yang banyak,,memang nya rumah ku ini tempat sarapan gratis apa,dasar kutu kupret membuat ku kesal saja"ucap Arion panjang lebar,membuat Milka yang mendengar nya hanya menggeleng kan kepala nya...

__ADS_1


__ADS_2