
Beberapa menit kemudian,dia telah sampai di sebuah hotel milik nya.
Ckit
Dia parkir sembarang karna,gadis itu tidak mau diam,bahkan baju nya saja sudah hilang entah kemana.
Dia turun lalu,menggendong gadis itu,walau pun kesusahan tapi dia berusaha untuk tetap menggendong nya,walau pun gadis itu tidak mau diam dan terus menciumi nya tanpa henti.
"panas..badan ku panas,tolong bantu aku,aku sudah tidak kuat lagi,akh."ucap gadis tersebut dengan nafas tersenggal senggal menahan sesuatu yang ingin segera di tuntas kan.
"sabar nya,sebentar lagi kita sampai."ucap Arion dengan nafas memburu menahan gejolak yang menderanya.
"aku sudah tidak kuat lagi."ucap gadis tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan kamar tersebut, dan Arion berusaha membuka pintu yang biasa gampang,tapi sekarang sangat susah karna gadis ini tidak berhenti menggerayangi badan nya.
Ceklek
Pintu terbuka,dengan segera Arion membawa masuk gadi itu..
Bruk
Arion menutup pintu dengan kakinya.
__ADS_1
Membawa gadis itu ke kasur.
"tunggu sebentar aku akan menyiapkan air dingin dulu.." belum sempat Arion berdiri gadis itu menarik tangan nya sampai terlentang di atas kasur.
Cup
"terima kasih,sudah memberikan nya padaku,aku pasti akan bertanggung jawab padamu, Milka Pramudya Putri"ucap Arion dengan penuh kelembutan,dan ya gadis itu adalah Milka.
Setelah berbicara begitu, Arion masuk kedalam selimut bergabung dengan Milka yang sudah terlelap karna kelelahan..
Keesokan pagi nya,sinar matahari menembus gorden,membuat Arion memgerejap kan mata nya,dia menoleh ke samping nya,di sambut dengan wajah polos tanpa make-up dan nampak natural,membuat Arion betah berlama lama menatap nya.
Entah keberanian dari mana,Arion meraba wajah Milka dengan jari nya dengan penuh kelembutan,karna takut membangun kan nya.
Milka bangun dengan keadaan badan yang remuk redam,ia menoleh ke samping nya,di lihat nya wajah tampan yang sedang terlelap.
Setelah puas memandangi wajah tampan itu,ia bangkit untuk membersihkan diri,namun baru menginjak kan kaki ke lantai,ia merasa kan perih di bagian inti nya.
"sshh."Milka meringis namun baru akan berdiri,ia merasa badan nya melayang.
"akh.."jerit Milka..Tanpa di sadari pipi nya merona menahan malu.Ia mengingat kejadian semalam.
Cup
__ADS_1
"kenapa tidak membangun kan ku,hmm"tanya Arion.
"a,,ku tidak ingin mengganggu tidur mu tuan."jawab Milka sambil menundukkan wajah nya,berusaha menyembunyi kan wajah nya yang sudah seperti kepiting rebus.
Namun,itu terlambat karna Arion sudah melihat wajah nya.
Tanpa menjawab ucapan Milka Arion melenggang pergi ke kamar mandi dengan menggendong Milka..
Mandi yang biasa nya hanya memerlukan waktu dua puluh menit,sekarang malah jadi satu jam,
entah apa yang mereka lakukan,hanya mereka yang tau.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka,memperlihat kan dua wajah yang berbeda,Arion menampakan wajah yang bahagia,berbeda dengan Milka,Milka hanya menampakan wajah merah merona,karna merasa malu..
Walau mereka,yang awal nya cuek,tapi hati tidak bisa berbohong,kalau di antara ke dua nya sudah tumbuh benih benih cinta.Hanya saja yang di rasakan Milka ada rasa canggung,berbeda dengan Arion,dia tidak merasa canggung lagi,bahkan sekarang pun dia sudah memanggil Milka dengan 'sayang'.
Setelah beberapa menit,mereka selesai bersiap dan sudah mengganti baju,bahkan sopir Arion mengantar kan pakaian ganti untuk Milka.Karna di kamar tersebut tidak ada baju perempuan.
"hari ini kita ke mansion ku saja ."ucap Arion,dengan nada datar nya.
"ada yang ingin ku bicara kan"ucap Arion sambil memandang wajah Milka di pantulan cermin.
__ADS_1