
Di tempat lain,Ricki sedang merencanakan sesuatu,ia berencana untuk menyerang kediaman Arion,bersama anak buah nya.
Namun,semua nya tidak seperti yang mereka bayangkan,ternyata untuk memasuki kediaman Arion,mereka harus melewati beberapa pengawal,yang siap siaga di sekitar mansion.
Bahkan,menurut mata-mata di kediaman Arion,di sekitar sana ada puluhan orang yang berjaga di tempat tak terduga.
Itu,membuat mereka kesulitan,menembus pertahanan kediaman Arion.
"baiklah,kita akan menunda penyerangan ini"ucap Ricki kepada anak buah nya.
Kembali lagi di kediaman Arion,seorang pelayan membawakan minuman dingin,yang di minta oleh Milka.
Namun,Milka merasa ada yang aneh dengan pelayan tersebut.
"kamu"ucap Milka dingin,seketika membuat suasana yang tadi nya hangat berubah menjadi dingin.
"apa yang kau campurkan dalam minuman ku?"tanya Milka menatap tajam pada pelayan tersebut.
"ti,,,tidak a,,,ada nyonya"ucap pelayan itu gugup.
Tanpa pikir panjang,Milka berdiri dari duduk nya,menghampiri pelayan yang sedang gugup.
"benarkah?"tanya Milka dengan senyum sinis nya,sambil mengangkat gelas yang berisi minuman dingin tersebut.
Semua orang yang berada di sana di buat merinding,mendengar penuturan Milka.
Sedangkan Arion dan Rey pergi entah kemana setelah menerima telpon dari seseorang.
Pelayan tersebut,hanya bisa menundukkan kepala nya,bahkan badan nya terasa kaku.
"baiklah,kalau begitu"ucap Milka dengan senyum menyeringai.
Prok
__ADS_1
Prok
Prok
"seret dia ke markas."perintah Milka pada pengawal nya.
"siap bos"ucap pengawal tersebut,sambil menyeret pelayan itu.
Segera Milka,duduk kembali di kursi nya dengan santai,seperti tidak terjadi sesuatu.
"maaf sebelum nya,karna harus ada kejadian seperti barusan"ucap Milka sopan dan lembut.
Semua orang terkejut dengan perubahan sikap tersebut,namun mereka tak berani mengatakan apa-apa,hanya bisa meng anggukan kepala nya.
"oh ya,paman,apa paman tidak ingin berbicara dengan Tante Mita?"tanya Milka kepada Dimas,namun itu berupa kode,agar kedua nya bisa leluasa berbicara.
"tentu saja"ucap Dimas sambil berdiri,dan mengajak Mita.
"ayo"ajak Dimas membuat Mita gugup.
Melihat itu,Rena,suami nya dan Arkan pamit pergi,karna waktu sudah menjelang petang.
Bahkan tidak terasa mereka sudah seharian di sana.
"baiklah nak,,kami pamit pulang dulu,nanti kalau ada waktu,kami akan main ke sini lagi"ucap Rena lembut sambil memeluk Milka.
Setelah semua orang pergi,dan di sana hanya tersisa Milka,Lina dan Digo.
Tatapan Milka seketika berubah menjadi dingin kembali.
"kalian pergilah,besok aku akan ke sana untuk mengurus nya,dan ya,jangan biarkan pelayan itu lolos."ucap Milka dengan nada tegas.
Lina dan Digo,hanya menganggukkan kepala nya,tanda mengerti.
__ADS_1
"hmm,pergilah"ucap Milka menyuruh Digo dan Lina pergi.
Tanpa membalas ucapan Milka,mereka pergi dari mansion Arion.
Di tempat lain,Arion dan Rey,sedang berada di sebuah rumah di pinggiran kota.
Menurut,sang mata-mata,di dalam rumah tersebut ada seorang wanita paru baya.
Namun,belum saja mereka mengetuk pintu,pintu rumah tersebut sudah terbuka terlebih dulu.
Arion menatap,wanita paru baya itu,dengan tatapan yang sulit di arti kan.
"maaf,ingin bertemu siapa?"tanya wanita itu dengan tersenyum ramah.
"ekhmm,,begini,kami ada perlu sebentar,apa bisa bicara di dalam?"tentu saja Rey yang bicara,sedangkan Arion hanya menatap datar saja.
"oh,,ya silahkan"ucap wanita tersebut sambil menyuruh mereka duduk.
"begini,,apa benar, anda yang membantu persalinan,atas nama nyonya Airin?"tanya Rey ramah.
Deg
Wanita itu pun terkejut,bahkan semenjak kejadian itu,ia langsung mengundurkan diri nya menjadi perawat di rumah sakit.
"iya,,bahkan saya ingat siapa saja yang menjadi partner saya."ucap wanita itu berkaca-kaca.
"maaf,bolehkah saya tau nama anda?"tanya Rey.
"nama saya Indri"jawab wanita itu.
"jadi begini Bu Indri,kami ke sini ingin menanya kan,apa sebenarnya yang menyebab kan nyonya Airin meninggal?"tanya Rey lagi,sedangkan Arion hanya duduk dan mendengarkan.
Bu Indri yang mendengar itu pun,hanya mengerutkan kening nya.
__ADS_1
Rey yang mengerti itu pun berbicara lagi.
"perkenalkan,nama saya Reynaldi,panggil saja Rey,kalau di sebelah saya adalah tuan Arion Hilmawan,anak dari nyonya Airin Hilmawan"