
Setelah memasukan Fika ke kamar mandi,semua para pria keluar,dan Milka menemani Fika yang sedang berendam dengan air dingin.
Sedangkan semua orang hanya menggelengkan kepala nya,mendengar gerutuan Digo yang tak berhenti sedari keluar dari kamar Fika.
"berisik,apa kau tidak cape mengomel terus dari tadi?"decak Rey kesal.
"hey tuan,asal kau tau,karna gadis itu,aku sudah kehilangan ciuman pertama ku,bahkan aku sampai kehilangan ke perjakaan ku"ucap nya kesal pada Rey.
"kenapa,kalau memang keperjakaan mu hilang,kau kan bisa merasa kan indah nya malam pertama"ucap Rey dengan senyum manis nya.
"indah apa nya,yang ada aku bisa gila"decak Digo kesal karna perkataan Rey.
"berisik,apa kalian tidak cape berdebat terus?"bentak Arion,karna kesal dengan mereka berdua di tambah memikirkan siapa yang berani menjebak adik nya.
Mendengar bentakan itu membuat Rey dan Digo terdiam,sedangkan dokter Bayu hanya tersenyum melihat mereka semua.
"aku kan hanya kesal karna ga..."ucapan Digo terpotong oleh Arion.
"terima kasih karna kau telah menyelamatkan adik ku"ucap Arion dengan nada datar.
"hmm"balas Digo malas.
"Rey,selidiki siapa yang berani berbuat hal seperti itu"ucap Arion pada Rey dengan nada tegas.
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan mereka,semua.
"tidak perlu aku sudah tau siapa orang nya"ucap Milka dingin,bahkan tatapan nya dingin.
"sayang,,dari mana kamu tau?"tanya Arion lembut.
"anak buah ku,bahkan orang itu sudah di tempat ku"ucap Milka datar.
"pak Kus,,tolong ambilkan pakaian tuan,di kamar nya?"ucap Milka lembut.
"baik nyonya"ucap pak Kus sopan dan pergi ke lantai atas.
Sedangkan Bayu mendengar itu melongo"kenapa sikap nya bisa berubah begitu cepat,tadi dingin tapi bicara pada pak Kus lembut"batin Bayu sambil melihat ke arah Milka.
"jaga pandangan mu,dari istriku"ucap Arion dingin menatap tajam pada Bayu,bahkan ia melempar bantal sofa ke kepala Bayu.
"ck..kenapa kau posesif sekali"ucap Bayu berdecak kesal.
Sedangkan di kamar Fika,ia sedang tertidur karna kelelahan menahan na*su nya.
Di kamar tamu,Digo sedang berganti pakaian,dengan pakaian yang di berikan pak Kus.
"sial,niat nya nolongin malah kena sial,tapi,,manis juga,"gumam Digo,sambil memegang bibir nya sendiri.
__ADS_1
"ish,apa sih yang kau pikirkan,Digo"decak nya lagi.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam,Digo sudah pulang bersama dokter Yuda,sedangkan Rey menginap di mansion Arion,karna ia harus mengerjakan pekerjaan kantor yang belum sempat di kerjakan.
Berbeda di kamar pasutri itu,mereka sedang menonton televisi,namun mata mereka hanya melihat ke arah gadget nya masing-masing.
"sayang,kapan kita melihat orang itu?"tanya Arion memecah keheningan.
"besok"ucap Milka singkat.
Mendengar jawaban Milka,membuat Arion berdecak kesal.
Membuat Milka menoleh ke arah nya,ia langsung mengerti dan segera menutup laptop nya.
"ayo sayang,kita tidur"ajak Milka lembut sambil memegang tangan Arion lembut.
Sedangkan di tempat lain,Ricki sedang berbicara serius dengan Danu Brata.
"kapan kita melaksanakan rencana kita?"tanya Ricki pada Danu.
"besok,karna aku mendengar bahwa besok Arion akan pergi keluar kota,sedangkan istri nya akan ada di mansion nya,jadi kita akan gampang melancarkan aksi"jawab Danu sangat yakin.
Tapi mereka tidak tau,bahwa sesuatu sedang menunggu mereka di sana.
__ADS_1