
Rendra pun keluar dari kamar nya,menaiki kursi roda dan di dorong oleh Sinta...
Ketika sudah sampai di ruang tamu,dia melihat seseorang sedang melihat Poto anak nya..
"ekhem."dehem rendra.hingga mengejut kan orang itu.
Rey pun berbalik,hingga membuat Rendra terkejut.
"anda.."ucap Rendra heran karna ada asisten orang penting datang ke rumah nya.
"salam tuan."ucap Rey dengan senyum..
"sudah nanti lagi berbicara nya,sekarang kita duduk dulu..Mari tuan."ucap Sinta lembut sambil mendorong kursi roda suami nya.
"ada perlu apa tuan datang ke rumah kami?."tanya Rendra..
"keperluan saya ke sini untuk mengundang anda datang ke rumah tuan saya."ucap Rey..Sedang kan Rendra mengkerut kan kening nya.
"memang ada acara apa,sehingga tuan Arion mengundang saya ke tempat nya?."tanya Rendra..
"hanya acara biasa saja,dan mungkin ada yang akan di kenal kan pada anda.."ucap Rey.
"saya..?..Memang nya siapa?.."tanya Rendra.
__ADS_1
"saya tidak tau..yang jelas beliau ingin tuan datang ke sana,,dan itu harus..."ucap Rey sopan.
Walau pun penasaran tapi Rendra mengiyakan undangan tersebut.
"baiklah,saya akan datang,memang kapan acaranya.?"tanya Rendra
"besok tuan."ucap Rey
Rendra hanya mengangguk kan kepala nya.
"oh,dan ini pakaian untuk anda dan istri anda pakai."ucap Rey sambil memberikan paper bag pada istri Rendra,Sinta..
"kalau boleh saya tau,siapa gadis yang ada di Poto itu.?"tanya Rey..
"itu anak saya.."Rendra tak sanggup menerus kan perkataan nya malah sekarang cairan bening keluar dari sudut mata nya.
"ekhem,baik lah kalau begitu saya permisi,dan jangan lupa besok,jam tujuh anda harus sudah ada di rumah tuan saya."ucap Rey
Setelah kepergian Rey,Rendra menatap Poto seorang gadis,dan itu malah membuat nya terisak.
"sudah pah,semoga saja anak buah kita bisa menemukan nya.."ucap Sinta lembut dengan mata yang berkaca kaca..
Sudah dua tuhan mereka mencari keberadaan anak Rendra.Bahkan sebelum mereka menikah pun Sinta sudah menemani Rendra karna terpuruk kehilangan anak dan istri nya.
__ADS_1
Sebenarnya Sinta adalah ibunya Jenny.Namun karna sesuatu mereka harus menikah,dan mereka menikah sudah satu setengah tahun.
Maka dari itu Sinta tidak pernah menuntut apapun dari Rendra,karna ini semua bukan kemauan mereka.Bahkan saat Rendra masih memikirkan istri dan anak nya,Sinta tidak pernah cemburu,bahkan Sinta sangat mendukung Rendra suami nya.
Setelah beberapa belas menit,Rendra sudah berada di kamar nya.Dan Rendra berbicara pada Sinta dengan rasa penyesalan nya.
"ma,terimakasih sudah mendukung semua keputusan ku,dan maaf aku belum bisa mencintai mu,aku harap kamu tidak akan pernah menyesal karna hidup bersama dengan ku."ucap Rendra dengan suara parau.
""apa yang papa bicarakan,tentu aku akan mendukung semua keputusan mu,dan asal kamu tau pa,aku juga belum bisa mencintai mu..Bahkan aku tidak akan menyesal hidup dengan mu,karna kau,aku mendapat kan seseorang yang mengerti diriku."ucap Sinta dengan terisak Isak.
"terimakasih ma."ucap Rendra..
Walau pun mereka tidak saling mencintai,tapi mereka sepakat kalau panggilan mereka 'mama' dan 'papa'..
Sedangkan di mansion Arion,terjadi kegaduhan,karna seorang wanita membuat keributan menerobos masuk,meski sudah di larang.
"ada apa ini."ucap Rey dingin.
"lihat siapa yang datang."ucap Jenny dengan nada mengejek."minggir aku ingin bertemu dengan Arion."ucap jenny angkuh.
Sedangkan Rey mengangkat jari nya,menyuruh pengawal pergi.
"apa lagi yang kau ingin kan Jenny,bukan kah kau sudah di larang menemui Arion,seharus nya kau paham bukan?."Rey berkata dengan nada dingin yang menusuk.
__ADS_1