Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode17


__ADS_3

Setelah sampai di ruang tengah,Arion melirik ke arah Milka yang sedang menundukan kepala nya.Sedangkan para pekerja butik membukakan badan nya.


"tuan."ucap mereka serempak.


"apa sudah selesai?."tanya Arion.


"sudah tuan..Kalau begitu kami permisi,tuan,nona."ucap mereka.


Di balas anggukan oleh Arion dan Milka.


"apa kau sudah menemukan yang cocok?."tanya Arion.Karna dia bingung harus bicara apa.


"sudah tuan.eh.emm."ucap Milka bingung,entah harus memanggil apa.


"maaf,aku bingung harus memanggil anda apa.?"tanya Milka.


"terserah,mau sayang,honey,hubby,aku terima."ucap Arion dengan pede nya.sambil bergumam dalam hati "dan aku pasti sangat bahagia sekali."....Lalu berdiri hendak menghampiri Rey yang sedang menerima telpon di halaman belakang..


Sedangkan Milka hanya melongo tak percaya dengan apa yang di dengar nya.Namun dalam hatinya bahagia."andai kau tau,aku pasti akan sangat bahagia bila memanggil mu dengan sebutan itu,tapi aku merasa canggung,dan aku tak mau membuat mu risih,bila aku memanggil mu begitu."gumam Milka dalam hati nya,dengan senyum dan wajah merona.


Tiba-tiba senyum nya memudar dengan wajah tambah merona.


"seperti nya ada yang lagi bahagia nih.."sindir Fika,yang baru pulang dari kuliah nya.


"ish,kau ini mengagetkan ku saja."jawab Milka gelagapan.

__ADS_1


"kenapa kau gugup begitu?."tanya Fika dengan memicingkan mata curiga.


"ma,,mana ada,aku hanya sedang melamun saja."elak Milka gugup..


"wah,,wah kalian sedang membahas apa,seperti nya bahagia sekali."ucap Rey yang baru datang dengan Arion di samping nya.


Sedangkan Milka hanya menunduk,menyembunyikan wajah nya yang kembali merona,karna di tatap Arion dengan intens.


Sementara dua orang memperhatikan itu hanya tersenyum penuh arti.


"ekhem,seperti nya ada yang sedang jatuh cinta,kak Rey."ucap Fika dengan mengedipkan mata pada Rey.


"ekhem,ayo lebih baik kita pergi,jangan mengganggu."ucap Rey dengan nada meledek nya.


Membuat Arion gelagapan karna ketahuan menatap Milka dengan begitu lama.


"ck,kau ini,padahal kalau masih mau melihat nya silahkan aku akan setia menunggu."ledek Rey dengan tawa keras nya.


Milka yang mendengar itu pun semakin menundukkan wajah nya.


"sudah-sudah,kalian malah menggoda kakak ipar ku,lihat lah wajah nya merah bak kepiting rebus."ucap Fika dengan senyum jahil nya,yang mendapat cubitan di pinggang nya.


"aow,kenapa kau mencubit ku."ucap Fika membuat Milka salah tingkah,dan pergi meninggal kan mereka yang sedang tertawa puas.


Sedangkan Arion hanya berdecak sebal,dan meninggal kan ke dua nya ke ruang kerja.

__ADS_1


"aduh kak Rey,perut ku sakit."ucap Fika yang tak berhenti tertawa.


"ya sudah sana istirahat,karna besok hari yang spesial untuk manusia dingin itu."ucap Rey dengan senyum nyeleneh nya.


Segera Fika meninggal kan Rey menuju kamar nya.


Sedangkan Rey,pergi menyusul Arion.


Ceklek


Rey masuk dan melihat Arion mendelik padanya.


"wow wow kenapa memandang ku begitu?."tanya Rey dengan senyum jail nya.


Tak


"kau membuat nya malu tau."decak Arion sebal.


"memangnya kenapa,apa kau tak rela dia pergi begitu saja?."tanya Rey.


"kau ini."decak Arion sebal.


"tapi,kau tau dia itu sangat menggemas kan bila sedang malu begitu.."ucap Rey


Sedangkan Arion membulat kan mata nya mendengar penuturan Rey.

__ADS_1


"kau jangan coba-coba menatap nya lagi,walau hanya sebentar ,karna hanya aku yang boleh menatap nya,kau mengerti?."geram Arion,dingin.


__ADS_2