Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 31


__ADS_3

Karna ke asyikan melamun,ia tak menyadari kalau Digo sudah ada di ruangan nya menatap heran pada atasan sekaligus sahabat nya.


Brak


Lina yang sedang melamun pun terkejut mendengar gebrakan tersebut.


"kau membuat ku terkejut saja."gerutu nya sambil mengusap dada nya.


"hhee.."yang bersalah hanya nyengir dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"ada apa..?"tanya Lina serius.


"ekhmm...semua sudah beres,lusa adalah pertemuan nya."ucap Digo serius.


"bagus,,kita akan melihat siapa di antara mereka yang pantas mendapat kan proyek ini."ucap Lina tak kalah serius.


"iya,kamu benar..walau perusahaan ini bukan no satu di Asia,tapi kita harus teliti memilih partner kerja yang bisa di andal kan."ucap Digo.


"kamu benar."Lina membenarkan.


"oh ya bagai mana dengan dia,kapan dia akan kembali ke perusahaan?."tanya Digo.


"entah lah,yang jelas dia bilang ini bukan saat nya."ucap Lina.


"hmm..baiklah kalau begitu aku ke ruangan ku dulu."ucap Digo.


"hmm,jangan lupa siapkan segala sesuatu nya untuk lusa."ucap lina.sambil kembali melihat berkas-berkas..


Sedangkan di perusahaan lain,tepat nya di Pramudya group,Rendra datang bersama asisten nya untuk membahas soal undangan tersebut.


Meski jarang datang ke perusahaan nya,tapi dia selalu memantau perkembangan nya.


Namun kali ini ia sengaja datang,karna ada sesuatu yang harus di bahas nya bersama asisten nya.


"bagaimana bisa?"tanya Rendra dengan suara tertahan karna menahan emosi nya.


"saya tidak tau tuan,tapi sekarang kami sedang mencoba melacak nya."ucap pak Tomi,asisten Rendra.

__ADS_1


"lakukan apapun untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini."ucap Rendra tegas.


"baik tuan.."ucap pak Tomi.


Tok


Tok


Tok


"maaf tuan,saya permisi,ada hal yang ingin saya bahas."ucap orang itu sebagai ahli dalam IT.


"masuklah."ucap pak Tomi.


Lalu orang itu masuk masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"ini tuan data-data yang berusaha membobol sistem ke amanan perusahaan ini."ucap nya gugup karna melihat atasan nya seperti siap menerkam mangsa.


Tak banyak bicara Rendra segera meraih map yang berada di hadapan nya.


Setelah beberapa saat membaca nya dengan teliti,ia mengepal kan tangan nya dengan wajah memerah menahan amarah.


Brak


"Tomi,cari orang tersebut dan bawa ke tempat biasa."ucap Rendra menahan emosi.


"baik tuan."ucap pak Tomi.


Sedang kan orang yang dari tim IT gemetar takut melihat atasan nya di penuhi amarah.


"kau silahkan kembali bekerja."ucap pak Tomi.


" baik pak,saya permisi."ucap nya gugup.


Setelah semua keluar Rendra melihat kembali data orang tersebut,dan mengkerutkan kening nya.


"siapa yang berani bermain-main dengan ku."geram nya.

__ADS_1


Walau pun dia sosok yang ramah dan lembut,namun bila ada yang mengusik keluarga nya dan pribadi nya ia tidak akan tinggal diam.


Di lain tempat,seorang pemuda menemui seorang parubaya,sebut saja ayah nya.


"bagaimana apa kamu sudah berhasil.?"tanya ayah si pemuda.


"sudah,cuma mereka berhasil ngelacak siapa pelaku nya."ucap pemuda itu.


"hmm,biarkan saja,supaya dia fokus sama hal itu,dan kita bisa urus anak nya dulu."ucap parubaya tersebut.


"tapi bagaimana,ayah kan tau kalau dia sudah ada yang melindungi."ucap pemuda itu.


"Dani,,Dani kamu tenang saja kita bisa memantau nya dulu,kalau ada kesempatan baru kita bergerak."ucap parubaya tersebut.


Pemuda tersebut adalah Dani,anak dari istri ke duanya.


Bahkan ia menikah dengan istri kedua tanpa sepengatahuan istri pertama nya.


"hmm,baiklah aku akan menyuruh anak buah ku melakukan nya."


"lalu apa kabar dengan kakak,apa dia sudah melakukan rencana nya.?"tanya pemuda itu.


"sudah tapi gagal,bahkan dia malah di aniaya oleh anak itu."ucap parubaya tersebut geram.


"hmm,seperti nya menarik."gumam Dani.


"lalu bagaimana dengan ibumu.?"tanya ayah nya.


Sebelum menjawab ia menghela nafas kasar.


"entahlah,bahkan sekarang kondisi nya semakin memburuk."ucap nya lesu.


"ya sudah,sampaikan saja salam ayah pada ibu mu....maaf karna ayah belum bisa menemui nya."ucap ayah nya.


"baiklah,aku pulang dulu."pamit nya.


pria parubaya itu hanya menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


Setelah anak nya sudah tidak terlihat,ia membanting seluruh barang yang ada di dekat nya.


"sial,kenapa dia masih hidup saja..aaakhh sial..jangan sampai rencana ku gagal karna nya."geram nya marah.


__ADS_2