
Siang berganti malam,kini mereka,Arion,Milka,Rey,dan Fika, telah berkumpul di ruang keluarga.
Milka melihat Fika yang sedang senyum-senyum sendiri.
"hey,ada apa dengan mu,kenapa senyam senyum sendiri?"tanya Milka heran.
"hhee,,kau tau.."
"tidak"jawab Milka cuek.mendengar ucapan Milka,Fika mencebikkan bibir nya.
"ck,aku belum selesai bicara"kesal Fika.
"ya sudah lanjutkan"ucap Milka cuek sambil memakan buah melon di tangan nya.
"kau tau,aku tadi bertemu dengan pria tampan."ucap Fika kembali semangat.
"terus"ucap Milka serius,seolah tertarik dengan cerita Fika.
"iya,,dia begitu tampan,,tapi....dia juga begitu dingin."ucap Fika mengingat wajah pria yang ia tabrak.
flashback on
Fika sengaja datang lebih awal,karna ia ingin bersantai sejenak.
Bruk
"aww,"ringis Fika karna menabrak seseorang di depan nya.
"apa kau tidak punya mata?"gertak pria tersebut.
Deg
Fika merasa kenal dengan suara tersebut,segera mengangkat kepala nya.
"kamu"
__ADS_1
"kamu"ucap mereka bersamaan.
"ish,apa kau tidak bisa sekali saja tidak menabrak ku?"geram pria tersebut merasa kesal dengan Fika.
"maaf,aku kan gak sengaja,lagi pula aku senang melakukan nya."ucap Fika senang karna bisa bertemu lagi dengan pria yang membuat ia senang.
"dasar bocah ini"gerutu pria tersebut.
Belum Fika menjawab ucapan tersebut,seseorang berteriak memanggil seseorang.
"Digo."panggil orang tersebut.
Merasa nama nya di panggil Digo,melambaikan tangan nya.
Berbeda dengan Fika,ia senang karna mengetahui nama pria itu.
"oh jadi nama nya Digo"gumam Fika.
Namun,ia kembali murung,melihat seorang gadis menghampiri Digo,dengan begitu akrab.
Digo hanya mengedikkan bahu nya tanda tak tau.
Gadis yang melihat itu hanya manggut-manggut mengerti.
Tanpa melihat keberadaan Fika,Digo segera mengajak gadis itu duduk di kursi cafe.
Fika melihat itu,merasa sedih karna di acuhkan oleh orang yang ia sukai,saat pertama kali melihat nya.
Karna sudah melihat teman nya datang ia melambaikan tangan nya.
"di sini"ucap Fika dengan wajah kembali ceria.
Setelah memesan minuman,ia mendengar percakapan dua orang yang terlihat akrab tersebut.
"apa dia kekasih nya?"batin Fika.Tapi ia merasa bahagia bisa melihat wajah Digo begitu lama.
__ADS_1
Flashback off
Milka yang mendengar curhatan adik ipar sekaligus sahabat nya hanya diam tidak memberi kan ucapan apa pun.
Kejadian tadi siang di cafe,Digo dan Lina sengaja makan siang di cafe sebrang kantor tempat mereka bekerja.
"oh ya kau sudah pesan?"tanya gadis itu.
"belum"ucap Digo singkat.
"mbak"panggil gadis itu.
Setelah memesan pada pelayan cafe tersebut mereka,kembali mengobrol masalah serius.
"bagaimana Lin,apa kau sudah menghubungi nya lagi?"tanya Digo serius.
"gak,aku gak mau ganggu dia,bahkan aku sengaja beberapa hari ini tidak menghubungi nya."ucap Lina lesu.
"kenapa?"tanya Digo serius,karna ia tau kalau sahabat nya itu menyukai asisten Rey.
Belum menjawab tapi seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.
"silahkan,,selamat menikmati"ucap pelayan tersebut ramah.
"terimakasih"jawab Lina tak kalah ramah.
"entahlah,aku merasa,aku terlalu naif,kalau aku terus mengejar nya,sedangkan dia,jangankan mengejar ku kembali,melirik saja ia enggan"ucap Lina sendu.
"sudahlah,mungkin bukan jodoh mu,kalau jodoh pasti kalian bisa bersatu....."ucap Digo mencoba menghibur sahabat nya.
Lina tidak menjawab,ia hanya menganggukan kepalanya.
"makanlah nanti keburu dingin"ucap Digo sambil tersenyum.
Setelah selesai makan siang mereka segera pergi,dan melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai.
__ADS_1