Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 52


__ADS_3

Ke esokan hari nya,tepat nya pagi hari,terjadi kegaduhan di kediaman Arion.


Di dalam kamar nya Arion,mengalami mual dan muntah,dengan sabar Milka memijat tengkuk nya.


"apa sudah lebih baik?"tanya Milka merasa khawatir pada suami nya.Setelah beberapa saat dari kamar mandi.


Arion hanya menganggukkan kepala nya lemah,karna ia merasa lelah,karna habis mengeluarkan isi perut nya.


"aku panggilkan dokter yah?..aku khawatir kalau kamu begini terus."ucap Milka dengan wajah khawatir nya.


"hmm"jawab Arion beserta anggukan.


"baiklah,aku akan menghubungi dokter Yuda dulu."ucap Milka beranjak dari duduk nya.


Setelah beberapa menit,Milka kembali menghampiri suami nya dengan membawa secangkir teh jahe,supaya mengurangi mual pada suami nya.


"minum dulu,supaya perut nya gak mual lagi."ucap Milka lembut.


Arion mendapat perhatian seperti itu merasa terharu.


"ada apa?..apa ada yang sakit?.."tanya Milka melihat suami nya berkaca-kaca.


"tidak,,aku hanya terharu saja"ucap Arion dengan lemah.


"syukurlah aku kira ada yang sakit."ucap Milka dengan senyuman manis.


"peluk"npinta Arion merentangkan tangan nya.


Milka dengan senang hati memeluk suami nya penuh sayang.


Tok


Tok


Tok


"masuk"jawab Milka.


Ceklek


"maaf tuan,nyonya...dokter nya sudah tiba."ucap pelayan memberitahu majikan nya.


"oh ya bi,suruh masuk saja."ucap Milka lembut.


"baik,permisi tuan,,nyonya"pamit nya.


Beberapa detik kemudian dokter masuk.


"siapa yang sakit?"ucap dokter Yuda.

__ADS_1


"suami saya dokter,tolong periksa."ucap Milka sopan.


"ck,ck..bagaimana kau bisa sakit ?"gerutu dokter Yuda.


"memang nya kenapa,kalau aku sakit,,?"tanya Arion ketus.


Yuda tidak menjawab pertanyaan Arion,ia sekarang malah sibuk memeriksa tubuh Arion.


Sesekali ia mengerenyitkan dahi nya.dan menatap pada Arion dan Milka secara bergantian.


"tidak ada penyakit serius,bahkan kondisi badan nya stabil....."ucap nya menjeda.


"apa nyonya sudah memeriksa kan diri?"tanya Yuda melihat ke arah Milka.


Milka mendengar itu pun mengerenyit kan dahi nya bingung.


Melihat kebingungan pada istri sahabat nya,Yuda menghela nafas.


"sebaik nya nyonya memeriksa kan diri..."belum selesai ucapan nya malah terpotong oleh Arion.


"hey,sebenar nya yang sakit itu aku apa istriku,kenapa kau malah menyuruh istriku yang di periksa,apa kau sudah tidak becus menjadi dokter,apa kinerja mu selama ini sudah menurun,apa kau sudah bosan bekerja"ucap Arion ketus menatap kesal pada sahabat nya itu.


Yuda membelalak kan mata nya menatap heran pada sahabat nya,sedetik kemudian menggelengkan kepala nya.


"ck,,lalu untuk apa kau menelpon menyuruh kesini,,?dasar menyebalkan..."ucap Yuda sambil berdecak sebal.


"berani nya kau"bentak Arion.


Seketika emosi nya mereda.


Melihat Arion diam,Yuda melanjutkan ucapan nya.


"ekhm,begini,maksud ku mengatakan kalau istri mu harus memeriksa kan diri,karna aku merasa kalau istri mu tengah mengandung...dan mungkin kamu mengalami couvade sindrom...makan nya aku menyarankan agar istri mu di periksa juga."ucap dokter Yuda panjang lebar.


"ooh,baiklah.."ucap Arion namun beberapa detik kemudian...


"apa?...ha,,hamil?"teriak Arion terkejut,menyadari ucapan dokter Yuda.


Mendengar teriakan Arion Yuda mengelus dada nya pelan,berbeda dengan Milka,Milka malah terdiam tak menunjukan respon apa pun.


"i,,iya"ucap dokter Yuda di dalam keterkejutan nya.


"untung saja,jantung ku ini buatan sang pencipta,kalau ciptaan manusia,mungkin aku sudah menghadap Allah,, SWT"batin dokter Yuda.


"sayang?"panggil Arion pada Milka.Namun yang di panggil tidak menjawab apalagi melirik.


"sayang..?"panggil Arion sambil memegang pundak Milka.


Milka yang menyadari ada yang menyentuh pundak nya melihat ke arah Arion.

__ADS_1


"benarkah,a,,aku hamil?"ucap Milka dengan mata berkaca-kaca.


Sebelum menjawab Arion menyuruh Yuda keluar dari kamar nya.


Dan Yuda hanya menganggukan kepala nya.


"hey,kenapa dengan mu,apa kamu tidak senang kita akan punya baby?"tanya Arion sedikit pelan,dan menundukkan wajah nya.


"bukan begitu,a,,aku tidak percaya dengan ini semua,bahkan aku merasa ini hanya mimpi."ucap Milka dengan air mata mengalir di pipi nya.


"tidak sayang,ini semua nyata,dan kita akan menjadi orang tua..apa kau senang?"tanya Arion sambil menangkup pipi Milka.


"tentu saja aku senang,..ayo cepat kita harus bersiap."ucap Milka senang dengan senyum tak lepas dari bibir nya.


"benarkah?"tanya Arion menyakin kan.


"tentu saja,aku senang..apalagi ini buah cinta kita."ucap Milka menggebu-gebu.


"syukurlah"gumam Arion.


Arion lega mendengar ucapan Milka,karna tadi ia merasa kecewa dengan sikap Milka yang diam saja,ia kira Milka tidak senang dengan kehamilan nya,,tapi ternyata..."akh aku bahagia sekali"ucap Arion dalam hati.


"hey,,ayo kita bersiap kenapa kau hanya diam saja."gerutu Milka kesal karna suami nya hanya diam saja.


"kemana?"tanya Arion cengo.


Mendengar itu Milka menepuk dahi nya.


"melihat baby kita."ucap Milka semangat.


"ya ampun sayang ini masih pagi.lagi pula aku masih lemas."ucap Arion salah paham.


"memang nya kenapa kalau masih pagi,bukan nya itu lebih bagus"ucap Milka yakin.


"baiklah kalau kau memaksa."ucap Arion dengan senyum mesum nya.


Bruk.


"akh,,kau mau apa?"tanya Milka kaget.


"tentu saja melihat baby"ucap Arion dengan tangan mulai beraksi.


"lepaskan...kau itu kenapa,kenapa menindih ku...dan ini kondisikan tangan mu."ucap Milka sambil menggerak-gerakan kaki nya.


Namun Arion tidak menggubris ucapan Milka,ia malah semakin gencar melancarkan aksi nya.


Milka yang tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga Arion hanya pasrah...


Dan ya,terjadi lah olah raga pagi menguras tenaga dan mengeluarkan keringat berlebih.

__ADS_1


Maaf nya baru update,karna ada sesuatu yang harus segera di selesai kan.


__ADS_2