
Sedangkan di sisi lain.Seorang pria paru baya,sedang menatap keluar jendela,entah apa yang di lihat nya.
Ceklek.
Lamunan nya buyar ketika seseorang memasuki kamar nya.
"pah."ucap seorang gadis menyapa nya dengan penuh kelembutan.Tapi di balik itu semua hanya sandiwara semata.
"eh nak,kau pulang?."tanya pria paru baya tersebut,Rendra.Ya pria tersebut Rendra.
"iya,bagaimana kabar papah?."tanya nya dengan penuh kelembutan semata.
"yah,begini lah,seperti apa yang kamu lihat."ucap Rendra dengan nada rendah.
Sedangkan gadis itu hanya tersenyum licik.
"loh,sayang kapan kamu pulang Jen?."tanya Sinta istri Rendra,pada anak nya Jenny.
"baru kok ma."ucap Jenny dengan senyum lembut nya.
"terus kenapa kamu gak nemuin mama?."tanya Sinta dengan sedikit cemberut.
"ya ampun mama,udah tua juga masih bisa aja cemberut."ucap jenny.
"kamu gk tau aja nak,mama mu itu cemburu sama papa."ucap Rendra dengan senyum jail nya.
"ish,kalian berdua sama saja,kalau ketemu pasti aku yang habis di ledekin."ucap Sinta semakin merajuk.
__ADS_1
Begitu lah gambaran keluarga Rendra dan anak istri nya,walau pun Jenny hanya anak tiri,tapi Rendra menyayangi nya seperti anak sendiri.
"ya udah pa,ma aku ke kamar dulu."ucap Jenny pada orang tua nya.
"ya udah,istirahat dulu kamu,pasti cape kan habis dari luar kota."ucap Sinta.
Setelah masuk ke dalam kamar nya,ia segera merencana kan sesuatu untuk bisa masuk ke dalam kehidupan Arion lagi,walau dengan cara licik sekalipun.
Sedangkan tidak jauh dari rumah tersebut,seorang pria misterius melaporkan sesuatu pada orang di sebrang telpon.
"hallo nona?"ucap pria tersebut.
"...."
"wanita itu kemungkinan akan menginap di rumah itu."ucap pria tersebut.
"..."
Di tempat yang berbeda,tepat nya di mansion yang sangat megah.Banyak orang yang berlalu lalang menyiap kan segala sesuatu untuk acara besok.
"bagai. mana persiapan nya?."tanya Rey,kepada seorang pihak WO.
"semua nya hampir beres tuan,kita hanya tinggal memasang beberapa bunga di setiap sudut nya."ucap orang WO tersebut dengan yakin.
"hmm bagus,pastikan tidak ada kesalahan sekecil apapun."ucap Rey tegas,tanda pekerjaan harus beres dan rapi.
"hmm,bagaimana?."tanya Arion di belakang Rey,membuat si empu nama terlonjak kaget.
__ADS_1
"ish,kau ini mengagetkan ku saja,apa kau ingin aku masuk rumah sakit?."geram Rey.
"kenapa tidak."ucap Arion acuh dengan wajah datar nya.
"kau,sungguh menyebalkan."gerutu Rey.
Setelah lama berkeliling melihat dekorasi yang memukau,Arion bertanya dengan wajah serius..
"apa ada perkembangan dengan orang itu?."tanya Arion serius.
"untuk saat ini belum,namun mata-mata kita melihat anak nya beberapa kali datang ke sana."ucap Rey..
"hmm,terus awasi dia,jangan sampai besok dia mengganggu acara ku ini."ucap Arion tegas.
"hmm,aku pastikan itu tidak akan terjadi,bahkan j****g itu pun tidak akan bisa masuk ke sini."ucap Rey geram mengingat orang itu.
"aku percaya padamu."ucap Arion sambil menepuk nepuk pundak Rey,dan berlalu pergi menuju kamar nya.
Belum sampai ke kamar nya,dia mendengar seseorang sedang berbicara lewat telpon,dia langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,karna pintunya tidak tertutup rapat.
"pastikan dia tidak bisa..."sebelum melanjut kan kata kata nya seseorang membuka pintu kamar nya dengan sangat keras,membuat nya terlonjak kaget.
Brak.
"maaf nya nanti ku hubungi lagi."ucap Milka dengan suara pelan.
"kau sedang menelpon siapa malam malam begini?."tanya Arion dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"a,,ku se,,sang menelpon teman kerja ku."ucap Milka gugup,karna di tatap seperti itu.
"tidurlah ini sudah malam,karna besok adalah hari yang melelah kan untuk kita,dan ya besok ada kejutan untuk mu."ucap Arion panjang lebar,membuat wajah Milka menunduk malu,dan sontak perkataan terakhir membuat nya mengerut kan kening bingung.(padahal siapa yang tau dalam hati nya).