
Setelah puas melepaskan kerinduan mereka,pintu ruangan itu terbuka,terlihat di sana ada Jack,dengan bebberapa kantung kresek.
"maaf,tuan nona,ini makanan pesanan anda."ucap Jack sopan,bahkan ia tak berani melihat ke arah Arion,namun ia sedikit melirik ke arah Milka.
Arion melihat itu,melemparkan botol plastik,m yang terdapat di atas meja tersebut.
Pluk
"akh"Jack sedikit meringis karna lemparan tersebut tepat mengenai kening nya.
"turunkan pandangan mu sekarang,atau ku congkel ke dua mata mu"ancam arion,seketika membuat Jack menyimpan kresek yang di bawa dan melesat pergi ke luar dari ruangan itu.
"ya tuhan,kenapa dia menyeramkan sekali"gumam Jack,namun di dengar oleh Daddy Adrian.
"siapa yang kau bilang menyeramkan?"tanya Daddy Adrian dingin,jangan lupakan tatapan tajam nya.
Glek
"ti,,tidak tuan besar,bukan siapa siapa"ucap Jack gugup,dan berlalu pergi.
Entah kenapa ia merasa sangat takut pada mereka,padahal ia orang yang tak mudah takut pada siapa pun,tapi kenapa ia menjadi penakut seperti ini.
Sedangkan di dalam ruangan Milka tertawa melihat tingkah Jack yang begitu takut pada suami nya.
Arion melihat itu mengerutkan kening nya,heran,entah apa yang di tertawa kan oleh istri nya itu.
Melihat kebingungan suami nya,Milka menghentikan tawa nya.
"apa yang kamu tertawakan,hm?"tanya Arion lembut,dan duduk di samping Milka.
__ADS_1
"tidak,hanya merasa lucu saja"ucap Milka,malah membuat Arion semakin bingung.
"kamu tau sayang,Jack itu orang nya tidak takut pada apa pun,meski ia harus menghadapi musuh yang begitu banyak,bahkan ia tak pernah takut dengan orang yang akan mencelakai nya,,tapi kenapa ia begitu penakut saat kamu ancam begitu"jelas Milka membuat Arion mengerti.
"entahlah"ucapan singkat Arion membuat Milka mencebikan bibir nya.
Cup
Tanpa di duga ciuman ia dapatkan dari suami nya.
"jangan manyun begitu, kecuali kalau mau ku cium lagi"goda Arion membuat Milka menyembunyikan wajah nya di dada Arion.
"modus"ucap Milka sambil tersenyum di dada Arion.
"hey,modus apa nya?,,toh kamu juga menikmati nya."goda Arion kembali,membuat Milka memukul pelan pundak Arion.
"dasar,menyebalkan"ucap Milka sinis,namun malah membuat Arion tertawa.
Pintu ruangan terbuka,masuklah Daddy Adrian dan semua keluarga,bahkan Fika yang baru datang di jemput oleh Digo,Daddy sengaja menyuruh Digo untuk menjemput Fika,karna di rumah tak ada siapa pun.
Semua orang tampak biasa saja,berbeda dengan Fika yang baru melihat kakak nya.
"akh..hantu"teriak Fika membuat semua orang tertawa,bahkan Milka sampai melongo mendengar nya,berbeda dengan Arion hanya menatap kesal.
"ck,dasar bocah ini,masa iya aku tampan begini di kira hantu"decak Arion kesal dan mendelik tajam.
"dad,ini ada apa sebenar nya,kenapa itu ada di sini,dan tempat apa ini.?"tanya Fika pada Daddy Adrian,sedangkan Daddy Adrian masih saja tertawa melihat wajah bingung putri nya.
"dad,kenapa terus saja tertawa,apa ada yang lucu?"tanya Fika bingung,namun ia masih bersembunyi di balik punggung Digo.
__ADS_1
Daddy tak menjawab pertanyaan putri nya,ia malah meninggalkan nya dan duduk di kursi kosong.
"kau,jelaskan pada nya.!"perintah Daddy pada Digo.
"hmm,dengar dia itu kakak mu,bukan HANTU."jelas Digo.
Baru akan menjelaskan kembali Fika sudah berlari ke arah Arion,bahkan ia berdiri di samping Arion,Fika pun melirik ke arah Milka,dan Milka mengerti itu menganggukan kepala nya.
"hiks,kakak,ternyata kakak masih hidup"tangis Fika pecah di pelukan Arion.
Arion mendapatkan pelukan itu hanya tersenyum tipis,dan membalas pelukan Fika.
Tak berapa lama,Arion melepaskan pelukan nya,dan menatap adik nya dengan tatapan jahil.
"ck,ternyata bisa juga kau menangis di pelukan ku,biasa nya kau hanya selalu berdebat dengan ku"ucap Arion dengan ketus.
"hiks kakak kenapa kau bicara begitu,aku kan begini juga sayang sama kakak"ucap Fika memajukan bibir nya.
"sudah lah,hentika itu,itu membuat ku geli,dan apa itu,bibir mu itu sudah macam bebek saja"ledek Arion membuat Fika kesal dan pergi menghampiri Bu Sinta.
"bi,lihatlah,orang itu meledek ku."Rajuk Fika dengan manja,Bu Sinta mendengar itu malah kembali menggoda Fika.
"memang benar bukan?,kalau tak percaya tanya kan saja pada semua orang yang ada di sini."goda Bu Sinta dengan wajah serius.
"akh,kalian semua menyebalkan,tak ada yang membela ku sama sekali."ucap Fika dengan nada sedih.
"tenanglah,aku berada di pihak mu."ucap Digo membuat fika langsung menerbitkan senyum nya.
"ya walau pun,memang benar seperti itu"sambung Digo langsung saja mengundang gelak tawa semua orang.,sedangkan Fika membanting tas nya di atas meja.
__ADS_1
"sudah,,sudah kita makan saja dulu,kasian makanan nya jadi dingin"ucap pak Rendra,karna ia sudah lelah tertawa,dan di angguki oleh semua.