Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 116


__ADS_3

Tak terasa malam telah menyapa,di ruang tengah villa itu,semua orang berkumpul.


Ruangan itu penuh dengan canda tawa,jangan lupa kan Fika yang selalu menempel pada Daddy nya,bahkan Milka sampai geleng geleng kepala melihat itu.


Entah kenapa malam ini keadaan begitu sepi,meski riuh dengan tawa dan obrolan ringan lain nya.


Milka merasa akan ada sesuatu yang terjadi,tapi entah apa itu,hingga tatapan nya melihat ke samping nya,ia melihat wajah suami nya yang begitu tampan,bahkan rasa nya ia enggan berpaling ke arah lain.


Merasa di perhatikan,Arion melihat ke arah Milka,ia tersenyum manis,sambil mengusap pipi tembem Milka dengan ibu jari nya.


"ada apa?"tanya Arion lembut.


Mendengar pertanyaan itu membuat Milka meneteskan air mata nya,entah kenapa ia begitu sedih,bahkan rasa nya ia ingin menangis meraung-raung.


"hey,sayang,ada apa?kenapa menangis,hmm?"tanya Arion lembut sambil membawa Milka ke pelukan nya.


Bukan nya berhenti,tangisan Milka malah bertambah kencang,bahkan sampai tersedu-sedu.

__ADS_1


Semua orang mendengar tangisan Milka,menjadi khawatir,Fika yang sedari tadi menempel pada Daddy nya pun melepaskan pelukan nya,dan merapat pada Milka.


"ada apa ini kak,kenapa kakak ipar menangis begini?"tanya Fika khawatir.


Di tanya begitu,Arion menggelengkan kepala nya tanda tak tau,bahkan semua orang pun heran,kenapa tiba-tiba saja bumil ini menangis.


Bu Sinta melihat anak nya menangis pun mendekat dan menggeser Fika.


"ada apa nak,coba cerita sama mama?"tanya Bu Sinta mencoba berbicara pada Milka.


Melihat reaksi Milka seperti itu,membuat Bu Sinta mengurungkan niat nya untuk memeluk Milka.


Sedangkan Arion mendapat perlakuan begitu merasa heran,karna tidak biasa nya istri nya itu begini.


"ssst,sudah lah sayang,lihatlah semua orang menjadi khawatir."bujuk Arion supaya Milka menghentikan tangisan nya.


Mendengar ucapan suami nya,Milka merenggangkan pelukan nya,dan melihat ke semua orang.

__ADS_1


"maaf,aku membuat kalian khawatir."ucap Milka parau,namun entah kenapa air mata nya tak bisa berhenti.


Melihat itu Arion kembali menenangkan istri nya lagi.


"hey,sayang,kenapa lagi hmm,apa kamu mau sesuatu,atau ingin apa?"tanya Arion,namun hanya mendapatkan gelengan kepala dari Milka.


"aku hanya ingin,kamu jangan tinggalkan aku,kamu jangan pergi kemana pun,kamu harus selalu ada di samping ku menamani ku melahirkan baby kita,dan satu lagi kamu jika kamu pergi dan tak bisa kembali,kamu harus selalu ingat,kalau aku dan anak anak kita selalu menunggu mu."ucap Milka dengan suara parau,namun di balik itu,Arion merasa akan ada sesuatu yang terjadi,bukan hanya Arion,semua orang yang ad di sana juga merasa kan sesuatu,entah itu apa,tapi yang jelas sesuatu yang tidak akan pernah di duga sebelum nya.


"tentu saja,aku tidak akan meninggal mu dan bayi kita,dan pasti nya aku akan ada di samping mu saat ke tiga bayi kita akan lahir,bahkan sampai kita menua pun,aku akan selalu ada di samping kalian."ucap Arion dengan sangat yakin.


"janji?"tanya Milka memastikan.


"janji"ucap Arion.


Setelah mengucapkan janji,tangis Milka semakin mereda,bahkan kini ia sudah kembali tersenyum.


Dan perbincangan mereka masih berlanjut,hingga malam semakin larut,mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing,dan juga esok pagi mereka akan pulang ke kota.

__ADS_1


__ADS_2