
Di tempat lain,Dani sedang bersiap-siap untuk ke tempat Arion.
Ia memakai pakaian casual nya,ia mengendarai mobil nya sedang,bahkan ia merasa gugup,sebab ia akan langsung berurusan dengan Arion,namun ia mencoba untuk biasa saja.
Setelah 30 menit perjalanan ia sudah sampai di tempat yang di tuju.
Satpam dengan sopan membukakan pintu gerbang.
Sampai di halaman mansion Arion,ia sudah di sambut oleh pak Kus.
"selamat datang tuan."sapa pak Kus ramah.
"terima kasih"ucap Dani tak kalah ramah.
"tuan dan nyonya sudah menunggu anda,tuan"ucap pak Kus sambil membawa Dani ke tempat dimana pasutri tersebut berada.
"silahkan tuan"ucap pak Kus.
"terima kasih"ucap Dani kembali.
Milka melihat kedatangan Dani,menampak kan tatapan dingin yang menusuk.
Sedangkan Arion tetap saja bermanja dengan istri nya.Ia sedang menyenderkan kepala nya di bahu Milka,dan tangan nya di atas perut Milka.
Dani yang melihat tatapan itu,seolah membeku,ia menelan Saliva nya kasar.
Glek
"kenapa tatapan nya begitu menusuk,bahkan tatapan nya sama dengan suami nya."batin Dani sambil mendekat ke arah pasutri itu.
"ma,,maaf mengganggu kalian malam-malam begini"ucap Dani gugup.
"silahkan"ucap Milka lembut,membuat Dani bukan nya tenang malah semakin gugup dan takut.
Arion tidak menjawab hanya menoleh sebentar,lalu melanjutkan kegiatan nya kembali.
"ada urusan apa kau datang kemari?"tanya Arion datar.
"a,aku ingin berbicara hal penting,dan ini menyangkut tentang ayah mu"jawab Dani gugup.
__ADS_1
Deg
Arion mendengar itu langsung melihat tajam kepada Dani,membuat Dani ketakutan dan sedikit gemetar.
Karna tak ingin situasi kacau,Milka segera menarik Arion untuk kembali duduk.
"sayang,tenang dulu,biarkan dia bicara,setelah itu baru kau bisa bertindak."ucap Milka lembut sambil menarik tangan Arion.
Mendengar ucapan istri nya,ia kembali luluh dan tenang.
Tak ingin berlama-lama di tempat menyeramkan ini,Dani segera memberikan kotak pemberian ibu nya pada Arion.
"i,,ini,titipan dari ibuku,dia berpesan agar kau membuka nya,dan ibuku menitipkan salam pada mu."ucap Dani gugup.
Arion melihat sebuah kotak hanya mengerutkan kening nya.
"apa ini?"tanya Arion serius.
"aku tidak tau,tapi kata ibuku,di dalam nya ada sesuatu tentang ayahmu"ucap Dani sendu.
Karna penasaran Arion mengambil kotak itu,dan ketika akan membuka nya,tangan nya di tahan Milka.
"nanti saja di buka nya,di dalam kamar."ucap Milka serius.
Entah kenapa Milka merasa ada sesuatu yang janggal,dan merasa sedang di awasi.
"hemm"dehem Arion.
"ada lagi yang ingin kau katakan"kali ini Milka yang berbicara.
Deg
Dani merasa kan jantung nya berdetak lebih kencang,bukan karna jatuh cinta,tapi ia merasa was was dengan ucapan itu.
"a,,aaku,ingin minta maaf pada mu nona,ka,,karna aku sudah menculik mu waktu itu"ucap Dani was-was,ia pun sudah memejamkan mata nya,bahkan ia sudah siap menerima akibat nya.
Arion dan Milka yang mendengar itu saling lirik,namun beberapa detik kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.
"hahaha"tawa mereka menggelegar.
__ADS_1
Dani yang merasa ketakutan pun semakin takut melihat tawa ke dua nya.
"kenapa kalian tertawa begitu?"gumam Dani,namun masih bisa di dengar.
"kami sudah tau"ucap mereka serempak.
"bagaimana bisa?"tanya Dani memelotot kan mata nya.
"tentu saja itu hal yang gampang untuk ku"sombong Arion.
"sombong"ucap Dani keras,karna ia merasa di kerjai,padahal ia sudah takut setengah mati.
"cih,dasar bocah nakal"ucap Arion dengan senyum manis nya.
"kau,kenapa kau memanggil ku seperti itu,dan aku bukan bocah nakal".ucap Dani merajuk,karna ia merasa tak asing dengan panggilan itu.
Arion segera menghampiri Dani dan memeluk nya erat,ia sangat merindukan bocah nakal nya ini.
Walau sudah lama terpisah,tapi waktu kecil mereka sangat dekat.Bagaimana tidak orang tua mereka bersahabat.
Dani mendapat pelukan itu merasa senang,tapi ia merasa heran,kenapa Arion seseorang yang kejam bisa berlaku sangat hangat.
"lepaskan aku,apa yang kau lakukan?"gerutu Dani sambil mendorong Arion.
"dasar,apa kau tidak ingat pada ku?"tanya Arion ketus.
"tidak"ucap Dani yakin.
"sayang,coba lihat bocah nakal itu tidak mengingat ku"Rajuk Arion mengadu pada Milka.
"biarkan saja,biar nanti kita telanjangi dia."ucap Milka sambil manatap Dani tajam.
"apa?"teriak Dani mendengar perkataan Milka.
"kenapa kau keberatan?"ucap Arion sinis.
Belum menjawab pertanyaan Arion,seseorang berteriak.
"kak gemuk"teriak seseorang dari arah tangga.
__ADS_1