
Setelah kepergian Arion,Lina dan Rey pergi ke sebuah cafe yang ada di depan perusahaan tersebut.
"kau mau pesan apa?"tanya Lina.
Rey yang mendengar itu pun hanya mendengus kasar.
"tidak perlu,kalau tidak ada yang di bicara kan lebih baik aku pergi."ucap Rey ketus.
"hmm,baiklah."ucap Lina pelan.
"sekarang apa yang ingin kau bicarakan.?"tanya Rey serius.
"aku hanya ingin minta maaf,karna aku sudah membentak mu waktu itu."ucap Lina.
"ya Tuhan,hanya untuk meminta maaf kau harus bersusah payah,dan membiarkan atasan ku pulang sendiri,kau benar-benar menyebal kan."ucap nya datar.
"maaf,.."belum selesai mengucapkan kata,sudah di potong oleh Rey.
"sudah lah,kau benar-benar merepot kan,kalau tau begini aku pulang dengan Arion,kau hanya membuang-buang waktu ku."ucap Rey dingin dan berlalu pergi dari sana.
Sedangkan Lina yang mendapat ungkapan itu hanya menunduk,merasa bersalah.
Setelah merasa tenang Lina segera meninggalkan cafe tersebut.
Sedangkan di sisi lain Rey hanya menggerutu tidak jelas,karna merasa kesal dengan sikap wanita tadi.
"dasar gadis menyebalkan,bagaimana bisa dia membuang waktuku hanya untuk basa-basi tidak perlu."gerutu Rey,sedangkan anak buah nya hanya menatap heran pada bos nya.
Ya,stelah keluar dari cafe,ia menelpon anak buah nya untuk menjemput nya.
__ADS_1
Karna hari sudah sore,ia tak kembali ke kantor,tapi ia langsung pulang.
Dan tidak ada pekerjaan lagi,jadi ia bisa istirahat.
Sedangkan Arion,sedang bermanja dengan istrinya,setelah membuat keributan dan memukul pelayan yang tidak bersalah.
Setelah dari perusahaan NF group,ia langsung pulang,karna hari sudah sore kalau pun ke kantor tanggung hanya sebentar.
Brak
"selamat datang tuan."ucap para pelayan yang menyambut nya.
Sedangkan yang di sambut tidak menjawab sama sekali bahkan untuk menggerak kan kepala nya pun enggan.
"dimana istriku.?"tanya Arion datar.
"nyo,,,,nya.."belum selesai menjawab Arion sudah membentak nya.
Belum sempat menjawab Arion sudah berlari ke arah tangga,menuju ke kamar nya.
"sayang,,,,sayang.."teriak Arion namun tak mendapat jawaban sama sekali.
Bahkan ia sudah mencari ke bagian kamar tersebut tapi tidak ada istri nya dimana-mana.
Dengan amarah yang menggebu,ia menuruni tangga dengan wajah merah padam.
Prang
Pelayan yang mendengar itu segera ke tempat asal suara.
__ADS_1
"katakan dimana istriku.?"bentak nya dengan penuh amarah.
Pelayan yang melihat itu merasa takut,melihat tuan nya sedang di liputi amarah.Bahkan tidak ada yang berani menjawab pertanyaan nya.
Karna tidak sabar ia memukul pelayan,yang tadi menjawab pertanyaan nya.
Plak
Plak
"cepat katakan dimana istriku?"tanya sekali lagi dengan nada membentak.
Sedangkan pelayan wanita tersebut hanya menunduk kan kepalanya,tidak berani mengangkat kepala nya.
Saat akan melayangkan lagi pukulan nya,seorang pelayan berlari dari arah samping.
"ma,,,maaf tuan nyonya sedang tidur di gazebo."ucap pelayan tersebut gugup.
Tanpa menjawab ucapan tersebut,ia segera berlari ke arah istri nya berada.
Ketika melihat istri nya tertidur,ia merasa tenang,bahkan tadi ia merasa takut kalau istri nya meninggal kan dirinya.
"huft,kau benar-benar membuat aku khawatir."gumam nya,sambil menggendong istrinya menuju kamar mereka.
Setelah sampai di kamar ia menidurkan istri nya perlahan,suapaya tidak terbangun.
Namun,itu terlambat karna istrinya sudah membuka mata nya.
"sa,,yang."ucap Milka serak.
__ADS_1
"maaf aku membangunkan mu."ucap Arion lembut.
Sedangkan Milka,yang masih mengumpulkan nyawa nya,segera duduk dam melihat ke arah suaminya.