Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 123


__ADS_3

Setelah mendapat sebuah panggilan masuk,entah kenapa ia malah menangis sesegukan,padahal ia dulu begitu membenci nya.


Di kamar yang di tempati Jenny pun,ia juga menerima telpon,ia begitu sedih hingga ia langsung bangkit dari pembaringan ia mencari tas nya,ia ingin segera pergi ke rumah sakit,karna ia di telpon kalau ayah nya masuk rumah sakit karna kecelakaan.


Baru saja keluar dari dalam kamar nya,ia berpapasan dengan Aline,bahkan Jenny sampai menitikkan air mata nya kembali,melihat itu Aline merasa heran dan penasaran.


"loh nak,mau kemana,dan kenapa kamu menangis?"tanya Aline mengerutkan kening nya sambil memegang tangan Jenny lembut.


Mendengar pertanyaan itu,bukan nya menjawab, Jenny malah memeluk Aline,entah kenapa ia ingin sekali memeluk wanita paru baya ini,yang tak lain ibu nya,meski sudah berusaha menahan nya,tapi tetap tidak bisa.


Mendapat pelukan dari Jenny,entah kenapa membuat jantung Aline berdebar,bukan karna jatuh cinta,tapi karna merasa sangat hangat,seakan kerinduan nya pada seseorang sudah terobati begitu saja.


Jenny pun sama,ia merasa tenang,pelukan nya sama seperti pelukan Bu Sinta,hanya saja pelukan kali ini begitu sangat nyaman,saking nyaman nya ia malah semakin erat memeluk nya.


Hiks


Hiks


Hiks


Mendengar tangisan Jenny membuat Aline merasa hati nya begitu sakit,hingga tak terasa ia pun menitikkan air mata nya.


Namun,ia berusaha untuk mencoba menenangkan nya,ia mengusap-usap punggung Jenny agar tenang,terbukti tangisan Jenny semakin tenang,hanya tinggal menyisa kan isakan kecil saja.


"terima kasih ib..ehmm Tan,,Tante sudah memeluk ku,dan maaf sekarang aku harus pergi,karna ayah ku mengalami kecelakaan,jadi sekarang aku harus ke rumah sakit saat ini juga."ucap Jenny sambil tersenyum.


"baiklah,biar Tante antar,Tante khawatir kamu masih sakit,,Tungga ya Tante ambil kunci mobil nya dulu"ucap Aline sambil pergi ke kamar nya.


Mendengar perhatian itu,membuat Jenny senang,entah kemana seorang Jenny yang sombong dan egois itu,sekarang berganti menjadi orang baru,bahkan yang biasa nya marah-marah kini tak ada lagi yang ada hanya Jenny yang sopan dan lembut.


Mungkin kejadian kemarin membuat nya sadar,bahkan sekarang ia merasa menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dulu.

__ADS_1


Tak lama Aline sudah kembali lagi dengan pakaian lain,dan itu terlihat sangat anggun bahkan jika orang melihat penampilan nya begini,mungkin orang di luar sana akan mengira kalau wanita paru baya ini adalah wanita terhormat,terlihat dari cara berpakaian nya yang berbeda.


Namun, Jenny tak menghirau kan nya,ia justru sangat khawatir dengan keadaan ayah nya,walau bagaimana pun,ayah nya ia tetap menyayangi nya.


Mereka berangkat menggunakan mobil Aline,sedangkan mobil Jenny ia tinggalkan.


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di di rumah sakit tempat Danu di rawat.


Karna tak sabar Jenny segera keluar saat mobil berhenti,dan segera lari ke meja resepsionis,bahkan ia tak ingat datang bersama siapa.


Aline yang melihat itu,hanya menggelengkan kepala nya,"entah kenapa aku begitu nyaman dekat dengan nya,seakan aku berada di dekat anakku"gumam Aline dan segera keluar menyusul Jenny.


Melihat Jenny berada di meja resepsionis,Aline segera menyusul nya,ia tak mendengarkan pembicaraan merek,karna saat sampai mereka sudah selesai bicara.


"bagaimana apa sudah ketemu ruangan nya?"tanya Aline pada Jenny.


"sudah"ucap Jenny singkat,sambil berjalan di samping Aline.


Jenny masuk di mana ayah nya sedang terbaring di ranjang rumah sakit,itu membuat Jenny sedih,karna bagaimana pun pria itu adalah ayah nya meski sering berbuat kasar pada nya.


Ya, Jenny selama ini selalu di perlakukan kasar oelh ayah nya,bahkan Jenny selalu di jadikan senjata oleh ayah nya,jika sampai Jenny tak menuruti keinginan nya,Jenny akan di siksa,bahkan di punggung nya banyak sekali tanda kekerasan dari ayah nya.


Tapi itu tak membuat Jenny membenci nya,karna ia tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.


Saat sudah sampai di samping ranjang ayah nya,Jenny menangis,ia mengeluarkan segala keluh kesah nya.


"ayah,bangun,kenapa bisa jadi begini,,hiks,bangun yah,aku tak punya siapa-siapa lagi selain ayah,aku mohon jangan tinggalkan aku,,hiks"ucap Jenny sesegukan.


Pada dasar nya Jenny orang yang baik,namun hasutan dari ayah nya lah ia jadi begini,bahkan mendekati Arion pun,itu suruhan ayah nya,bahkan sedikit pun ia tak memiliki perasaan pada Arion,namun paksaan ayah nya lah ia begitu.


Tak lama,Aline masuk ke dalam ruangan itu,ia belum. melihat jelas wajah orang itu.

__ADS_1


Namun ketika berdiri di samping Jenny ia bisa melihat dengan jelas kalau orang yang terbaring itu adalah orang yang ia benci.


"dia"ucap Aline terkejut,seketika Jenny melihat ke samping nya,ia terkejut karna sudah ada Aline di samping nya.


"Tante?"ucap Jenny dengan suara parau.


"siapa dia?"tanya Aline dengan suara bergetar.


"dia ayahku,Tante"ucap Jenny lirih.


"apa?"teriak Aline syok.


"jadi,dia ayah mu,dan,,dan...tidak,,tidak mungkin"racau Aline membuat Jenny terkejut melihat reaksi Aline.


"Tante,Tante kenapa,apa yang terjadi?"tanya Jenny sendu,ia bisa melihat tatapan sedih,kecewa dan benci di mata Aline.


"putriku"ucap Aline memeluk Jenny,ia bahkan terisak di pelukan anak nya.


Jenny kaget,namun ia segera membalas pelukan Aline"ibu"gumam Jenny pelan.


Setelah beberapa menit,mereka melepaskan pelukan nya,Aline menatap wajah anak nya,kembali ia menangis,ia masih tak percaya ternyata anak nya ada di depan nya.


"maafkan ibu,ibu tidak tau kalau kamu anak ibu"ucap Aline masih menangis.


Jenny pun sama,tapi ia penasaran,karna ibu nya sama sekali tidak mengenali diri nya.


Saking penasaran nya,ia pun menanyakan nya pada Aline,dan Aline pun dengan sabar menjelaskan semua nya,dari awal sampai akhir.


Bahkan Aline pun menjelaskan,bahwa selama ini ,ia selalu mencari nya,dan beberapa kali menemui Danu untuk memberitau nya,bahkan ia juga pernah meminta Poto nya,namun Danu tak pernah memberikan nya.


Mendengar cerita ibu nya,membuat Jenny kecewa dengan sikap ayah nya,namun nasi sudah menjadi bubur,semua nya tak bisa di rubah,namun sekarang ia bahagia karna sudah bisa bertemu dengan ibu nya,ibu kandung nya.

__ADS_1


__ADS_2