
Satu jam kemudian,Rey sudah selesai mengurus segala sesuatu,namun saat ia mulai mendekat ke arah ke ruangan tempat Milka di rawat,ia mendengar teriakan Milka.
"bohong,kalian semua bohong,suamiku masih hidup."teriak Milka,bahkan ia melihat Bu Sinta sedang menangis di sana berpelukan dengan Daddy Adrian,sedangkan Milka sedang di tenangkan oleh pak Rendra.
Melihat itu,Rey menitikkan air mata nya,ia segera merogoh kantung celana nya mengambil ponsel untuk menghubungi Lina.
"hallo,kamu masih dimana,?"tanya Rey ketika sambungan tersambung.
"hmm,cepatlah"ucap Rey,setelah mendengar jawaban Lina,yang berkata kalau ia sudah berada di loby bersama Digo.
Tak lama Lina datang dengan nafas ngos-ngosan,di belakangnya Digo berlari mengikuti.
"mana Milka?"tanya Lina pada Rey,namun Rey tidak menjawab ia hanya menunjukkan ruangan dengan dagu nya.
Setelah tau,Lina segera masuk,ia tercengang melihat Milka yang sedang mengamuk.
Lina segera berlari dan tanpa takut dan segera memeluk Milka.
"dek."panggil Lina,dengan suara lembut,seketika Milka berbalik dan memeluk Lina dengan erat,sambil menangis dan meracau tak jelas.
Walaupun Milka adalah atasan nya,namun usia mereka terpaut dua tahun lebih tua Lina,bahkan mereka seperti adik kakak kalau di luar jam kantor.
"tenanglah,apa kau tidak lelah hmm,kasian anak mu,melihat mommy nya begini."ucap Lina lembut sambil mengusap kepala Milka sayang.
"apa yang harus ku lakukan.?"gumam Milka pelan.
Lina tak menjawab pertanyaan itu,karna ia pun tak tau harus apa.
__ADS_1
Semua orang merasa lega melihat Milka sudah lebih tenang,namun mereka juga khawatir takut nya kejadian ini,membuat nya stres dan itu akan berpengaruh pada kandungan nya
Merasa pegal,Lina mengajak Milka duduk di sofa yang ada di sana.
Beberapa menit kemudian tangisan mulai berhenti,ia pun melepaskan pelukan nya dari Lina.
"kak."panggil Milka pada Lina.
"ada apa hm?"tanya Lina sambil membereskan helaian rambut Milka yang berantakan.
"aku ingin melihat suamiku"ucap Milka parau.
"tentu saja,bahkan kita akan langsung pulang membawa suami mu."ucap Lina lembut,dan semua orang mengangguka kepalanya.
Kemudian mereka semua keluar dari ruangan itu,terlihat Rey dan Digo sedang membahas sesuatu entah apa itu,hanya mereka yang tau.
Tak ingin mengganggu itu,Milka pun mengikuti dan masuk kedalam ambulans di temani Lina.
Di dalam ambulans Milka tak berhenti mengeluarkan air mata nya,membuat Lina melihat itu merasa sedih,karna bagaimana pun ia tau kalau Milka begitu mencintai suami nya,bahkan Milka sempat berkata pada nya,ia tidak bisa hidup lagi, jika suami yang di cintai nya pergi.
Yang bisa di lakukan Lina saat ini hanya berusaha untuk menenangkan Milka,karna ia sangat tau seperti apa sifat Milka jika ada yang mengusik nya sedikit ia akan tenang namun di balik itu tersimpan emosi yang meledak-ledak.
"kenapa kamu pergi secepat ini,?lalu bagaimana dengan ku,bagaimana hidup ku tanpa dirimu."batin Milka sedih sambil menatap wajah pucat suami nya.
Sepanjang jalan gak ada yang berbicara,hanya di isi oleh tangisan Milka,kadang pula Milka meracau tak jelas.
Beberapa menit kemudian,mobil ambulans yang membawa jenazah suami nya sudah sampai di depan mansion mewah,di ikuti dengan beberapa mobil mewah di belakang nya.
__ADS_1
Milka yang melihat kediaman suami nya,tak terasa air mata nya semakin mengalir,apa lagi setelah melihat bendera kuning terlihat di pilar mansion itu.
"akh,suamiku"gumam Milka lirih,namun masih di dengar oleh Lina yang di samping nya.
Semua keluarga,kerabat bahkan sahabat terlihat sudah menunggu kedatangan mereka,Bu Mita yang sudah di beri tau segera menghambur ke arah Milka.
Bu Mita segera membantu Milka berjalan,namun baru berapa langkah Milka pingsan,membuat orang-orang segera membantu nya,termasuk Bu Tiwi adik ipar dari Bu Mita atau adik nya pak Dimas.
Melihat anak nya pingsan kembali,pak Rendra segera memanggil pengawal yang ada di sana untuk membantu nya,tak terasa air mata nya pun mengalir.
"ya tuhan,bagaimana nasib ke depan nya putri ku, aku tak mampu membayangkan nya..Sabar dan ikhlas lah nak,kami selalu ada bersama mu"batin pak Rendra merasa miris melihat keadaan putri nya.
Berbeda keadaan di tempat lain,terlihat seorang pria telah habis babak belur karna di pukuli oleh beberapa anak buah suruhan Jack' bahkan wajah nya hampir tak di kenali lagi.
"baiklah,kalau kau tetap tak mengaku aku tidak segan-segan untuk menghabisi anak mu yang baru berumur 5 bulan lahir k es dunia ini"ancam Jack,sontak ucapan tersebut membuat orang itu gemetar ketakutan.
"ampun tuan,jangan apa apakan keluarga,mereka tak tau apa pun,aku hanya orang yang mereka suruh untuk membawa orang itu dengan menggunakan sepeda motor,dan aku tidak tau kalau aku hanya di manfaat kan,bahkan aku si ancam akan membunuh seluruh keluarga ku,jika aku memberitau siapa mereka."ucap orang itu gemetaran.
"siapa yang kau bawa itu,jika kau buka mulut,aku pasti akan melindungi keluarga mu,dan tentu nya aku akan mbebaskan mu,tapi sengan syarat kau harus menjawab nya."ucap Jack membuat orang itu pun segera memberitahukan orang yang menyuruh nya.
"orang itu yang ku tau bernama Edward dan Ricky."ucap orang itu yakin.
"kau yakin?"tanya Jack sambil menaikan sebelah alis nya.
"yakin tuan,bahkan di sana juga ada seorang wanita tua.,wanita tua itu juga yang memerintahkan pembunuhan ini."ucap orang itu lagi,membuat Jack mengerutkan kening nya.
"wanita tua"gumam Jack,dan ia pun segera berdiri dari duduk nya dan memerintahkan anak buah nya untuk mengurus orang itu.
__ADS_1