
Hari ini,tepat nya hari ini akan di umum kan siapa yang berhak menangani proyek besar.
Arion dan Rey sudah bersiap pergi ke perusahaan NF group.
Bahkan sekarang mereka sedang sarapan di mansion Arion.
"sayang,hari ini kau mau kemana?."tanya Arion.
"gak,aku akan di rumah saja."jawab Milka.
"hmm,bagaimana kalau kamu ikut aku saja?"tanya Arion.
Milka hanya mengerenyit kan kening nya.
"iya,ikut aku ke perusahaan NF group."jawab Arion.
"ta,,tapi untuk apa,aku gak punya keperluan ke sana.."ucap Milka.
"ish,kau ini,kau hanya diam tunggu aku di sana."ucap Arion dengan wajah memelas.
"hmmm,baiklah aku akan ikut dengan mu."pasrah Milka.
"makasih sayang."ucap Arion dengan senyum manis nya.
Sedangkan Rey dan Fika hanya menjadi pendengar saja.
Beberapa saat mereka melanjutkan sarapan nya.
"baiklah,aku akan siap-siap dulu."pamit Milka,melangkah ke arah tangga.
"aku ikut."ucap Arion manja,membuat Rey dan Fika mengedikkan bahu nya acuh.
Setelah sampai di kamar,Milka masuk ke ruang ganti,ia memilih baju formal untuk di pakai nya.
Arion yang melihat itu,merasa gemas,dan..
Cup
Arion mengecup pipi Milka,sambil tangan melingkar di pinggang nya.
Blush
__ADS_1
"ya Tuhan,kenapa tiba-tiba,membuat jantung ku akan copot saja."gumam Milka dalam hati.
Arion yang melihat Milka diam saja semakin ingin melakukan sesuatu yang lebih.
"sayang."panggil Arion di telinga Milka.,membuat Milka bergidik merasa kan nafas hangat suami nya.
"a,,,apa?"tanya Milka gugup.
"kenapa kamu diam saja.?"tanya Arion sambil meniup-niup telinga Milka.
"sst,a,,apa yang kamu lakukan.?....kau membuat ku geli."ucap Milka pelan.
Arion yang mendengar itu hanya tersenyum,dan segera membalik kan badan Milka.
Cup
Arion mengecup bibir Milka singkat.
"a,,awas ahk,nanti kita terlambat."ucap Milka gugup menahan malu.
"ya sudah,kalau begitu cium aku."ucap Arion manja.
Milka mendengar itu pun hanya diam dan menundukkan wajah nya.
Milka menghembuskan nafas nya kasar.
Setelah mempunyai keberanian walau masih terlihat gugup,Milka memberanikan mengangkat wajah nya,dan..
Cup
Arion yang tidak merasa puas pun belum melepaskan tangan nya dari pinggang Milka.
"su,,sudah."ucap Milka.
"itu bukan c****n,tapi kecupan,dan aku mau c****n."ucap Arion.
"tapi kita bisa terlambat sayang."ucap Milka lembut.
"ya udah,cepat lakukan."ucap Arion memaksa.
Arion yang tidak sabar pun segera m*****m,Milka dengan lembut,sampai nafas mereka tersenggal.
__ADS_1
"terimakasih"ucap Arion,sambil menyusut,bibir Milka yang basah karna ulah nya dan sedikit membengkak.
"ayo segera bersiap."ucap Arion sambil keluar dari ruang ganti.
"dasar,"gumam Milka sambil tersenyum melihat kelakuan suami nya.
Lima belas menit kemudian,Milka dan Arion terlihat menuruni tangga,Rey yang melihat itu segera berdiri dari duduk nya dan pergi ke arah pintu.
"silahkan tuan,nyonya."ucap Rey sopan.
"terimakasih."ucap Milka sambil tersenyum.
Arion yang melihat itu hanya mendengus kasar.
"jangan tersenyum kepadanya...dan ingat di sana jangan macam-macam,dan jangan berikan senyum mu itu pada mereka."ucap Arion dengan nada tegas nya.
Milka hanya mendengus kasar dan mengerucutkan bibir nya.
Cup
"kau dengar....."ucap Arion terputus oleh Milka.
"iya aku dengar dengan jelas."ucap Milka kesal.
"hmm,bagus."ucap Arion sambil mengacak-acak rambut Milka.
"ish,kau merusak rambut ku."ucap Milka menepis tangan Arion kasar.
Sedangkan Arion yang menerima perlakuan itu tidak terima.
"kau.."
Cup
Ucapan Arion terpotong karna Milka mengecup bibir nya,seketika tersungging senyum manis di bibir nya.
Berbeda dengan Arion,Rey hanya bisa mendengus kasar.
"sabar...ini cobaan."gumam Rey dalam hati.
Bagaimana tidak,ia melihat semua nya,dan sang penumpang tidak menghirau kan kehadiran nya,bahkan dengan santai nya mereka kembali bermesraan di hadapan nya.
__ADS_1
"akh sial,,,mereka membangkit kan jiwa jomblo ku meronta-ronta."ucap nya dalam hati.