
Semua orang sudah berkumpul di sebuah ruangan,di sana terdapat banyak orang seperti,keluar dan sahabat.
Terlihat Arion masih duduk di samping brankar Milka,ia tak pernah bosan melihat wajah istri nya,yang tampak lelah sehabis melahirkan,walau pun dengan metode SC,ia yakin pasti rasa nya sakit.
Ia tak ingin beranjak dari tadi,ia belum merasa lega kalau istri nya belum sadar,bahkan pak Rendra yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
Ia terus saja menciumi tangan Milka,seakan di dalam sana hanya ada mereka berdua,ia tak peduli suara riuh semua orang yang sedang mengerubungi bayi kembar mereka.
"kak,lihatlah,bayi laki-laki ini,kenapa mirip sekali dengan mu,bahkan kakak ipar pun tak di kasih sedikit pun"ucap Fika yang merasa gemas dengan bayi kecil itu.
Arion mendengar itu hanya tersenyum,ia juga merasa bangga karna sebagian besar,anak anak nya hampir menuruni gen nya.
"ck siapa bilang,lihat lah bayi kembar perempuan ini,bahkan wajah nona pun masih jauh,hanya hidung nya saja yang mirip."ucap Digo,tanpa mengalihkan pandangan nya dari bayi kecil itu.
"hey kalian jangan berisik di sana,nanti mereka terbangun mendengar suara berisik kalian"tegur Rey,namun ia malah diam memperhatikan bayi bayi itu.
"ck..ck,,kenapa wajah mereka semua,foto copy an nya si Ar,sih,kenapa gak ada yang mirip Milka satu pun"gerutu Rey namun masih di dengar oleh para orang tua di sana.
__ADS_1
"kau benar Rey,aku saja heran,kenapa tak ada wajah putri ku di wajah bayi bayi ini,sungguh,gen nya sangat kuat."ucap pak Rendra,namun terselip rasa bangga.
"iya,aku yakin,mereka akan menjadi anak anak yang pintar,tampan dan cantik"ucap Rey dengan senyum lebar nya.
"aah,aku jadi ingin,apa aku bawa pulang satu nya"ucap Rey pelan.
"bikin lah,enak aja mau bawa anak orang"ucap Daddy sambil memukul kepala Rey.
"aah,dad,kenapa memukul ku"ucap Rey sambil mengusap kepala nya.
"pikir aja sendiri"ketus Daddy,dan berjalan menghampiri Arion.
"nanti dad,aku nunggu Ika bangun dulu"ucap Arion tanpa mengalihkan pandangan nya.
Bu Sinta mendengar itu pun,merasa khawatir,ia pun berinisiatif membawa priring yang sudah di isi dengan nasi dan teman teman nya.
"makan lah nak,sedikit saja"ucap Bu Sinta sambil menyodorkan sendok yang penuh makanan ke mulut Arion.
__ADS_1
Arion yang melihat itu pun tak bisa menolak,piring yang tadi nya penuh dengan makanan sekarang sudah kosong.
"minumlah"ujar Bu Sinta.
"ma,kenapa Ika gak bangun bangun,apa terjadi sesuatu,atau kenapa,sebaik nya aku memanggil dokter saja,aku khawatir,ini sudah satu jam,tapi Ika tak sadar sadar."ucap Arion,ia sudah berdiri namun tangan nya di cekal oleh tangan seseorang.
Merasa tangan nya,ada yang mencekal,ia berbalik,dan seketika ia merasa senang.
"sayang,kamu sudah sadar?"tanya Arion kembali duduk di samping brankar Milka.
Milka yang baru sadar,langsung meraba perut nya,ia langsung panik saat perut nya kempes,bahkan ia merasa kan sakit di area bawah perut nya.
"anak kita?"tanya Milka panik.
Melihat istri nya panik,Arion segera menenangkan Milka.
"tenanglah,anak kita sudah lahir dengan selamat."ucap Arion sambil menunjuk semua orang yang sedang menggerubungi 3 bayi.
__ADS_1
"syukurlah,bisa bawa mereka kemari?,aku ingin menggendong nya"pinta Milka.
"tentu saja"langsung saja Arion menyuruh orang yang sedang mengerubungi anak nya,untuk membawa nya kemari.