
Ke esokan pagi nya,Arion sudah rapi dengan pakaian formal nya.
"kamu berapa lama di sana?"tanya Milka sedih.
Mendengar pertanyaan istri nya,Arion mendekap istri nya dari belakang.
"kenapa,,hmm?"tanya balik Arion,membuat Milka berdecak kesal.
"ya sudah kalau tidak mau menjawab nya"ketus Milka,sambil melepaskan pelukan suami nya.
"eeh mau kemana,,,belum juga apa-apa udah cemberut ajah"goda Arion,namun membuat Milka malah ingin menangis.
Melihat itu,Arion panik
"loh,sayang,kenapa nangis,aku kan hanya bercanda"ucap Arion,sambil memeluk Milka.
"ssst,,udah jangan nangis....aku gak lama kok,paling di sana cuma 1 Minggu"ucap Arion lbut sambil menciumi pucuk kepala Milka.
"kenapa lama sekali,kalau nanti aku kangen gimana,,kalau anak-anak ingin ketemu papa nya gimana?"tanya Milka terisak,namun itu membuat Arion tersenyum lebar.
__ADS_1
"ya kalau kamu kangen,dan kalau anak kita ingin ketemu papa nya,aku langsung pulang dong,,"ucap Arion sambil melepas pelukan nya.
Cup
Cup
Cup
Ario mengecup semua wajah Milka,bahkan tak ada yang terlewat.
Membuat Milka memerah karna malu,bahkan pipi nya sudah merona,mendapat perlakuan dari suami nya Arion.
Arion melihat itu pun merasa gemas,bahkan semenjak kehamilan Milka menginjak bulan ke 4,membuat Milka semakin manja,bahkan ia tak lagi mengalami morning sicknes.
Arion kemudian berjongkok di depan perut Milka yang sudah membuncit,bahkan kandungan nya lebih besar dari kehamilan biasanya.
"triple nya papa,jangan nakal,apa lagi buat istri ku repot,dan jangan lupa jagain istri ku selama papa pergi,,kalau sampai terjadi apa-apa pada istri ku,kalian akan dapat hukuman"ancam nya pada anak yang ada di dalam kandungan Milka.
Membuat Milka menggelengkan kepala nya heran,bagaimana bisa suami nya ini mengancam anak yang belum mengerti apa-apa,apa lagi masih ada di dalam perut nya..ada ada saja,,pikir Milka.
__ADS_1
"ya sudah sayang aku pergi dulu,jangan lupa obat dan vitamin nya di minum"ucap Arion lagi.lalu ia pergi karna Rey sudah menunggu nya di bawah.
Setelah melihat mobil suami nya pergi,ia segera mengambil ponsel nya.
"laksanakan"ucap nya tegas,dan langsung mematikan ponsel nya.
Sedangkan di luar gerbang mansion,sebuah mobil yang mencurigakan,sedang terparkir tak jauh dari sana.
"bagaimana bos,apa langsung kita kerjakan?"tanya nya pada bos mereka.
"kita tunggu perintah dari tuan"ucap bos tersebut.
Setengah jam berikut nya,mereka nampak menuruni mobil mereka,bahkan tanpa ada rasa curiga mereka,masuk ke dalam mansion,meski merasa heran,namun mereka tak mau ambil pusing.
Karna semua penjaga di mansion itu tampak tak terlihat,bahkan suasana tampak sepi seperti tidak ada orang.
Sedangkan di sebuah bandara,Arion merasa kan tidak enak hati,bahkan jantung nya berdebar kencang.
"ada apa ini?"gumam nya pelan,bahkan ia memegang dada nya.
__ADS_1
Bahkan ia merasa kan akan ada sesuatu yang akan terjadi,tapi apa..
Arion pun tak lagi menghirau kan itu,setelah Rey mengatakan kalau pesawat akan segera berangkat.