
Sedangkan di taman belakang, suasana begitu riuh, Karna hadir nya semua orang, dari mulai sahabat, sampai keluarga dari teman ayah nya dulu.
"selamat ulang tahun Bro, semoga sukses selalu. " ucap dokter Yuda sambil memeluk sahabat nya erat.
"thanks" jawab Arion tersenyum tipis.
Semua orang mengucapkan selamat kepada Arion, terkecuali milka, istri nya itu masih saja acuh, bahkan ia mengabaikan suami nya, membuat Arion menghela nafas berat.
Berbeda di tengah ruang tamu, tamu pria paru baya itu melangkah dengan tegak, bahkan ada satu orang pelayan yang menuntun jalan di depan.
Namun, terdengar suara seseorang yang memanggil tamu tersebut.
"tuan Besar. " pekik Pak kus menyebut nama itu, seketika seseorang yang di panggil "tuan Besar" pun menghentikan langkah nya.
Ya, yang memanggil itu Pak kus, Karna kebetulan ia sedang mengontrol pekerjaan para pelayan nya.
"benarkah, itu tuan Besar, tapi bagaimana bisa. " gumam Pak kus sampai tak menyadari kalau orang iu mendekat ke arah nya.
"Kusmadi" panggil orang itu kemudian.
__ADS_1
"ya Tuhan, benar ini kamu tuan, bagaimana bisa, apa ini hanya mimpi saja, atau memang aku su.. " ucapan Pak kus terpotong.
"ish, kau ini selalu saja konyol, tentu saja ini aku,. " ucap orang itu tersenyum.
"ya Tuhan, ini semua nyata," gumam Pak kus berkaca-kaca.
"apa kau tak merindukan sahabat mu ini, kenapa kau hanya melihat Ku seperti itu, apa kau tidak mahu memeluk Ku" ucap orang itu merentangkan tangan nya.
Bruk
Tanpa di minta dua kali Pak kus langsung saja memeluk sahabat sekaligus majikan nya itu.
Terenyuh, tentu saja, Karna ia merasa masih ada seseorang yang mengharapkan nya tetap hidup, walau sebagian besar ada yang bersyukur atas meninggal nya diri nya.
"sudahlah, jangan menangis, kau tidak pantas menampakkan wajah cengeng seperti ini, kau lebih pantas menampakkan wajah dingin dan datar mu itu... dan ya jangan panggil aku tuan, panggil saja nama Ku sebagai sahabat, bukan sebagai majikan" ucap orang itu terkekeh.
"tapi.. " Pak kus tak melanjutkan omongan nya Karna ia sudah mendapatkan tatapan tajam, meski tak setajam tatapan tuan muda nya, tapi tetap saja ia merasa merinding.
"Baiklah,, aakh, aku sangat merindukan mu Adri. " ucap Pak kus sambil memeluk kembali sahabat nya.
__ADS_1
Semua pelayan yang melihat Congo, bagaimana bisa Pak kus bersifat seperti itu, bahkan mereka melihat hal Langka ini. sungguh menakjubkan.
"ish, hentikan tingkah konyol mu itu, apa kau tidak malu" ucap Adri sahabat Pak kus, seketika Pak kus menghentikan tingkah konyol nya itu dan berdehem.
"ekhem, apa yang kalian lihat, lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Pak kus kembali datar, dengan segera para pelayan mendengar itu membubarkan diri.
Sedangkan Adri hanya menggelengkan kepalanya, Karna heran dengan sikap nya yang berubah begitu cepat.
"Baiklah, sekarang ayo kita temui tuan muda, pasti nya tuan muda akan senang dengan kedatangan mu" ucap Pak kus sambil menarik tangan sahabat nya.
Sepanjang perjalanan menuju ke Taman belakang, Pak kus terus bercerita banyak, tentang kehidupan tuan muda nya.
Sesampai nya di taman belakang, mereka melihat begitu banyak orang.
Bahkan Adri matanya sudah berkaca-kaca, Karna ia melihat semua orang sedang berkumpul, namun di balik itu ia sungguh merasa gugup.
Tiba-tiba teriakan seseorang mengalihkan pandangan nya.
"Daddy.. "
__ADS_1