
Setelah beberapa lama terjadi ke tegangan,kini suasana kembali mencair,bahkan terdengar gelak tawa dari semua penghuni mansion itu.
Kini,semua orang berkumpul di ruang keluarga,mereka semua berniat menginap di mansion Arion,apalagi mereka masih ingin berbincang dengan Daddy Adrian.
Adrian yang melihat putra nya merasa sangat bahagia,karna kini ia bisa leluasa melihat nya,tanpa harus melihat dari Vidio dari Milka.
Yah,selama ini Adrian,tinggal di pedesaan,tepat nya di tempat tinggal Milka,bila sedang ke sana.
"dad,cepat jelaskan,selama ini dimana,dan bagaimana Daddy bisa mengenal istri ku?"tanya Arion,karna penasaran dengan kedekatan Daddy dan istri nya itu.
Daddy Adrian menghela nafas kasar,ia akan menceritakan segala nya,namun terdengar suara langkah kaki memasuki mansion.
Tak
Tak
Tak
Mendengar itu semua orang melihat ke arah suara,betapa terkejut nya mereka,melihat orang itu,tak terkecuali Sinta,namun ia menatap orang itu dengan mata berkaca-kaca,terlihat jelas di sana,sebuah kerinduan yang sangat besar.
"Jenny"gumam semua orang,yaps,orang itu Jenny.
"Oho,ternyata kalian sedang berkumpul di sini,ckckck,dan kau nyonya Sinta ,ternyata kau sangat bahagia berkumpul dengan keluarga mereka,bahkan kau tak pernah menengok ku di sana,ku kira kau akan terpuruk melihat anakmu menderita"ucap Jenny dengan sinis.
Sinta yang mendengar itu menggelengkan kepala nya,bahkan air mata nya sudah mengalir,ia melangkah mendekati Jenny.
"nak,bukan maksud ma.."ucap Sinta tertahan karna Jenny memotong nya.
__ADS_1
"sudahlah,jangan berpura-pura,akui saja kalau kau memang senang melihat ku menderita."ucap Jenny dengan menggebu-gebu.
Mendengar itu Adrian berbicara dengan keras.
"jangan coba-coba,kau mencela adikku,atau kau akan tau akibat nya,ohh,dan ya,apa kau yakin kalau dia itu ibu mu,,hmm?"tanya Adrian,namun mendapatkan gelengan dari Sinta.
Mendengar itu semua orang terkejut,entah kenapa mereka jadi penasaran.
"maksud om,kalau dia itu bukan ibu kandungku,,ck yang benar saja,kalau bukan dia siapa lagi." ucap Jenny sinis.
Walau sebenar nya ia juga merasa kalau perkataan dari Daddy adrian itu membuat nya bimbang.
"kak,sudah,ku mohon jangan,biarkan seperti ini,aku tidak apa-apa."ucap Sinta dengan lirih.
"tidak bisa,aku sudah muak melihat dia,bahkan aku sudah tau,kalau gara-gara dia kamu harus kehilangan suami dan anak mu."ucap Adrian sendu menatap Sinta dengan wajah sedih nya.
Kemudian Adrian menghela nafas kasar,ia menatap Jenny dengan wajah menahan amarah.
"kau"tunjuk Adrian pada Jenny.
"kau dan ayah mu telah menghancurkan kebahagian adik ku,bahkan kau juga berniat membunuh adikku,apa kau tau,karna ayah mu semua keluarga dan sahabat-sahabatku menderita,itu semua karna perbuatan ayah mu."bentak Adrian dengan amarah yang siap meledak,bahkan wajah nya begitu menakut kan.
Melihat itu Milka segera menghampiri Daddy Adrian,ia tak mau Daddy mertua nya meluapkan emosi nya.
"dad,sudahlah,sekarang Daddy duduk dulu,biar aku yang membereskan nya"ucap Milka lembut sambil menuntun mertua nya untuk duduk.
"cih,dasar perempuan murahan"sinis Jenny.
__ADS_1
Mendengar itu,Milka bukan nya marah tapi malah tersenyum,namun di balik senyuman itu tersimpan sesuatu.
Bahkan dengan tenang nya ia berjalan mendekat ke arah Jenny dengan tenang nya,namun tak lupa senyum yang mengerikan.
"hmm,kau tau kak,aku selalu menghormati mu,bahkan aku tak pernah mempermasalahkan apa pun yang kau lakukan dan kata kan pada ku"ucap Milka santai.
Semua mata menatap ke arah Milka dan Jenny,mereka di buat takjub dengan gaya Milka yang santai.
Berbeda di mata Arion,istri nya itu begitu mengemaskan dengan perut buncit nya.
"tapi saat ini,aku tidak bisa diam lagi,karna apa..karna kau sudah berani mencela,ibuku"ucap Milka melirik ke arah Sinta,yang sudah kembali duduk di samping pak Rendra,yang dengan setia menenangkan dengan memeluk nya.
"ibu?..bahkan aku saja tak Sudi memanggilnya ibu"hina Jenny dengan sombong nya.
"oh ya?"sindir Milka dengan sinis.
"tentu saja"ucap Jenny,namun seketika tamparan melayang ke arah pipi nya.
Plak
Plak
Tamparan yang begitu keras,membuat Jenny tersungkur ke lantai,membuat orang-orang di sana tercengang melihat nya,berbeda dengan Arion dan Adrian,mereka malah tersenyum senang.
"kau tau,kalau bukan karna mama Sinta,dari dulu sudah ku habisi kau."ucap Milka,dan ia berusaha untuk berjongkok,namun sudah karna terhalang oleh perut nya.
"ya Tuhan,kenapa susah sekali sih"gerutu Milka,karna ia tak bisa leluasa untuk bergerak.
__ADS_1