
Sesampai di ruangan nya,Arion menduduk kan dirinya di sofa ruangan nya.
Di ikuti Rey asisten nya,terdengar helaan nafas kasar dari mulut Arion.
Mendengar itu Rey mengerutkan kening nya,ia merasa atasan nya sedang dalam keadaan galau.
"apa anda memerlukan sesuatu,tuan?"ucap Rey frofesional.
Mendengar pertanyaan itu,membuat Arion menatap Rey sendu.
"duduklah"titah nya pada Rey.
Rey hanya menurut tanpa membantah,segera ia duduk di samping Arion.
"bisakah kau menjadi sahabat ku sebentar saja?"tanya Arion pada Rey.
Rey mendengar itu pun mengerenyitkan kening nya,tapi ia tetap mengangguk.
Sebelum berbicara,Arion menarik nafas berat.
__ADS_1
"aku ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap Arion menjeda ucapan nya.
Rey hanya bisa diam,menatap ke arah sahabatnya,ia masih setia untuk mendengarkan cerita selanjut nya.
"entah harus darimana,aku memulai nya,tapi intinya aku ingin mengatakan sesuatu padamu,dan aku harap kamu tidak akan memotong nya apalagi menolak nya."jeda Arion sambil melirik ke arah Rey yang di samping nya.
"katakanlah"ucap Rey,meski ia merasa bingung.
"kau tau,aku berjuang untuk perusahaan ini tidaklah mudah hingga sampai sebesar ini,bahkan kamu tau,begitu banyak pesaing kita yang berusaha menghancurkan perusahaan ini"ucap Arion,sedangkan Rey mendengar itu hanya menganggukan kepala nya.
"bahkan kau juga tau,bagaimana kita harus bersaing untuk mendapatkan sebuah proyek,bahkan kita sampai harus tidak tidur bermalam-malam karna harus menyelesaikan masalah yang kita hadapi.."ucap Arion kembali menarik nafas berat.
"dan aku ingin meminta satu hal padamu,jika terjadi sesuatu padaku,,aku ingin kamu menjaga istri dan calon anak-anakku,dan juga perusahaan ini..."ucap Arion sambil melihat ke arah Rey yang tengah manatap nya.
"tapi.."ucapan Rey terpotong oleh Arion.
"aku ingin kamu berjanji untuk itu,aku juga harap kamu tidak akan menolak nya"..
"tapi Ar,kamu akan kemana,lalu bagaimana jika Milka menanyakan mu,aku harus menjawab apa,apa yang harus aku jawab Ar,?"tanya Rey bertubi-tubi.
__ADS_1
"aku tidak akan kemana-mana"ucap Arion sendu..
"lalu kenapa kamu bicara begitu,seakan kau akan pergi jauh saja"ucap Rey kesal mendengar ucapan Arion.
"aku tidak tau,hanya saja aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi"ucap Arion menundukkan kepalanya.
"bahkan aku merasa aku akan jauh dari keluargaku.."ucap Arion serak,tanpa terasa air matanya menetes.
Rey tak menyangka,bahwa sahabat nya bisa menangis,bahkan ketika ayah nya pergi pun tak begini.
Karna tak tega Rey memeluk Arion erat,dan entah kenapa ia juga merasa sesak.
Berbeda dengan keadaan Arion yang sedang bersedih,Milka sedang berbicara di telpon.
"oh,ayolah,aku ingin pergi ke mall,bersama mu,kamu tinggalkan saja,pekerjaan mu itu,dan jangan lupa ajak Digo untuk mengantar kita"ucap Milka merengek.
Bahkan orang di sebrang sana menghela nafas kasar,"baiklah,aku akan mengantar mu"ucap Lina kesal,bagaimana tidak pekerjaan nya sedang banyak-banyaknya,tapi atasan nya ini dengan seenak jidat nya,menyuruh nya meninggalkan pekerjaan ini,dan apa lagi ini,ia juga mengajak Digo.
"ya Tuhan,bisakah aku menangis saja"batinnya mengeluh.
__ADS_1
"Yeay,baiklah aku akan bersiap-siap,dan tentu saja aku akan mengajak adik iparku"ucap Milka sambil mematikan telpon nya.