
Di kediaman Arion,penuh dengan canda tawa,berbeda dengan di kediaman Ricki.
Pria itu mengamuk,karna anak buah suruhan nya tertangkap oleh kelompok misterius saat menjalan kan aksi nya.
Tak ada seorang pun yang berani mendekat pada nya,jika saja ada yang berani,maka bersiaplah menjadi sasaran amukan nya.
"akh,,sial mengapa selalu saja gagal,siapa sebenar nya yang membantu mereka..aarrg"ucap nya sambil membanting apa pun yang ada di dekat nya.
"aku berjanji,aku akan membalaskan semua dendam kalian,dan aku pastikan mereka akan mendapatkan yang lebih dari kalian alami."ucap nya dengan tangan terkepal.
Setelah merasa tenang,ia merogoh ponsel nya,untuk menelpon seseorang.
"lakukan sekarang"ucap nya dengan nada dingin.
"baik bos"ucap seseorang di sebrang sana.
Setelah mendengar perintah dari bos nya,orang itu segera menjalankan rencana nya,bahkan mereka menggunakan beberapa mobil menuju suatu tempat.
Di mansion yang tak kalah megah dari mansion Arion,namun berbeda mansion ini lebih kecil,namun ini dengan gaya dan arsitektur yang modern.
"nak,apa kamu sudah menemukan saudara mama nak,kenapa rasa nya ia berada dekat di sini?"tanya wanita paru baya dengan tatapan sendu.
"sudah ma,sekarang paman berada di kediaman rekan bisnis ku"ucap pria muda yang berusia sama dengan Arion...27 taun.
"benarkah,,kalau begitu ayo kita kesana sekarang,mama sudah rindu dengan saudara mama itu"ucap nya dengan mata berbinar bahagia.
"sabar dulu ma,nanti kita akan ke sana,tapi kita harus menunggu papa pulang dulu,baru kita pergi kesana"ucap pria muda itu pada ibu nya.
__ADS_1
"baiklah,mama telpon papa dulu biar segera pulang,mama sudah tidak sabar"ucap wanita itu dengan semangat.
"terserah mama saja"ucap nya pasrah.
Karna siapa pun tidak ada yang bisa menghalangi keinginan ratu di rumah itu,karna kalau sampai menolak,maka bersiap lah 1 Minggu ke depan,mereka akan kesulitan dalam segala hal.
Beberapa menit kemudian,wanita itu sudah kembali lagi dengan wajah ceria.
"ayo cepat kamu segera bersiap,karna sebentar lagi papa mu pulang,dan kita tidak boleh terlambat."ucap nya sambil melenggang pergi ke kamar nya.
"ya Tuhan,kalau saja bukan ibu ku,sudah ku usir."gerutu nya pasrah.
15 menit kemudian,mereka sudah siap,sedang duduk di ruang tamu menunggu seseorang yang dari tadi di tunggu nya.
"ck,kenapa papa mu lama sekali,apa dia tidak tau kalau sekarang kita akan pergi...awas saja kalau sampai 1 menit lagi tidak datang,,akan ku beri pelajaran dia"gerutu nya sambil mondar mandir tak jelas,membuat pria muda itu memutar bola mata nya malas.
Beberapa detik kemudian,mereka melihat seseorang yang di tunggu nya datang dengan nafas yang ngos-ngosan.
Seketika,gugup melanda nya,melihat ratu nya mengomel.Sehingga melirik ke arah anak nya,namun anak nya hanya mengedikkan bahu nya.
"ya sudah sayang,kita berangkat,sudah jangan mengomel terus,nanti cantik nya ilang"rayu nya,namun berhasil membuat nya tersenyum.
"baiklah,ayo pergi"ucap wanita itu dengan semangat.
Sedang pria paru baya dan muda itu hanya menghela nafas pasrah.
Hingga akhir nya mereka berangkat memakai satu mobil.
__ADS_1
Di kediaman Dani pun tak kalah ricuh,ketika mendengar nyonya rumah itu menangis tiada henti.
Terlihat Dani berlari ke kamar ibu nya,para pelayan membungkuk kan badan nya sopan.
"ada apa Bu kenapa ibu sampai menangis begini?"tanya Dani pada bibi pelayan,sambil menenangkan ibu nya.
"tidak tau den, tau-tau sudah begini saja"ucap bibi pelayan.
"ya sudah,bibi boleh pergi"ucap Dani,bibi pelayan itu pun pamit pergi.
"kenapa Bu,ada apa ?"tanya Dani lembut,tak melepaskan pelukan nya dari ibu nya.
"ibu ingin ke rumah anak nya Adrian,entah kenapa ibu merasa ada firasat baik di sana."ucap ibu nya Dani sesegukan.
"baiklah,sekarang ibu bersiap,kita akan ke sana,,,sudah,ibu jangan menangis lagi"ucap Dani meng iya kan ajakan ibu nya.
Setelah mereka bersiap,mereka segera masuk ke dalam mobil,dan Dani yang mengemudi dengan ibu nya di samping nya.
35 menit kemudian,mereka sampai,berbarengan dengan wanita dan pria paru baya dan pria muda,Dani dan ibu nya Mita,mengerenyitkan dahi mereka.
"siapa mereka,aku baru saja melihat nya"batin Mita.
"loh,pak Arkan,ada keperluan apa bapak kesini?"tanya Dani sopan,pada pria muda itu.
"pak Dani,,kami hanya ber.."ucapan nya terpotong oleh ibu nya .
"Arkan,ayo cepat,kenapa lama sekali."teriak ibu nya,membuat Arkan mengemhentikan obrolan nya.
__ADS_1
"ck iya ma,,maaf pak Dani,kami masuk dulu."pamit nya pada Dani.
"mari,kita barengan saja,kebetulan kami juga akan masuk"...ucap Dani sambil tersenyum.