
Sedangkan di tempat lain,seorang pria tengah mengamuk,karna wanita yang ia suruh tertangkap.
"sial,,rencana ku gagal sebelum memulai."teriak nya marah,dengan membanting semua barang yang ada di dekat nya.
Bahkan tak ada seorang pun yang berani masuk,bahkan asisten nya sendiri.
Semua karyawan yang ada di tempat itu pun bergidik ngeri mendengar teriak kan dan benda berjatuhan.
Iya,karna ia sedang mengamuk di kantor nya.
Beberapa saat keadaan kembali tenang,dan..
Bruk
Pintu ruangan terbuka,terlihat atasan mereka keluar dengan kondisi berantakan,dan wajah memerah menahan amarah.
Dengan segera orang-orang berhamburan pergi,karna takut terkena amukan atasan nya.
"bereskan ruangan ku,jangan sampai ada yang tertinggal."bentak nya pada OB yang melewati nya.
"baik tuan"ucap OB tersebut santai.
Setelah melihat atasan nya pergi,ia segera ke ruangan nya untuk membereskan ke kacauan.
Namun ia,bukan nya membereskan,namun ia malah meng obrak-abrik ruangan itu,bahkan tiap laci ia buka.
Tak berselang lama ia menemukan sesuatu,dan menyimpan nya di balik baju OB nya.
"kau sudah berani bermain-main,sekarang saat nya bermain sungguhan"ucap OB tersenyum dengan sinis.
Sebelum keluar ia membereskan ruangan tersebut,supaya pemilik ruangan tidak curiga.
Setelah itu ia pergi dan mengganti baju nya,dengan segera ia mengendarai mobil nya dengan kecapatan sedang,untuk menuju suatu tempat.
Berbeda dengan perusahaan Arion,Milka sedang menggelendot manja dengan suami nya Arion.
Membuat Lina berdecak kesal.
"ck,,kau malah bermanja dengan suami mu,sedangkan aku hanya jadi kambing conge di sini,"gerutu nya,yang masih di dengar oleh pasutri tersebut.
"terserah aku dong,mau gimana juga,apa lagi dengan suami ku ini,kalau kau mau,kau bisa bermanja dengan kak Rey...benar kan kak Rey?"ucap Milka sambil melirik ke arah Rey.
Sedangkan Rey malah gugup,namun berbeda dengan Lina,ia berdecak sebal.
"ck,,kau menyebal kan,kalau tau begini,lebih baik aku di kantor mengerjakan berkas yang sudah menggunung"decak Lina sebal.
"hey, berani-berani nya kau menggerutu pada istri ku"bentak Arion kesal karna istri nya di umpat Lina.
__ADS_1
Sedangkan Lina hanya memutar bola mata nya tak peduli.
Arion melihat itu sudah akan berbicara namun di potong Milka.
"ya sudah,kau pergi lah ke kantor,dan kalau ada yang perlu tanda tangan ku,antarkan saja ke mansion"ucap Milka cuek.
"ck,dasar bumil"decak Lina kesal.
Tanpa mendengar ucapan Lina,Milka mengalihkan pandangan nya pada Rey.
"kak Rey,tolong antarkan asisten ku ya"pinta Milka lembut.
Belum menjawab,Lina sudah memotong nya.
"tidak usah,aku bisa naik taksi,lagi pula aku tidak mau jadi pengganggu"ucap Lina datar tanpa memandang lawan bicara nya.
"tidak bisa,kau harus di antar kak Rey,kalau tidak jangan harap kau bisa bekerja di perusahaan ku lagi"ucap Milka dengan nada mengancam.
Arion mendengar itu hanya tersenyum tipis,melihat istri nya.
"selalu saja mengancam,apa hidup mu tidak bosan,selalu saja mengata kan hal yang tidak bisa di lakukan"gerutu Lina semakin kesal dengan sahabat sekaligus atasan nya.
Tanpa mendengar balasan ucapan nya,Lina segera bangkit dan berkata.
"apa kau akan duduk terus,dan melihat mereka"ucap Lina dengan ketus,tanpa melihat ke arah Rey.
Tanpa menjawab Lina Rey mengejar Lina yang sudah ingin masuk ke dalam lift.
"tunggu"teriak Rey pada Lina.
"lambat"ucap Lina cuek.
Rey bukan nya marah,ia malah terkekeh mendengar penuturan Lina.
Entah kenapa Rey merasa senang,mendengar nada ketus dari Lina.Bahkan ia tak berhenti tersenyum.
"apa kau sudah gila, senyum-senyum sendiri?"sindir Lina,bahkan ia merasa kan jantung nya berdetak kencang.
Walaupun ia berusaha untuk menghindar,namun hati nya tidak bisa berbohong,kalau ia bahagia bisa bertemu dengan Rey.
Ia berusaha menahan debaran jantung nya,ia takut Rey mendengar nya.Maka dari itu,ia selalu berbicara ketus pada Rey,supaya Rey melihat kalau diri nya sudah berhenti berharap pada nya.
"memangnya kenapa?"tanya Rey polos.
Bahkan Rey pun sama ia merasa kan jantung nya berdebar kencang.
Setelah sampai di lantai bawah Rey segera membuka kan pintu mobil untuk Lina.
__ADS_1
"silahkan masuk."ucap Rey dengan senyum manis nya.Membuat wajah Lina bersemu merah.
Segera ia masuk tanpa berucap sepatah kata pun.
Setelah menutup pintu mobil,Rey segera memutar untuk masuk ke kursi kemudi.
Di dalam perjalanan tidak ada yang bersuara,hanya terdengar helaan nafas Lina,membuat Rey menoleh ke arah nya.
"kenapa?"tanya Rey lembut.
"apaan sih"ketus Lina,namun hati nya meleleh mendengar suara lembut Rey.
"kenapa beberapa hari ini kamu tidak lagi menghubungi ku?"tanya Rey,memecah keheningan.
"memang nya kenapa?,,,bukan nya kau bilang aku ini pengganggu"ucap Lina cuek.
"padahal aku selalu menunggu kamu menghubungi ku"gumam Rey,namun terdengar oleh tapi tidak jelas.
"apa?"tanya Lina.
"kenapa,apa kamu sudah menyerah?"tanya Rey.
"menyerah apa,,memang nya perang,menyerah segala"ucap Lina sok sibuk dengan ponsel nya.
"harus nya kamu,terus menghubungi ku."ucap Rey pelan,namun masih terdengar jelas oleh Lina.
"mau apa?aku bukan siapa-siapa mu"ketus Lina.
"siapa bilang?,,,mulai sekarang kamu kekasih ku"ucap Rey memaksa.
"siapa kau berani nya memaksa ku,,lagi pula siapa yang ma...emmph"ucapan Lina terpotong.karna Rey mencium nya.
Mendapat ciuman tiba-tiba Lina membulatkan mata nya.
Deg
Jantung Lina seakan berhenti berdetak,dengan perlakuan Rey pada nya,hingga ia mematung,bahkan ia tak sadar ciuman nya sudah terlepas.
"kau kekasihku"ucap Rey tegas tak ingin di bantah.
Tak mendengar suara Lina,ia pun menoleh,ia melihat Lina masih mematung,tidak bergerak sedikit pun.
Rey pun panik,ia segera menyentuh pundak Lina,membuat Lina terkesiap.
"ka,,,kau merebut ciuman pertama ku,,aaakhh"teriak Lina.
Rey mendengar itu sontak tertawa,ia kira kekasih nya ini kenapa ternyata,karna ciuman pertama nya.
__ADS_1