Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Histeris


__ADS_3

Setelah beberapa menit perjalanan Arion melirik ke arah Milka,namun tiba tiba jantung nya berdetak tak beraturan sampai sampai dia memegang dadanya sendiri


"apa yang terjadi dengan ku,kenapa jantung ku berdetak begini,"tanya nya dalam hati,tapi matanya tetap memperhatika wajah Milka seolah terhipnotis oleh wajah cantik tersebut.


Tanpa di sadari, Rey melihat itu hanya bisa tersenyum tipis.


"ekhmm,sudah sampai,"membuat Arion terkejut dengan wajah memerah menahan malu karna telah ketahuan memandangi wajah gadis ini.


"i,,iya"jawab nya dengan gugup.


"hey,kenapa kau gugup begitu,seperti ketahuan sedang mencuri."ucap Rey dengan nada meledek nya.


"diam kau,,"ketus Arion


"hey,apa yang kau lakukan."


"menggendongnya lah,emang mau apa lagi"


"biar aku saja,kau hanya menghalangi pemandangan saja,"ketus nya


"huh,dasar posesif belum apa apa juga kau sud.."belum selesai sudah di potong Arion


"sudah apa."dengan tatapan tajam nya membuat Rey menelan Saliva nya sendiri.

__ADS_1


"ti,,tidak,,"jawab nya gugup


Setelah sampai di IGD,mereka menidurkan Milka di brankar dan duduk di kursi tunggu.


Setelah beberapa menit dokter keluar.


"bagaimana keadaannya dok,?"tanya Arion dengan wajah kwartir nya


"tidak ada yang perlu di cemaskan tuan,pasien hanya stres dan sedikit syok,tapi lebih baik pasien di rawat untuk beberapa hari,karna tekanan darah nya sangat rendah."jawab dokter tersebut


membuat Arion bisa bernafas lega.


"baik dok,lakukan yang terbaik saja."ucap Arion


"kenapa kau?"tanya Arion


"tidak aku hanya lucu saja melihat ada anak kecil berebut mainan"elak nya.Namun dia senang karena sahabat sekaligus majikan nya,sudah membuka hati untuk orang lain meski belum menyadarinya,,setelah pengkhianatan yang di lakukan oleh mantan kekasih nya dulu.


Mengingat itu Rey menjadi geram dengan tangan mengepal erat.


Berbeda dengan Arion ia hanya bisa menghela nafas karna lega mendengar gadis yang dia sukai tidak apa apa."apa sukai.mana mungkin aku menyukai nya,aku kan hanya sebagai rasa empati saja."gumam nya dalam hati.


Sekarang mereka sudah duduk di sofa yang ada di ruangan inap yang di tempati Milka.

__ADS_1


"euh,"erang Milka yang mulai sadar,perlahan mata nya mengerejap setelah cukup lama matanya terbuka sempurna.mengamati kamar yang nuansa putih tersebut,"dimana aku,"gumamnya,namun masih di dengar oleh dua orang yang sedang menunggui nya.


"kau ada di rumah sakit."jawab Arion dengan nada cuek nya,tapi dalam hati bersorak senang.


Sedangkan Rey hanya menggeleng kan kepala nya heran,dengan sikap sahabatnya itu.


"eh" terkejut bukan main yang di rasakan Milka


"tu,,an"gugup Milka


"bagai mana bisa aku di sini?"gumamnya dengan mengingat ngingat apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan ke dua orang itu hanya saling menatap dan mengedik kan bahunya.


Beberapa detik kemudian "argh,aku,,aku hiks,,hiks.." sehingga kedua orang itu pun terkejut dan segera menghampiri Milka ,tapi Milka malah semakin histeris "tolong,jangan mendekat,aku mohon..hiks..argh.pergi,,pergi."teriak nya sambil menangis,membuat Arion dan Rey saling pandang.hingga akhirnya.


"baiklah kita akan pergi,jadi sudah jangan menangis lagi oleh,,"ucap Rey


"aku mohon,tinggalkan aku sendiri,,"ucap Milka dengan suara dan tubuh yang gemetaran..


"baik..ayo kita pergi Ar,,"ajak Rey pada Arion tapi yang di ajak hanya diam memandang Milka dengan tatapan yang sulit di arti kan.


Tapi kemudian Arion melangkah pergi,sebelum menutup pintu Arion melihat Milka yang sedang meringkuk di bangsal nya menangis dengan suara yang menyayat hati..

__ADS_1


__ADS_2