Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 140


__ADS_3

Tak terasa sudah satu Minggu berlalu,keadaan fisik Arion sudah kembali seperti sedia kala lagi,dan Milka tentu saja sudah merasakan kontrak si ringan pada perut nya,dan sebagai suami siaga,Arion selalu berada di samping Milka.


Seperti saat ini,Milka sedang merasa kan nyeri pada perut nya,tentu saja,Arion dengan sigap mengusap-usap perut Milka,sampai ke pinggang nya.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Milka terharu,meski sudah sering seperti itu,4ntah kenapa jiwa melow nya seolah keluar dengan sendiri nya.


Tanpa terasa air mata nya keluar,dengan cepat ia menghapus nya,karna tak ingin terlihat oleh suami nya.


Entah bagaimana nasib nya,jika sampai kejadian tempo lalu sampai merenggut nyawa suami nya,mungkin ia akan menjadi wanita yang menyedihkan,yang melalui kehamilan seorang diri,pikirnya.


"apa sudah lebih baik?"pertanyaan Arion membuyarkan lamunan Milka.


"sudah,terima kasih"jawab Milka pelan,dengan sedikit serak.


Mendengar suara istri nya,Arion mengangkat wajah nya,seketika ia terkejut,bahkan ia bergegas duduk,dan menangkup wajah istri nya yang berkaca-kaca.


"kenapa hmm?"tanya Arion dengan wajah cemas.

__ADS_1


Bukan nya menjawab,Milka malah menangis dan memeluk Arion erat.


Bukan nya lega,Arion malah semakin khawatir.


"ada apa,kenapa menangis?,apa ada yang sakit,apa perlu kita ke rumah sakit,atau mau ku usap-usap lagi perut nya.?"pertanyaan beruntun dari Arion,malah membuat Milka menangis kencang.


Arion pun semakin gelagapan,ia bingung harus apa,tak ingin terjadi apa-apa pada istri nya,ia berteriak memanggil Daddy nya.


"dad,Daddy."teriak Arion membuat Milka melepaskan pelukan nya.


Merasa pelukan nya di lepas,Arion melihat ke arah Milka,ia bertanya pada Milka.


"terima kasih"ucap Milka membuat Arion terdiam dan melihat ke arah Milka.


"ya ampun sayang,nanti saja terima kasih nya,sebaik nya kita segera per.."ucapan Arion terpotong karna Milka mengecup bibir nya.


"sayang,dengarkan aku,aku tidak apa-apa,kamu gak usah khawatir,aku hanya terharu saja."

__ADS_1


"ta.."ucapan Arion terputus karna Milka memeluk nya kembali.


"terima kasih,karna sudah bertahan sampai sejauh ini,terima kasih karna sudah sabar menghadapi sifat ku,yang mungkin beberapa waktu ini sangat menyebalkan dan membuat mu muak,dan juga,terima kasih,karna sudah bertahan demi aku dan anak anak kita."ucap Milka semakin mengeratkan pelukan nya.


"ssst,sayang,apa yang kamu bicarakan,justru aku yang harus berterima kasih,karna kamu mau menjadi pendampingku,menerima semua kekurangan ku,dan juga sudah mau menjadi istri dan juga mommy untuk anak anak ku."ucap Arion dengan suara pelan,dan juga semakin mengeratkan pelukan nya.


Saat sedang asyik berpelukan,pintu kamar nya terbuka dengan kasar,bahkan Daddy Adrian dan pak Rendra,sudah seperti berlari marathon puluhan kilo.


Brak


"apa yang terjadi?"tanya Daddy dengan nafas ngos-ngosan.


"iya,ada apa?"tanya pak Rendra kemudian.


Beberapa detik kemudian,terdengar lagi suara wanita paru baya,siapa lagi kalau bukan Bu Sinta,tak jauh pula dengan keadaan ke dua lelaki paru baya itu,Bu Sinta terlihat ngos-ngosan dengan keringat di dahi nya.


"apa yang terjadi nak,kenapa kamu teriak teriak?"tanya Bu Sinta sambil berjalan menabrak Daddy dan suami nya pak Rendra.

__ADS_1


Sedangkan suami istri itu hanya melongo melihat itu,namun sedetik kemudian tawa mereka pecah.


Hahaha


__ADS_2