
Di kediaman Arion,Arion merasakan kebahagian sampai-bibir nya terus saja mengulum senyum.Bahkan Rey pun merasa heran melihat nya.
"seperti nya ada yang sedang bahagia".sindir Rey.
"kau tau saja."jawab Arion acuh.
Ketika mereka sedang berbincang turun Milka dengan Fika.
Sehingga dua orang yang berbincang pun menoleh ke arah suara.
Namun,ketika menyadari yang turun adalah istri nya dan adik nya,Arion segera beranjak dari duduk nya,menuju ke ruang makan.
Sedangkan Milka hanya menundukan wajah nya,menyembunyikan wajah nya yang memerah,karna malu mengingat kegiatan yang baru saja terjadi.
"hey nona,kenapa wajah mu memerah,apa kau sakit.?"tanya Rey.
Fika yang mendengar pertanyaan Rey pun menoleh ke arah Milka.
"iya,apa kau sedang sakit.?"tanya Fika khawatir.
Belum juga menjawab ,Arion berteriak.
"apa kau tidak bisa untuk tidak mengurus urusan orang lain.?"tanya Arion dingin.
"bukan nya begitu,aku hanya bertanya,coba kau lihat saja wajah nya merah."ucap Rey membela diri,dan di beri anggukan oleh Fika.
Seketika Arion melihat ke arah milka,Arion yang melihat itu pun mendekat dan memegang kening Milka.
Deg
Deg
__ADS_1
"tidak,kau tidak demam,atau ada sesuatu yang kau rasakan."ucap Arion dengan nada khawatir.Sambil membawa Milka duduk di kursi meja makan.
Sedangkan Milka yang di tanya begitu,kepala nya semakin menunduk dan wajah nya semakin memerah.
"a,,ku tidak apa-apa."ucap Milka terbata.
"kau yakin.?"tanya nya lagi.
"iya,aku tidak apa-apa."jawab Milka.
"baiklah kalau begitu kamu makan yang banyak.Biar aku ambilkan."ucap Arion dengan nada tidak bisa di bantah.
Milka hanya menganggukkan kepala nya.
Sedangkan Fika dan Rey yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
"semoga kalian bisa terus bahagia."ucap Rey dan Fika dalam hati.
Sedangkan di tempat lain,tepat nya di perusahaan NF group,seorang gadis tengah sibuk dengan berkas-berkas mengenai proyek yang harus ia tangani.Dan harus sesegera mungkin mendapatkan nya.
Ceklek
"maaf mengganggu waktu mu"ucap seorang pria atau sekertaris nya.
"hmm,ada apa?"tanya gadis tersebut.
"begini Lin,apa kau sudah menemukan perusahaan mana yang akan kita pakai untuk proyek ini.?"tanya pria tersebut.
Lina hanya bisa menghembuskan nafas nya berat,sambil menggelengkan kepala nya.
Yah,gadis tersebut Lina, seorang asisten CEO.
__ADS_1
Dia gadis yang cuek tapi di ramah pada orang yang di dekat nya.
"apa kau punya saran,go?."ucap Lina kepada sekertaris nya Digo.
Digo yang di tanya pun hanya diam belum merespon apa yang di katakan Lina.
"bagai mana kalau kita,mengadakan pertemuan pada perusahaan-perusahaan,dan kita bisa memilih di antara perusahaan tersebut yang kompeten."ucap Digo panjang lebar.
Sedangkan Lina hanya diam sambil berpikir,namun beberapa detik kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"kurasa itu bukan ide yang buruk,kau segera bagikan proposal nya ke seluruh perusahaan yang akan mengikuti acara ini."ucap Lina lega.
"oh ya,kapan dia akan kembali ke perusahaan,rasa nya aku sudah lelah dengan semua ini."ucap Digo mengeluh.
"aku tidak tau,kau benar,aku juga sudah lelah,baru beberapa minggu dia tidak datang,tapi kepala ku sudah akan meledak mengurus berkas-ini."ucap Lina dengan lemah.
Digo yang mendengar itu pun hanya menghela nafas berat.
"hmm,baik lah aku kembali keruangan ku dulu,dan kau telpon saja dia,suruh dia segera kembali."ucap Digo sambil melenggang pergi ke luar ruangan.
"baiklah,tanpa kau suruh pun aku akan menelpon nya."gerutu Lina.
Sedangkan di perusahaan Hilmawan group,Arion baru sampai keruangan nya.
"apa jadwal ku hari ini.?"tanya Arion dingin.
"untuk hari ini kosong,namun anda harus memeriksa berkas-berkas yang harus di tanda tangani."ucap asisten pribadi nya Rey.
"baiklah kau boleh keluar"ucap Arion.
"kalau begitu saya permisi."ucap Rey.
__ADS_1
Walau pun mereka sahabat,tapi kalau dalam pekerjaan mereka sangat fropesional.
Maaf nya kemarin gak update soal nya anak ku lagi sakit,dan lagi malah harus di revisi lagi jadi tanggung sekalian aja di hapus.