
Satu jam kemudian orang misterius itu keluar dari rumah Milka,celingak celinguk takut ada orang yang lihat.
Sore harinya,perjalanan menuju ke mansion terasa lambat karna terjadi kemacetan.Namun matanya menangkap seseorang yang selama beberapa hari ini mengganggu pikiran nya.
"berhenti."ucap Arion ..ya orang itu Arion.
Ckitt
"kau ingin membunuh ku."bentak Arion
"salah siapa suruh berhenti mendadak."ucap Rey dengan nada ketus.
Sedangkan Arion masih memperhatikan orang tersebut,yang tak lain adalah Milka.
Beberapa detik kemudian,tatapan nya se akan ingin mencabik cabik orang yang sedang berbicara dengan Milka.
Orang itu turun dari mobil mewah nya,dan menghampiri Milka yang sedang duduk seperti menunggu seseorang.
Namun,tak di sangka ternyata Milka ikut masuk kedalam mobil tersebut.
Membuat Arion mengepalkan tangan nya,dengan mata memerah menahan amarah.
"sial,siapa sebenar nya gadis itu,mengapa aku tidak asing dengan pria itu."Tutuk nya dalam hati.
Sesaat kemudian keheningan melanda..Di tengah tengah lamunan nya,Arion di kejut kan dengan suara Rey.
"hey,ada apa?,mengapa menyuruh ku berhenti."tanya Rey membuyarkan lamunannya.
"tidak,jalan saja."ucap Arion
Beberapa menit kemudian sampai lah mereka di mansion.
"selamat datang tuan."ucap para pelayan.
__ADS_1
Namun Arion tidak berkata sepatah kata pun membuat pak Kus dan Rey saling pandang dan mengedikkan bahu.
Sementara di sisi lain, Jenny telah bersiap untuk pergi ke mansion Arion,dia dandan secantik mungkin dengan pakaian yang cukup terbuka.
Bahkan mungkin,yang melihat itu akan terpesona,tapi entah dengan CEO kejam seperti Arion.
Kring
Kring
Kring
Suara ponsel nya bunyi,dia melihat nama sang ayah di ID pemanggil nya.
"hallo.."jawab jenny
"...."
"...."
"baiklah"jawab jenny..Entah apa yang di bicarakan mereka,hanya mereka yang tau.
"kau lihat saja,aku akan membalas kan dendam pada anak mu itu,,hahaha"ucap pria paruh baya tersebut dengan tawa licik nya.
Sedangkan di mansion nya,Arion masih memikirkan siapa lelaki yang bersama Milka..Hingga seseorang membuyarkan lamunannya.
Ceklek
"hey,apa yang sedang kau pikirkan Ar,?"tanya Yuda,dokter yang memeriksa Milka sekaligus sahabat Arion.
"ck..ada apa kau ke sini,?"tanya Arion dengan nada ketus.
"kau lupa apa bagaimana,kau kan yang menyuruh ku ke sini?"jawab Yuda dengan nada ketus nya.
__ADS_1
Ceklek
"kau sudah sampai,?"tanya Rey yang baru masuk ke dalam ruang kerja Arion.
"hmm,baru sampai."
"tapi aku heran,melihat CEO kejam itu,tidak seperti biasa nya."ucap Bayu
"maksudmu?"tanya Rey
"ck kau ini,coba lihat,wajah nya seperti orang yang sedang banyak sekali masalah."jawab Bayu..
"kau tidak tau?"tanya Rey di balas gelengan oleh Bayu..Sedangkan yang di bicara kan hanya diam tak menyahut ucapan ke dua nya..."ck,ck,kau sudah ketinggalan info rupanya...Kau tau dia sedang jatuh cinta."ucap Rey dengan suara pelan,tapi masih di dengar oleh Arion..
Arion melempar pulpen hingga mengenai kepala Rey,hingga mengaduh kesakitan..
Tak
"auww,kau itu kenapa,kenapa kau melempar ku dengan pulpen mahal mu?"ucap Rey sambil mengusap kepala nya yang sakit.
"kau.." dengan mata melotot,tapi belum selesai mengatakan sesuatu,sudah di potong lagi oleh Rey.
"iya,,iya baiklah aku diam."
"dasar sahabat kejam."gumamnya.
Keheningan pun melanda ke tiga nya.
"sudah lah aku ke atas dulu."ucap Arion dengan helaan nafas panjang.
"hey,lalu untuk apa kau memanggil ku kemari."teriak Bayu..namun tak di gubris oleh Arion karna dia sudah keluar dari ruangan itu.
Bayu hanya melirik ke arah Rey..Namun Rey hanya mengedikkan bahu.
__ADS_1