Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 47


__ADS_3

Milka yang mendengar suara suami nya marah-marah,berlari menghampiri,namun ia malah bertemu dengan Rey yang sedang tertawa terbahak-bahak.


"kak Rey,ada apa?"tanya Milka.


"hahaha,aku habis mengerjai suami posesesif mu itu."ucap Rey sambil memegang perut nya yang terasa pegal,karna kebanyakan tertawa.


Milka hanya menggelengkan kepala nya,tanda heran "mengapa dua orang ini selalu saja tak pernah akur bila sudah bertemu"ucap Milka dalam hati.


"kakak ini mengapa selalu mengerjai nya,kau itu bikin aku repot saja."dumel Milka,membuat tawa Rey seketika berhenti.


"maaf kan aku,aku tak berniat ke situ."sesal Rey.


"sudah lah,kalian sama saja,membuat aku repot."Milka malah semakin menggerutu.Sedangkan Rey hanya menatap heran Milka,yang tak pernah biasa nya marah-marah.


"kenapa dengan pasutri ini,kenapa akhir-akhir ini mereka berdua berbeda sekali.dasar pasutri aneh."ucap Rey dalam hati.


Plak


"kau jangan coba-coba mengumpat ku."ucap Milka menatap tajam pada Rey.


Glek


"ti,,tidak mana berani aku."ucap Rey gugup.


"kenapa tatapan nya begitu,membuat aku merinding saja."ucap Rey dalam hati.


"ya sudah aku pulang dulu,ini sudah malam."pamit Rey.


"kenapa pulang,makan aja di sini,tanggung sebentar lagi makan malam."ucap Milka kembali seperti semula sikap nya.


Namun Rey malah sudah pergi,tak mendengar ucapan Milka.


Bruk


Suara pintu mobil di tutup.


Rey yang baru keluar pun,bertemu dengan mertua tuan nya.


"nyonya,tuan."sapa Rey sopan.


"loh,nak Rey mau kemana?"tanya Rendra.


"saya,mau pergi masih ada urusan."ucap Rey sopan.


"oh,ya sudah kalau begitu kami masuk dulu."ucap Rendra.


"silahkan."ucap Rey sopan sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah melihat orang tua itu masuk,Rey berjalan ke mobil nya,dan pergi meninggal kan kediaman tuan nya.


Rendra dan Sinta masuk,di sambut oleh pelayan.


"selamat datang tuan,dan nyonya besar."ucap pelayan sopan.


"terimakasih."ucap Rendra sopan.


"apa nyonya kalian ada?"tanya Rendra,sedangkan Sinta menuntun suami nya hati-hati.


"ada,akan saya panggilkan...tuan dan nyonya besar bisa menunggu di ruang tamu."ucap pelayan itu dan menuntun mereka ke ruang tamu.


"silahkan duduk dulu tuan nyonya besar,akan saya panggilkan dulu tuan dan nyonya."ucap pelayan tersebut sambil pergi dari hadapan mereka.


Rendra yang melihat Sinta gelisah duduk nya,segera menggenggam tangan Sinta.


"sudah,tidak apa-apa,dia tidak akan membenci mu"ucap Rendra menenangkan.


"tapi,,aku malu,karna anak ku ayah nya hampir meninggal."ucap Sinta dengan mata berkaca-kaca.


"percaya pada ku,oke."ucap Rendra.


Milka yang melihat itu,merasa tidak nyaman,melihat ayah nya memegang tangan Sinta.


Namun,ia menepis rasa itu,walau bagaimana pun semua nya bukan kesalahan mereka,namun takdir lah yang menentukan nasib.


"sayang.."ucap Rendra.


"bagaimana kabar mu.,dimana suami mu.?"tanya rendra.sambil memeluk Milka.


"kabarku baik,dia sedang mandi."ucap Milka.


"ma,bagaimana kabar mu.?"ucap Milka sambil tersenyum,dan memeluk Sinta.


"maafkan mama,mama merasa sangat bersalah."ucap Sinta dengan suara parau,menahan tangis.


"sudah,semua nya sudah berlalu,yang penting sekarang semua nya sudah baik-baik saja."ucap Milka mengusap lembut punggung ibu sambung nya.


Rendra yang melihat itu,tak terasa mata nya meneteskan air mata.


"pa,ma,udah lama.?"tanya Arion yang baru muncul,dengan pakaian santai nya,dan wajah segar.


"nggak baru aja."ucap Rendra.


"permisi tuan-tuan,nyonya-nyonya ini minuman nya."ucap pak Kus,di ikuti pelayan yang membawa minuman dan cemilan.


"terima kasih pak Kus,bibi."ucap Milka.

__ADS_1


Pelayan dan pak Kus,meninggal kan keluarga tersebut.


"ayo di minum pa,ma."ucap Milka sambil menyodorkan gelas ke arah Arion.Arion menerima dengan senang hati.


Setelah beberapa lama berbincang,pak Kus datang memberi tau kan kalau makan malam sudah siap.


Segera mereka menuju meja makan,dan para istri mereka melayani para suami nya.


Namun,baru akan menyuap kan makanan kedalam mulut nya,Arion merasa mual.


Hoek


Hoek


"sayang kamu kenapa lagi?"tanya Milka dengan raut wajah khawatir.


Arion tidak menjawab dan berlari ke arah kamar mandi dapur.


Karna tak tega melihat suami nya,Milka menghampiri suami nya yang sedang memuntahkan isi perut nya.


Setelah beberapa menit mereka kembali ke meja makan,dan orang tua itu mengerenyit heran,melihat wajah menantu nya pucat.


"sayang kenapa suami mu,kenapa wajah nya pucat?"tanya Sinta khawatir.


"gak tau ma,udah beberapa hari ini selalu begitu,apalagi kalau pagi-pagi udah gak pernah absen."ucap Milka sambil mengusap peluh di dahi suami nya.


"bi minta buatin teh hangat ya."pinta Milka sopan.


"baik nyonya."dengan segera bibi pelayan itu membuat apa yang di minta majikan nya.


Setelah bibi memberikan teh itu,Milka menyuruh Arion untuk meminum nya.


"sayang minum dulu,supaya mual nya berkurang."ucap Milka.


"aku gak mau sayang,aku mau makan mie."ucap Arion lemah.


Milka dan orang tuanya mengernyitkan kan dahi mereka.


Karna heran,Milka bertanya.


"kamu yakin sayang?"tanya Milka.


Arion hanya mengangguk.


"tapi aku mau mie nya dua,di tambah telur nya juga dua,dan pakai cabe."pinta Arion dengan mata berbinar.


Sedangkan orang tua mereka tersenyum bahagia,berbeda dengan Milka,yang bingung.

__ADS_1


Karna biasa nya suami nya itu anti makanan seperti itu.


__ADS_2