Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 110


__ADS_3

Di tempat lain,tepat nya di sebuah gedung kosong,beberapa orang sudah babak belur,karena mereka mencoba kabur dari tempat itu.


"sebenarnya siapa kalian,kenapa menahan kami di sini.?"teriak salah satu dari mereka.


"kalian tidak perlu tau siapa kami,yang jelas kau sudah berurusan dengan orang yang salah."ucap orang itu dengan tenang,namun dengan tatapan tajam.


"si,,siapa kalian?"tanya salah satu lagi dari mereka.


"sebentar lagi kalian akan tau"ucap orang itu dengan tersenyum devil.


Sedangkan di luar gedung tua itu,sebuah mobil datang,tak lama orang yang ada di dalam nya keluar.


Terlihat seorang pria yang terlihat tampan keluar dari mobil tersebut,dan jalan memutar ke arah pintu sebelah nya.


"ayo sayang."ucap pria itu lembut,sambil mengulurkan tangan nya,dan terlihat sebuah tangan menggapai tangan pria tersebut.


"terima kasih sayang."ucap wanita itu tersenyum.


"sama-sama"jawab pria itu sambil tersenyum.


"oh ya,sayang ,kenapa kamu mengajak ku ke sini,dan kurasa ini adalah gedung kosong."ucap pria itu penasaran,namun tetap berjalan,sambil menuntun istri nya.


"nanti kami tau sayang"ucap wanita itu tersenyum.


Tak lama mereka sudah sampai di dalam nya,seorang pria,atau bisa di sebut seorang anak buah,menyambut kedatangan mereka.


"nona"ucap nya sedikit membungkuk kan badan nya.


"dimana mereka?"tanya wanita itu dingin,seketika ruangan di sana menjadi mencekam.

__ADS_1


Sedangkan Arion,biasa saja,ia seperti sudah tau sifat dari istri nya.


"mereka di dalam,bahkan mereka sudah beberapa kali akan melari kan diri"jelas nya sedikit takut,melihat tatapan tajam itu.


Tak banyak bicara,mereka bertiga segera masuk ke bagian paling dalam di gedung itu.


Tak lama mereka sudah sampai di depan pintu,tempat penyekapan orang-orang yang berusaha mencelakai keluarga nya.


Brak


Milka menendang pintu itu kasar,membuat Arion melihat itu meringis,bukan meringis karena terkejut,namun karena ia khawatir pada kandungan istri nya.


"sayang pelan-pelan."tegur Arion dengan tatapan tajam.


Glek


Bahkan orang yang bersama mereka melongo tak percaya,bagaimana mungkin nona nya yang begitu dingin bisa menciut dengan tatapan tajam suami nya,bahkan tatapan nya yang tajam bisa kalah dengan tatapan suami nya.


"maaf"gumam Milka namun masih di dengar oleh Arion.


Mendengar itu Arion memeluk Milka,"bukan nya aku marah pada mu,tapi aku minta lain kali jangan gegabah begitu,hmm,ingat.di perut mu ada triple baby."ujar Arion lembut.


Seketika membuat Milka,memeluk Arion erat,ia merasa di perhatikan.


"kali ini saja,,pliss?"pinta Milka dengan puppy eyes nya,membuat ario mendesah kasar,melihat wajah menggemaskan istri nya.


"baiklah"akhir nya Arion menyetujui nya.


Cup

__ADS_1


Saking senang nya Milka mengecup bibir Arion kilat.


"terima kasih,lain kali aku tidak akan mengulangi lagi"ucap Milka dengan wajah senang nya.


Arion mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah mendapat izin dari suami nya,Milka seketika mengubah wajah nya menjadi datar dan lebih dingin.


Semua orang di sana menoleh ke arah suara,mereka semua terkejut kecuali pria yang sedari tadi bicara dengan santai.


"nona"ucap pria itu sopan.


"hmm,bagaimana Jack,apa mereka masih belum mengatakan siapa yang menyuruh nya?"tanya Milka dingin,manatap tajam pada ke empat orang yang sudah babak belur itu.


Sedangkan arion,mangamati satu persatu orang yang terikat itu.


Beberapa detik kemudian ia mengetat kan rahang nya,dan tangan nya mengepal erat.


Bugh


Arion memukul salah satu dari mereka,hingga terjungkal ke belakang.


"kau."geram Arion memukul kembali orang itu hingga tak berdaya.


Pukulan ia berikan berkali-kali,bahkan nafas Arion tersenggal-senggal.


"rupa nya kau sudah bosan hidup,apa waktu itu masih kurang peringatan yang ku berikan?"tanya Arion dengan datar,bahkan wajah nya memerah menahan emosi.


Semua orang melihat itu tak ada yang berani menahan nya,termasuk Milka,karena ia ingin melihat apa yang akan di lakukan suami nya.

__ADS_1


__ADS_2