Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 61


__ADS_3

Tepat pukul 11 siang Arion tiba di perusahaan nya,setelah berdebat dengan istri nya,akhir nya ia mengalah,karna kalau tidak maka ia tidak akan dapt jatah dari istri nya.


Sampai diruangan nya Arion langsung duduk di sofa,dan memejamkan mata nya.


Ceklek


"maaf tuan,ini berkas yang harus Anda periksa dan tanda tangani"ucap Rey sopan dan profesional.


"simpan saja"ucap Arion lelah.


Rey mendengar nada suara Arion pun bertanya


"ada apa?"tanya Rey sebagai seorang sahabat.


"huhh,aku merasa bodoh,dan tak berguna"desah Arion lemah.


"maksud mu?"tanya Rey mengerutkan kening nya tak mengerti.


Arion tidak menjawab hanya suara helaan nafas nya saja yang terdengar.


Rey pun masih setia menunggu untuk sahabat nya bicara.


"pergilah"ucap Arion sambil pergi ke meja kerja nya.


"baiklah,,permisi tuan"ucap Rey sopan.


Di kota lain,pria paru baya sedang duduk santai di rumah nya yang sederhana.


"hallo?"tanya nya,mengangkat telpon.


"..."


"baik,kabar Daddy tentu baik-baik saja,,bagaimana kabar mu dan kabar cucu ku?"tanya nya pada seseorang di sebrang telpon.


"...."

__ADS_1


"syukurlah,Daddy ikut senang mendengar nya,,ada apa nak,kenapa suara mu terdengar lesu begitu,,cerita pada Daddy nak"ucap pria tersebut.


"...."


"biarkan lah,mungkin sudah waktu nya dia tau,apalagi rahasia ini sudah terlalu lama di tutupi nak"ucap pria tersebut menghela nafas berat.


"..."


"sudah tidak apa-apa,yang penting sekarang jangan berpikir yang macam-macam,pikirkan lah keadaan mu dan cucu-cucu ku"ucap nya lagi.


"..."


"iya nak,Daddy tutup dulu"ucap nya lagi.


"huhh, mungkin sudah saat nya ia tau,tentang apa yang terjadi sebenar nya."desah nya pasrah.


Sedangkan di kediaman Arion,Milka sedang berbicara dengan seseorang di telpon.


"cari tau,siapa pengkhianat di mansion ini,dan ingat jangan sampai ketahuan."ucap Milka dingin pada seseorang di sebrang telpon.


"..."


Kemudian ia menelpon seseorang lagi.


"besok aku kembali"ucap Milka,tanpa mendengar jawaban si penerima telpon,langsung saja mematikan telpon nya.


Tanpa di sadari Milka,seseorang telah menguping pembicaraan nya.Namun Milka tidak bodoh,bahkan Milka menyeringai devil.


Karna tanpa mereka tau,ia memasang alat pelacak dan panyadap di setiap tubuh pelayan.


Tapi bagaimana cara nya,tentu saja hanya Milka yang tau.


Tanpa terasa malam menjelang,Arion sudah sampai di rumah nya,ia sedang membersihkan diri nya di kamar mandi.


Beberapa menit ia sudah selesai,bahkan sudah memakai baju yang di siap kan Milka.

__ADS_1


Ia menghampiri Milka,dan mencium kening Milka setelah berada di samping Milka.


Cup


"aku kangen"ucap Arion sambil menenggelamkan wajah nya di leher Milka.


"ish,menjauhlah,kau mengganggu ku"ucap Milka dengan mendorong kepala Arion.


"sebentar saja"pinta Arion manja.


"tapi geli"ucap Milka.


Karna tak menggubris ucapan Milka,Milka mencubit paha Arion keras.


"aws,kenapa kau mencubit ku"ucap Arion menahan perih di paha nya.


"kau yang memulai nya"ketus Milka,dan mendelikkan mata nya.


"kenapa kau galak sekali,aku kan hanya ingin memeluk mu"ucap Arion dengan muka di tekuk.


"terserah"ucap Milka mulai jengah dengan sikap Arion.


Tanpa aba-aba,ia memeluk Milka dengan erat,Milka pun hanya bisa mendengus kesal.


Setelah beberapa menit,pak Kus memberitahukan,kalau makan malam sudah siap,dengan segera mereka makan malam hanya berdua,karna Fika belum pulang dari kantor.


Maklum lah ya,kan anak magang.


Tak berapa lama mereka sudah berada di kamar mereka,mereka sudah mengganti baju dengan piyama.


"sini..."ucap Arion,menyuruh Milka duduk di samping nya di kasur.


"ceritakan semua nya"pinta Arion lembut,sambil memeluk Milka erat.


"huft,"Milka menghembuskan nafas nya pelan.

__ADS_1


"baiklah"ucap Milka.


__ADS_2