
Karna tak mendapat jawaban dari pertanyaan nya,akhirnya Arion berdiri dan pergi keluar kamar dengan membanting pintu.
Brak
Milka langsung terlonjak kaget mendengar suara pintu yang di banting.
"hiks,,hiks.."Milka menangis melihat suami nya marah.
Sedangkan Arion,ia pergi ke ruang kerja nya.Ia berusaha menahan amarah nya.
Bukan marah karna Milka menyembunyikan sesuatu pada nya,tapi ia marah karna ia merasa gagal menjadi suami.
"bagaimana aku tidak tau,bahkan ia mempunyai perusahaan pun aku tidak tau,dan dia tidak pernah mencerita kan semua nya pada ku,bahkan dia...aakh"Arion yang begitu emosi membanting semua barang yang ada,bahkan sekarang ruangan tersebut seperti kapal pecah.
Bahkan ia tak sadar kalau tangan nya berdarah,tapi ia tak mempedulikan nya.
Sedangkan di kamar,Milka sedang terisak-isak,ia merasa bersalah pada suami nya,ia tidak bermaksud menyembunyikan semua,ia merasa ini bukan waktu nya.
Sudah 1 jam berlalu,tapi suami nya belum ada tanda akan masuk ke kamar mereka.
Hingga tanpa sadar ia tertidur,dengan air mata yang masih basah.
Tepat pukul 1 malam,Arion masuk ke kamar mereka,ia melihat istri nya meringkuk seperti bayi,tanpa selimut.
Bahkan ia melihat di wajah istri nya masih ada jejak air mata,membuat ia merasa bersalah karna membiarkan istri nya menangis.
Cup
"maaf kan aku."gumam Arion sendu.Sambil mencium kening istri nya.
Karna tak ingin mengganggu tidur istri nya,ia segera pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa menit ia sudah keluar dengan pakaian piyama nya.
"sst..sial."ringis Arion ketika mengobati tangan nya yang terluka.
Tanpa ia sadari,Milka mendengar itu,ia melihat suami nya meringis,sedang mengobati tangan nya.
Milka segera bangun dan menghampiri suami nya.
Tanpa berkata apa-apa,ia mengambil alih untuk mengobati suami nya.
"hiks,,"terdengar isakan kecil Milka.
Arion mendengar istri nya terisak pun,segera merengkuh badan istri nya.
"maaf kan aku,,hiks"ucap Milka sambil menangis.
"kamu gak salah,justru aku yang salah,aku yang tidak tau apa-apa tentang mu,dan maaf kan aku membuat kamu menangis"ucap Arion sendu sambil mengecup pucuk kepala Milka sayang.
"husst,gak sayang aku gak bakalan ninggalin kamu,justru aku takut kalau kamu yang ninggalin aku"ucap Arion lembut.
Arion menangkup pipi Milka lembut,melihat mata istri nya memerah karna menangis.
Cup
Arion mengecup bibir Milka lembut,tak ada penolakan dari Milka,kembali Arion mengecup,bahkan bukan hanya kecupan tapi berubah jadi l*****n.
Milka pun membalas ciuman suami nya.
Setelah merasa kan pasokan oksigen berkurang,Arion segera melepas pagutan nya.
"sudah jangan menangis lagi,maafkan aku ya"ucap Arion lembut.
__ADS_1
Milka tersenyum dan memeluk Arion erat.
"aku kangen"ucap Milka pelan.Namun masih di dengar oleh Arion.
"aku juga"ucap Arion,sambil memandang wajah Milka lembut.
Seketika Arion menggendong Milka ke arah ranjang berada.
Ia menindih Milka,dengan tangan menjadi tumpuan nya,karna takut menindih perut Milka yang sedikit membuncit.
malam semakin dingin,bahkan bisa dikatakan sudah akan pagi,tapi mereka baru memulai olahraga panas mereka.
Keesokan pagi nya,seperti biasa Arion mengalami mual dan muntah,dengan setia Milka menemani dan memijit tengkuk Arion lembut.
Milka melihat suami nya tersiksa,hanya bisa melihat dengan mata berkaca-kaca.Ia tidak tega,tapi ini juga bukan kemauan nya,mungkin ini kemauan si triple baby.
"sudah?"tanya Milka dengan suara serak.
Arion hanya mengangguk dan mencoba tersenyum.
Di tempat lain,di sebuah apartemen,seorang pria muda sedang menghisap rokok nya,tak lupa seorang wanita muda menemani nya dengan tubuh yang hanya di balut selimut.
"ricko sayang,kapan aku akan menjalan kan rencana kita?"tanya wanita muda itu manja.
"besok."ucap Ricko.
Ya, Ricko adalah pria yang sama yang bekerja sama dengan ayah Dani dan mengintai mansion Arion.
Ia adalah musuh Arion, Ricko sengaja datang kembali ke negara ini,untuk membalas kan dendam kematian adik perempuan nya.
Bahkan,ia juga dalang dari kematian ayah Arion,dan tentunya ibu nya Milka.
__ADS_1
Karna mereka berdua mengetahui rencana nya,hingga ia pun tega membunuh mereka.