Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 79


__ADS_3

Kemudian mereka pun masuk bersama.


Di dalam mansion Arion dan semua orang sedang mengobrol tak jelas.


"maaf,tuan-tuan,nona-nona,ada tamu ingin bertemu dengan tuan."ucap pelayan itu sopan.


"siapa,,,suruh masuk saja"ucap Arion datar.


"baik tuan"pelayan itu pun undur diri.


Tak berapa lama,mereka masuk,ternyata di sana banyak orang.


"kak Ar,yuhuu,,aku datang"teriak Dani.


Membuat semua orang yang di sana menoleh ke arah nya.


"berisik"ucap mereka serempak.


Membuat Dani hanya cengengesan,sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


Semua orang melihat kedatangan semua orang yang datang.


Arion segera memasang wajah dingin nya.


"ada apa kalian datang ke rumah ku?"tanya Arion dingin.


"ma,,maaf,kami datang karna ibu ku ingin bertemu seseorang di sini"ucap Arkan,sambil melihat ke arah ibu nya.


"maaf kan kami,aku ingin bertemu dengan kakak ku di sini"ucap wanita paru baya itu dengan mata berkaca-kaca.


"siapa?"


Belum menjawab pertanyaan Arion,seseorang memanggil nama wanita pria baya tersebut.


"Rena?"panggil nya.


Deg


Merasa nama nya di panggil,ia melihat ke arah seseorang.


"kak Dimas"gumam nya pelan.


"Rena,dek,,ini kamu kan?"tanya Dimas,masih belum percaya.


"hiks,,hiks,,kak Dimas,aku rindu"ucap Rena,menangis sambil memeluk kakak nya Dimas.

__ADS_1


"ya ampun,dek,kakak juga rindu sama kamu"ucap Dimas bahkan ia sampai menitik kan air mata.


Semua orang yang ada di sana masih diam,mencerna dengan kejadian yang terjadi.


Namun di sana,ada 2 orang yang menangis sambil memeluk seseorang yang ada di samping nya.


"loh sayang,kamu kenapa menangis?"tanya Arion pada istri nya Milka,sontak semua orang melihat ke arah nya.


Semua orang khawatir,karna keadaan Milka yang sedang hamil muda,membuat mereka khawatir.


"ya ampun Milka,kamu kenapa?"tanya Lina sambil mendekat ke arah Milka dan melihat seluruh badan nya takut ada yang terluka.


"a,,aku terharu"sontak jawaban itu membuat orang yang ada di sana tertawa.


"ya ampun,aku kira kenapa ternyata,hanya terharu"ucap Rey sambil tertawa.


"hei,kutu kupret,suruh siapa kau tertawa?"bentak Arion pada Rey.


"oops maaf,,sengaja"ucap Rey,malah semakin membuat suasana yang haru pun menjadi suasana penuh tawa.


Sedangkan Mita yang menangis di pelukan anak nya Dani,hanya bisa melihat seseorang yang di cintai nya.


"Bu,,ibu kenapa?"tanya Dani,membuat Dimas dan Rena yang berpelukan pun menengok ke arah nya.


Deg


"Mita"gumam Dimas pelan,namun di dengar oleh Rena,Rena pun mengerti.


"kak,,apa kau mengenal nya?"tanya Rena walau masih dengan suara parau.


"iya,,kakak sangat mengenal nya"jawab Dimas tanpa mengalihkan pandangan nya dari Mita.


"sudah,,nanti lagi temu kangen nya,sekarang mari kita duduk dulu,,"ucap Milka lembut.


Semua orang pun menurut,dan duduk di sofa yang masih kosong.


"siapa pria muda itu,apa ia anak ku?"sambil menatap Dani dengan tatapan yang tidak dapat di artikan,lalu mata nya bertubrukan dengan mata Mita.


Deg


"benar dia Mita ku,"gumam nya pelan.dengan mata berkaca-kaca.


Tanpa mereka sadari semua orang menatap ke arah ke dua nya.


"Bu,apa ibu mengenal nya?"tanya Dani mengejutkan Mita,yang sedang melihat ke arah Dimas.

__ADS_1


"i,,iya,,ibu sangat mengenal nya"ucap Mita dengan mata berkaca-kaca.


"coba kamu lihat, baik-baik"titah Mita pada anak nya Dani.


Dani pun tanpa menolak melihat ke arah Dimas,beberapa detik,ia baru memahami.


"Bu,apa dia ayah Dani Bu?"tanya Dani dengan mata berkaca-kaca.


"iya"ucap Mita dengan menganggukan kepala nya.


"ja,,jadi..."Dani tak meneruskan ucapan nya namun ia segera berdiri menghampiri dimas,yang ada di sebelah Rey.


Bruk


"ayah"ucap Dani pelan,membuat Dimasenitikkan air mata nya haru.


Ia tak menyangka kalau anak nya masih ada,bahkan sekarang sudah besar,bahkan wajah nya hampir sama dengan nya,saat masih muda.


"anakku"gumam Dimas parau.


Lalu ia melihat ke arah Mita,dan Mita menganggukan kepala nya,pertanda iya...


Beberapa menit kemudian,Dani melepaskan pelukan nya,dan melihat ke arah Mita.


"Bu,aku sudah bertemu dengan ayah,aku sangat bahagia"ucap Dani sambil menangis dan tertawa,membuat Mita menitikkan air mata nya.


"dasar kekanak-kanakkan"ketus Rey yang ada di sebalah Dimas.


"iri,,bilang bos"cetus Dani,sambil menggeser Rey,agar ia bisa duduk di sebelah Dimas.


"apa an sih?"ketus Rey.


"minggir,aku ingin duduk di sebelah ayah ku"ucap Dani tak kalah ketus.


"hey,asal kau tau ya,,ayah Dimas juga ayah ku"ucap Rey sambil berebut tempat duduk.


"apa kau bilang,tapi dia ayah asli ku tau"mereka berdua saling berebut tanpa ada yang mau mengalah.


"berhenti"ucap Milka dingin.


Membuat Rey dan Dani menghentikan debat nya,bahkan semua orang di buat merinding.


"kalau kalian tidak ada yang mau mengalah,kalian keluar dari rumah ini"bentak nya semakin membuat merinding tempat itu.


Seketika semua orang bungkam tanpa ada yang mau bicara.

__ADS_1


Berbeda dengan Lina dan Digo,mereka hanya menggelengkan kepala nya,sambil tersenyum tipis,bahkan Arion pun,seakan membeku di tempat nya.


__ADS_2