Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 30


__ADS_3

Sesaat setelah menelpon,Milka melamun,entah apa yang di lamun kan nya namun,Milka terdengar terisak.


Arion yang melihat itu terkejut melihat istri nya menangis.Niat hati ingin mengambil sesuatu namun malah melihat istrinya sedang menangis terisak.


Arion segera menghampiri Milka.


Milka yang terkejut karna seseorang duduk di samping nya,segera menghapus air mata nya.


"ada apa?"tanya Arion dingin.


Milka yang di tanya pun hanya menggelengkan kepala nya.


Arion pun menghempaskan nafas kasar.


"kalau tidak apa-apa kenapa manangis?."tanya Arion dingin.


Karna tidak mau meluap kan amarah nya,Arion akan bangkit namun tangan nya di pegang Milka.


"jangan pergi.."ucap Milka memohon,dengan mata yang merah,karna menangis.


Arion mendengar itu pun tidak jadi pergi.


Deg


Arion tidak menduga,ternyata Milka memeluk tangan nya dan menyandarkan kepala nya di pundak Arion.


"bisakah temani aku sebentar saja."ucap Milka dengan suara bergetar namun pelan.


Arion tidak menjawab tidak juga berontak.


Ia hanya mencoba untuk mengerti keadaan istrinya.Tanpa di sadari baju nya basah karna Milka menangis.


Setelah cukup lama hening,Milka berbicara dengan suara serak.


"apa kau tau?..aku sudah kehilangan ibu ku.hiks.."ucap Milka tertahan,Arion dengan sigap mengusap punggung nya yang bergetar.Namun tidak mengeluarkan suara nya.

__ADS_1


"dan yang lebih menyakitkan,ibu ku meninggal bukan karna penyakit nya."ucap Milka semakin terisak.


Deg


Arion terkejut mendengar itu,karna informasi yang di dapat nya,kalau ibu nya Milka meninggal karna penyakit jantung.


"bahkan,aku baru tau,ibu ku di bunuh dengan cara di racun.hiks,,hiks."Milka semakin tak bisa membendung tangisan nya.


Arion yang tidak tega itu pun semakin mengeratkan pelukan nya.


"sudah lah,kalau kamu tidak sanggup menceritakan nya,lebih baik tidak usah."ucap Arion lembut.


Membuat Milka semakin terisak di pelukan Arion.


Setelah lama hening,bahkan suara yang menangis pun tidak ada,hanya ada suara nafas yang teratur.


Arion yang merasakan sudah tidak ada pergerakan,mengangkat badan istrinya ke dalam kamar dan membaringkan nya di tempat tidur.


Arion melihat wajah istri nya begitu sembab karna menangis,mengusap pipi nya dengan lembut.


Cup


"tidurlah aku akan mencari tau,siapa yang membunuh ibu mu."


Cup


Arion mengecup kening nya sekali lagi sebelum pergi meninggalkan istri nya.


Ceklek.


Arion pergi ke ruang kerja nya dan menelpon seseorang.


"cari tau siapa yang telah menaruh racun di tubuh ibu mertua ku."ucap Arion dingin.


"..."

__ADS_1


"hmm."ucap nya.


Tut


Tut


Tut.


Setelah menelpon seseorang ia berkutat lagi dengan laptop dan berkas nya.


Sedangkan di tempat lain gadis yang sedang sibuk dengan berkas-berkas nya hanya bisa menggerutu tak jelas.


"dasar bos kurang ajar,sampai kapan aku harus melihat kertas-kertas ini,kalau bukan sahabat ku aku sudah membiarkan perusahaan nya bangkrut."gerutu nya dengan wajah masam.


Kemudian ia langsung tersenyum membayangkan seseorang yang tadi sudah menabrak nya.


"ya ampun dia tampan sekali,tapi kenapa begitu dingin."gumam nya sambil tersenyum-senyum.


Flashback on


Di perjalanan menuju ke apartemen nya,ia menepi kan mobil nya untuk membeli kebutuhan nya.


Namun saking sibuk nya dan tidak peduli ke adaan sekitar,ia di tabrak seseorang yang sedang terburu-buru.


Bruk


"hei,apa kau tidak bisa lihat kalau sedang berjalan.?"ucap Lina marah,karna barang yang di ambil nya jatuh ke lantai.


Sedangkan orang yang menabrak nya hanya acuh tak peduli.


"apa kau tuli,kenapa tidak menjawab ku.?"ucap Lina semakin marah.


"maaf."ucap orang tersebut yang tak lain rey.dengan wajah datar nya pergi meninggal kan Lina yang melongo melihat nya.


"dasar kutub,tapi dia tampan sekali."ucap Lina,yang tadi nya marah-marah namun setelah melihat wajah pria itu langsung tersenyum seperti orang gila.

__ADS_1


Flashback off.


__ADS_2