
Setelah kepergian Jack,semua orang tua meninggalkan mereka berdua,termasuk Digo dan beberapa orang yang berada di situ.
Meskipun para orang tua penasaran dan ingin tau bagaimana bisa semua ini terjadi,dari kematian Arion sampai dengan kejadian hidup kembali,semua kejadian ini membuat mereka penasaran.
Namun rasa penasaran mereka,mereka simpan dulu,mereka akan memberikan waktu untuk mereka berdua saja.
Sedangkan di dalam ruangan itu,Arion menatap Milka dengan tatapan yang sulit di artikan,sedangkan Milka tak berani menatap ke arah Arion,ia seakan merasa takut,karna tatapan suami nya yang begitu tajam,seakan ia sedang marah besar kepada nya.
Tanpa sepengetahuan Milka,Arion tersenyum kecil,melihat tingkah Milka,entah kenapa ia tak bisa marah pada istri nya ini.
Dengan perlahan Arion menghampiri Milka,tak jauh dari Milka,Arion berhenti menjalan kan kursi roda nya,ia mencoba berdiri dan berjalan pelan menghampiri Milka.
Sudah tepat berada di hadapan Milka,Arion berhenti dan berdehem,untuk mencoba untuk tidak tersenyum.
"ekhm."Arion berdiri di hadapan Milka,namun Milka tak berani mengangkat kepala nya,ia masih merasa takut jika melihat ke arah suami nya.
"apa lantai itu lebih menarik dari pada suami mu ini?"tanya Arion terdengar datar.
Bukan jawaban dari pertanyaan Arion,namun malah Isak tangis Milka yang terdengar.
__ADS_1
Mendengar itu,membuat Arion kasihan,namun ia mencoba mengesampingkan rasa kasihan nya itu,dan ia mencoba terlihat tidak terpengaruh sedikit saja.
"aku bertanya pada mu dengan perkataan,tapi kenapa kamu membalas nya dengan Isak tangais mu"ucap Arion dingin,namun wajah nya menunjukan mimik berbeda.
"a,,aku,,hiks..hiks"bukan nya menjawab,malah tangisan Milka semakin menjadi.
Membuat Arion menghela nafas berat,karna tak tega melihat istri nya menangis,Arion pun berlutut di hadapan Milka,ia menggenggam tangan Milka,dan tangan nya mengapit dagu Milka,dengan perlahan ia mengangkat wajah Milka lembut agar melihat ke arah nya.
"kenapa,hm?"tanya Arion lembut,tak seperti tadi,dingin.
Milka tak menjawab,hanya menggeleng saja dan kembali menundukkan wajah nya kembali.
"hey,sayang,dengar aku.."ucap Arion mencoba mengangkat kembali wajah Milka,ia beri tatapan lembut agar Milka tak merasa takut lagi pada nya.
"jadi.?"tanya Arion sambil mengangkat alis nya satu.
"ja,,,jangan marah hiks"ucap Milka pelan,namun masih di dengar jelas oleh Arion.
"kenapa aku harus marah?"tanya Arion dengan tatapan intimidasi nya.
__ADS_1
Bukan nya menjawab,Milka membuang muka nya ke samping,namun tangisan nya semakin tak mereda.
Tak ingin istri nya menangis terus,ia memeluk Milka dengan lembut.
"aku merindukan mu"bisik Arion,Milka mendengar itu membalas pelukan Arion erat.
"hiks,jangan marah."ucap Milka pelan.
Mendengar itu,Arion tersenyum.."siapa yang marah,hm?"tanya Arion sambil tersenyum
"tadi kamu melihat aku begitu,terus bicara nya juga dingin,aku takut"ucap Milka mengaku kalau diri nya takut.
Pengakuan Milka justru malah membuat nya tertawa,bahkan ia sampai memberikan ciuman bertubi tubi pada wajah Milka,tak ada yang terlewat sedikit pun.
Bahkan,bi**r Milka pun tak luput dari c*****n nya,bahkan di berikan nya sedikit l*****n lembut membuat Milka terbuai.
"sudah,jangan menangis lagi,aku tadi hanya bercanda,kenapa kaumu anggap serius,bahkan sampai menangis seperti ini"ucap Arion sesaat setelah melepaskan p*****n nya.
Karna merasa suami nya tak marah pada nya Milka memeluk Arion,bahkan Arion pun hampir terjengkang,namun naas pelukan Milka mengenai dada nya.
__ADS_1
"akh"ringis Arion dengan sedikit mengasuh.
"maaf,aku tak sengaja"ucap Milka melihat ke arah dada Arion namun ia bernafas lega karna tak terjadi apa-apa,mungkin hanya sedikit ngilu saja.