Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 81


__ADS_3

Satu jam berlalu,Bu Indri masih bercerita,bagaimana ia mengetahui,bahkan siapa yang membunuh nya pun tau,hanya saja ia tak mencerita kan semua,tapi ia menceritakan semua yang menurut nya penting.


Ia juga mencerita kan,bahwa ia terpaksa keluar dari pekerjaan tersebut,karna ia mendapat ancaman dari orang itu,bahwa ia akan membunuh nya juga,bila ia tak menuruti kemauan orang itu.


Bahkan jika ia di jadikan saksi pun ia siap,karna ia merasa bersalah,dengan kejadian itu,andai saja ia sedikit punya keberanian,mungkin ia akan hidup dengan tenang tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.


Sedangkan Arion,ia sudah menahan amarah nya,bahkan wajah nya memerah,dan tangan nya mengepal erat,tanpa bicara apa pun ia langsung pergi keluar dari rumah Bu Indri.


Rey yang melihat itu,segera berpamitan pada Bu Indri.


"baiklah kalau begitu Bu,kami permisi dulu,dan mungkin lain kali,kami akan datang lagi,dan ibu jangan khawatir tentang keselamatan ibu,kami sudah menyuruh beberapa orang untuk menjaga ibu"ucap Rey panjang lebar,dengan segera ia berdiri dan pergi dari sana tak lupa Arion yang sudah lebih dulu pergi.


Arion setelah keluar dari rumah itu,ia meluap kan emosi nya,bahkan ia berteriak sangat kencang.untung saja di sana tak ada orang,karna rumah itu sedikit jauh dari rumah warga.


"akh, brengsek.."ucap Arion dengan penuh emosi.


Melihat itu,Rey membiarkan nya,ia memberi waktu pada sahabat nya untuk meluap kan semua emosi yang di tahan nya.


Setelah melihat,kondisi sahabat nya sudah mulai tenang,Rey segera menghampiri nya,untuk mengajak nya pulang.


Karna nyonya rumah sudah menelpon nya sedari tadi.


"Ar,ayo pulang,istri mu sudah menelpon beberapa kali"ucap Rey sambil memegang pundak Arion yang sedang menunduk.


Bukan tidak tau,ia bahkan sangat tau,kalau sekarang sahabat nya sedang menahan air mata nya agar tidak terjatuh.


Ia sangat mengerti bagaimana perasaan nya,ia bahkan pernah mengalami hal tersebut,hanya saja dalam ke adaan berbeda,namun tetap rasa sakit nya itu tak akan pernah bisa di tahan.


Setelah berhasil membujuk Arion,Rey segera melajukan mobil nya,keluar dari perkampungan yang mungkin tak banyak penduduk nya.


Sedangkan Milka,mendengar cerita dari Rey pun merasa cemas dengan keadaan suami nya.


Ia takut suami nya,akan melampiaskan amarah nya pada siapa saja,karna ia tau,emosi suami nya sangat susah di kontrol,apa lagi ini menyangkut orang tersayang nya.


"kenapa lama sekali sih"gerutu Milka,sambil mondar mandir di halaman depan,dengan perut yang mulai membuncit.


Sebuah mobil,masuk ke perkarangan,mansion Arion.


Setelah melihat,seseorang yang keluar dari mobil tersebut,Milka mengerutkan kening nya.


"kenapa kamu kembali lagi?"tanya Milka heran,karna sekertaris nya kembali lagi,siapa lagi kalau bukan Digo.


Digo tidak menjawab,namun ia segera membukakan pintu belakang,dan melihat itu Milka semakin bingung.


Tak lama,Digo menggendong seseorang yang sedang pingsan.

__ADS_1


"Fika,,"gumam Milka,seketika rasa khawatir pun menyergap diri nya.


"ya Tuhan Fika...Digo ada apa ini,ada apa dengan Fika,kenapa dia pingsan begini?"tanya Milka beruntun.


"nanti aku jelaskan,sekarang tunjukan dimana kamar nya"ucap Digo sambil menggendong Fika yang pingsan.


"ayo"ajak Milka membawa Digo ke kamar Fika,yang kebetulan ada di lantai bawah.


Setelah sampai di kamar Fika,Digo membaringkan Fika dengan pelan.


"cepat hubungi dokter"ucap Digo membuat Milka segera menelpon dokter Yuda,dokter pribadi keluarga Hilmawan.


"sudah,,Digo sebenar nya apa yang terjadi,kenapa Fika sampai pingsan begini,dan bagaimana kau bisa bersama nya?"tanya Milka menatap Digo datar.


"aku tidak tau,yang sebenar nya terjadi,bahkan aku pun niat nya ingin ke restoran untuk makan malam,namun di perjalanan aku melihat nya berjalan sempoyongan sambil memegang kepala nya,kemuadian aku turun dari mobil dan menghampiri nya"..ucap Digo.


"bahkan ia,berkata.."tolong aku"..aku bingung saat mendengar nya,baru aku akan berkata,dia keburu pingsan,akhir nya aku bawa saja dia kemari"ucap Digo,berkata yang sebenar nya.


"baiklah,aku percaya pada mu"ucap Milka sambil memandangi Fika yang belum tersadar.


Mendengar suara mobil,Milka pun menyuruh Digo untuk menjaga nya,dan jangan pergi sebelum ia kembali,dan Digo pun meng iya kan.


Setelah itu Milka keluar,untuk menyambut suami nya,ia melihat kalau suami nya sangat kacau,bahkan mata nya memerah karna menangis.


"sayang"panggil Milka lembut.


"ayo sayang,duduk dulu,,,dan kak Rey tolong ambilkan air yah"ucap Milka sambil memandang Rey.


Tanpa berkata apa-apa,Rey segera pergi ke dapur untuk mengambil apa yang di minta Milka.


"ini"ucap Rey sambil menyodorkan segelas air.


Segera Milka menyuruh Arion minum,berharap agar Arion tenang.


"sudah?"tanya Milka.


Arion hanya menganggukan kepala nya.


Beberapa saat terjadi keheningan,terdengar teriakan Digo dari arah kamar Fika.


"Milka,,tolong aku"teriak Digo.


Semua orang mendengar,teriakan Digo pun merasa panik,berbeda dengan Rey dan Arion,merasa bingung.


"sayang siapa itu?"tanya Arion dengan nada cemburu.

__ADS_1


"itu..."belum selesai mengucapkan sesuatu,terdengar lagi teriakan Digo,membuat semua orang bergegas ke sana.


"tolong,,Milka...tolong"teriak Digo.


"ada apa?"tanya Milka ngos-ngosan.


"ya ampun,apa yang kalian lakukan?"teriak Arion melengking,membuat semua orang terkejut,bahkan para pelayan pun datang menghampiri,bahkan pak Kus pun sambil ngos-ngosan.


"tolong aku"ucap Digo dengan mata melas nya.


Segera Arion menarik Fika yang berada di atas tubuh Digo,bahkan baju Digo sudah tak beraturan,kancing kemeja nya sudah tak ada,bahkan di bagian lengan nya sudah sobek.


"ya ampun,Fika,apa yang kau lakukan,kenapa bisa seperti ini?"tanya Arion menatap tajam pada adik nya.


"panas.."ucap Fika,bahkan suara nya seperti suara d*****n.


"ya Tuhan,siapa yang melakukan ini,pada mu?"teriak Arion,membuat Rey segera membawa Arion menjauh dari Fika,karna takut amarah nya kembali meledak.


Tak berselang lama,dokter Yuda datang dengan ngos-ngosan.


"kenapa kau lama sekali,apa kau ingin ku pecat dari pekerjaan mu,kenapa kau begitu lambat hah?"tanya Milka dengan dingin dan tatapan tajam,membuat Yuda menelan Saliva nya kasar.


Glek.


"kenapa dia menakutkan begitu?"batin Yuda,sambil bengong.


"hey,kenapa kau malah bengong,cepat periksa adik ku,atau kau ingin ku masukkan ke kandang hewan peliharaan ku"teriak Milka kembali.


"ba,,baik"ucap Yuda gugup,dengan segera mendekat ke arah Fika,namun ia melongo melihat Fika yang begitu agresif pada orang asing ini.


"hey,kenapa kau diam saja,cepat bantu aku"bentak Digo,karna sudah yg tak kuat dengan tingkah Fika.


"seperti nya ia,meminum obat perangsang"


"apa?"teriak semua orang yang ada di sana.


"namun tenang saja,obat nya tidak terlalu berdosis tinggi,jadi masih bisa di atasi"ucap Yuda.


"ya sudah,cepat lakukan,aku tidak mau,,menjadi makanan nya"ucap Digo yang sudah tak berbentuk,bahkan leher nya terdapat tanda merah.


"Rey siapkan air dingin di bathtub"ucap Yuda pada Rey.


Dengan segera Rey pergi ke kamar mandi untuk menyiap kan air dingin tersebut.


"ayo bawa kemari dan masukkan ke dalam nya"ucap Yuda.

__ADS_1


Mau tidak mau Digo menggendong Fika kembali,walau Fika terus saja menciumi nya tanpa henti nya.


"hentikan,kau telah merebut ciuman pertama ku,dasar gadis kurang ajar"gerutu Digo,karna sudah sangat kesal,bahkan sikap dingin nya hilang entah kemana..


__ADS_2