
Setelah mendengar penjelasan Arion semua bisa bernafas lega,karna tadi ia merasa kan sakit pada bekas operasi nya.
"baiklah,sekarang jelaskan"tegas Daddy,semua orang membenarkan itu.
"baiklah."sebelum berucap Milka menghembuskan nafas nya.
"apa kalian ingat,waktu dokter mengatakan kalau Arion meninggal?"tanya Milka,dan di jawab anggukan oleh semua.
"saat itu,aku masuk,dan saat aku masuk,aku melihat Arion membuka mata nya,ya walau sebentar tapi aku bisa melihat nya,namun hanya beberapa detik saja,setelah itu ia memejamkan mata nya,karna masih merasa penasaran aku mendekati nya,aku mencoba menggenggam tangan nya,dan aku terkejut ia balas menggenggam tangan ku walau lemah."Milka menjeda penjelasan nya,semua orang belum ada yang menyela,mereka masih menunggu kelanjutan nya.
"tapi yang membuat aku terkejut dan bahagia,karna ia berkata pada ku,walau hanya gumaman saja."lanjut Milka,dan di lanjutkan oleh Arion.
"ini rahasia untuk kita saja,jangan biarkan orang lain tau"ucap Arion membuat semua orang melihat ke arah nya..
"tapi,bagaimana bisa,bukan kah saat di bawa ke rumah sakit,kau sudah kehilangan banyak darah,dan kata dokter juga,kalau pisau itu,mengenai jantung mu"ucap pak Rendra yakin.
"benar,tapi itu tak sampai membuat ku meninggal,dan beruntung nya,pisau itu hanya menggores nya sedikit."jelas Arion.
"dan sebenar nya juga,waktu itu Arion memang berhenti bernafas,namun hanya beberapa menit saja,dan sebenar nya,waktu aku menangis itu,aku masih belum bisa mencerna apa yang di maksud nya,aku juga merasa kalau ia sudah benar-benar meninggal"jelas Milka lagi.
Semua orang terdiam mendengar penjelasan mereka,namun kemudian Jack berkata.
"dan pada saat itu,nona berbicara pada ku untuk mengurus masalah ini,bahkan saat di pemakaman pun,kita sudah bekerja sama"ucap Jack membuat Daddy Adrian bertanya.
"maksud mu?"tanya nya bingung.
__ADS_1
"ya,pada saat pemakaman, sebenar nya itu bukan mayat,tuan,itu adalah mayat penjaga mansion ini yang meninggal karna di bunuh."jelas Jack.
"bagaimana bisa?"kali ini Rey yang bertanya.
"tentu saja bisa."sombong Jack tersenyum remeh.
Tak
"awh,kenapa kau memukul ku?"sentak Jack pada Digo.
"kau ini masih bisa bisa nya bicara sombong begitu,apa kau sudah bosan hidup?"geram Digo.
"tapi kan memang be.."ucapan Jack terpotong saat suara Arion keluar.
"sampai kapan kalian berdebat,hah,apa kalian mau ku beri pada hewan peliharaan ku?"ancam Arion membuat nyali kedua nya menciut.
"jangan"teriak Jack dan Digo,membuat semua orang terkejut.
"diam"teriak Arion karna ia sudah mulai jengah dengan perdebatan mereka.
Glek
Jack dan Digo langsung bungkam,bahkan sampai menundukkan kepala nya.
"lanjutkan.!"titah Arion dingin.
__ADS_1
Mendengar titah itu,langsung saja Jack kembali serius,walau masih sedikit takut.
"sebelum kita memandikan tuan,kami sudah menukar,mayat nya dengan penjaga itu,dan itu juga atas bantuan Digo dan Lina."ucap Jack membuat semua orang melihat ke arah Lina,sedangkan Lina hanya tersenyum imut,dan mengacungkan 2 jari nya.
"sebentar,kau bilang,sebelum memandikan,bukan kah saat itu begitu banyak pelayat.?"tanya Daddy Adrian,mengerutkan kening nya.
"Yap benar,dan asal kalian tau,sebenar nya orang orang itu adalah anak buah ku,aku sengaja mengatur nya begitu agar tak ada yang curiga."jelas Milka menjawab rasa penasaran semua orang.
"lalu,bagaimana kalian membawa Arion pergi?"tanya pak Rendra.
"kami membawa nya melalui kamar nya,karna hanya di kamar nya lah,yang terdapat pintu rahasia."jelas Jack,membuat semua orang terkejut,bahkan Daddy pun yang sudah lama tinggal di sana baru tau akan hal itu.
"Daddy baru tau akan hal itu?"tanya nya heran.
"bagaiman Daddy akan tau,kalau Daddy hanya tau,kamar Daddy,ruang kerja dan kantor saja,bahkan aku yakin,Daddy tak tau kalau di taman belakang kita ada danau buatan"gerutu Arion yang sudah mengenal sifat Daddy nya itu.
"tentu saja Daddy tau"jawab nya percaya diri.
"ya tau lah,wong beri tau barusan"celetuk Arion tepat sasaran.
"ck..kau ini,memang tidak bisa di ajak bercanda."dumel Daddy,karna kesal anak nya ini membongkar kebiasaan nya,bahkan orang tua Milka menatap tak percaya sambil menggelengkan kepala nya.
"ck,,ck,,sungguh terlalu kau kak,bagaimana ada orang yang tidak tau,seluk beluk rumah nya sendiri,aku jadi penasaran seperti apa kamar nya,apakah di sana sangat indah,atau kah kau mempunyai simpanan?"celetuk pak Rendra,membuat semua orang menatap ke arah nya,dengan tatapan yang berbeda-beda.
"sembarangan,kau pikir aku ini pria bagaimana hah,simpanan apa nya,dasar mulut lemes mu ini tak pernah berubah,ingin rasanya ku masukkan bubuk cabe ke dalam nya."gerutu Daddy karna kesal.
__ADS_1
"ampun kak,sayang,tolong lah suami mu ini,lihat lah kakak mu ingin menganiaya ku"adu pak Rendra pada Bu Sinta dengan memelas.
"ck,kalian berdua tak pernah berubah selalu saja"omel Bu Sinta membuat ke dua pria setengah baya itu hanya bisa tersenyum memperlihatkan gigi mereka.