
Tak terasa waktu cepat berlalu,bahkan semua orang yang berada di mansion arion,semua nya sudah pulang ke kediaman nya.
Hanya saja,Rey,Lina,dan Digo masih berada di sana,mereka masih menunggu pasangan suami istri yang sudah lama tak turun-turun.
"sebenar nya mereka itu ngapain sih,apa mereka tak bosan,berdiam terus di kamar."gerutu Rey.
Tak mendengar sahutan di sebelah nya,ia pun melirik,seketika ia mendengus kasar.
Sedangkan Linna dan Digo hanya fokus mengerjakan pekerjaan mereka.
"honey"panggil Rey lembut,namun tak mendapat balasan apa pun,melirik pun tidak.
"honey"panggil nya sekali lagi,namun respon nya masih sama.
"honey"teriak Rey,seketika membuat dua orang yang sibuk itu pun menoleh ke arah nya.
"hmm,,ada apa?"tanya Lina cuek.
Melihat respon itu,membuat Rey cemberut,bahkan ia beranjak pergi ke arah dapur,menemui pak Kus.
Melihat itu Lina hanya mengedikkan bahu nya acuh.
Berbeda dengan sepasang suami istri hyang sekarang sedang bergelut dengan selimut,yang menutupi,tubuh polos mereka.
Milka mengerejapkan mata nya,ia merasa lapar.dengan segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah rapi,ia mendekat ke arah suami nya.
"sayang bangun"ucap Milka sambil memberikan kecupan di pipi nya.
"hmm"Arion hanya berdehem,dan kembali tidur.
Karna sudah sangat lapar,Milka keluar kamar tanpa menunggu suami nya.
__ADS_1
Sampai di lantai bawah ia melihat asisten dan sekertaris sekaligus sahabat nya sedang fokus dengan berkas dan laptop di hadapan nya.
"kalian belum pulang?"tanya Milka saat melewati mereka.
"belum"jawab Lina singkat.
Tak membalas ucapan itu,Milka memanggil pelayan untuk mengambilkan brownies buatan mama nya dan duduk di sofa yang kosong.
Beberapa lama menunggu,akhir nya pelayan datang membawakan apa yang ia minta,bahkan Rey ikut di belakang pelayan itu.
"terima kasih"ucap Milka pada pelayan yang menyodorkan brownies.
"sama-sama nyonya"ucap balik pelayan itu.
"kak Rey dari mana?"tanya Milka
"habis ngobrol dengan pak Kus"ucap Rey sambil duduk di sebelah Milka.
"ck,,menyebalkan sekali"gumam Rey,namun masih di dengar oleh Milka.
"apa?"tanya Milka,di balas Rey dengan memajukan bibir nya ke arah dua orang yang serius bekerja.
"mereka memang begitu,kalau sedang fokus bekerja,makan nya mereka bisa aku andalkan,namun,saat sudah longgar oleh pekerjaan,mereka paling berisik."ucap Milka sambil terus melahap kue yang di pegang nya.
Rey hanya,menganggukan kepala nya tanda mengerti.
"dan kau tau kak,,,si Digo itu..?..walau pun ia terlihat dingin,tapi di luar pekerjaan ia orang yang hangat,bahkan Lina sangat dekat dengan nya"ucap Milka,membuat Rey melotot kan mata nya.
"apa?"tanya Rey seakan dada nya panas.
"iya"jawab Milka cuek.
"enak saja,pokok nya Lina harus lebih dekat dengan ku"gumam nya,merasa kan cemburu.
__ADS_1
"oh ya,dimana sahabat ku?"tanya pada Milka.
"tidur"jawab Milka singkat.
Di kediaman Dani,terlihat sepasang paru baya,sedang mengobrol dengan senang.
"Mit,aku ingin bicara serius sama kamu.."ucap Dimas sambil menggenggam tangan Mita erat.
"apa?"tanya Mita,membuat jantung nya berdebar kencang,entah kenapa walau pun sudah tua,tapi rasa ini tak pernah hilang,bahkan semakin besar saat pertama bertemu lagi.
"apa kamu sudah bercerai dengan suami mu?"tanya Dimas.
"hmm,,sebenar nya,diantara kita tidak pernah ada pernikahan"ucap Mita menjeda ucapan nya,membuat Dimas mengerenyit kan dahi nya.
"maksud mu,,,,lalu waktu itu,bahkan aku menyaksikan kalian menikah?"tanya Dimas penasaran.
"iya memang,,namun itu semua hanya kebohongan yang di buat Danu,bahkan satu bulan saat kamu menghilang,orang tua ku mengetahui nya,dan itu menyebabkan orang tua ku meninggal,di hari yang sama"ucap Mita dengan mata berkaca-kaca.
"bahkan aku baru mengetahui,setelah 10 hari orang tua ku meninggal,itu karna Danu yang sudah membunuh nya"ucap Mita,seketika Mita menangis,melihat itu Danu segera memeluk nya.
"ssstt tenang lah,,,sudah jangan di cerita kan,kalau membuat mu,mengingat semua nya."ucap Dimas sambil mengusap kepala dan punggung Mita supaya tenang.
Dani yang baru datang terkejut,melihat ibu nya menangis,ia segera menghampiri mereka.
"Bu,,ayah,ada apa,kenapa ibu menangis?"tanya Dani sambil memeluk ibu nya dari belakang,bahkan ia menitikkan air mata nya,karna tangisan ibu nya,begitu menyedihkan.
Tak ada yang menjawab,pertanyaan anak nya,yang ada di pikiran mereka hanya blank,,kosong.
"sudah Bu,sebenar nya ada apa,,,kenapa ibu menangis seperti ini?"tanya Dani kembali.
"sudah tenang lah,,kalau kamu belum siap mencerita kan nya,jangan di paksa kan,aku gak mau kamu sedih lagi,apa lagi sampai nangis seperti ini"ucap Dimas sambil mengusap air mata Mita.
"aku akan membalaskan semua rasa sakit orang-orang,yang telah kamu sebabkan,bahkan aku tak segan-segan untuk melenyap kan mu"batin Dimas,bahkan tanpa sadar tangan nya mengepal erat.
__ADS_1