Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 124


__ADS_3

Satu Minggu sudah sejak kepergian Arion,Milka selalu mengurung diri nya di dalam kamar,bahkan ia jarang sekali makan,bahkan Daddy Adrian dan Fika selalu membujuk nya,namun itu semua tak berhasil.


Dan dalam seminggu ini Lina dan Digo selalu bolak balik untuk melihat dan mengantarkan berkas yang perlu di tanda tangani Milka.


Tanpa penghuni mansion ini tau,Milka menyembunyikan sesuatu,yang tau hanya orang-orang nya.


Bahkan Rey yang selaku asisten dari mendiang suami nya pun tidak tau,dan juga sebenar nya Milka hanya bersandiwara untuk mengecoh musuh.


Karna di dalam mansion itu ada seorang pengkhianat,dan Milka ingin menangkap orang itu,bersama dengan bos nya.


Bahkan Milka sering kali masuk ke dalam ruang rahasia,hanya untuk menenangkan diri dan mengatur rencana bersama orang-orang nya,termasuk Lina,Digo dan Jack.


Ada kala nya,Milka harus terlihat menjadi orang yang depresi.


Dan dalam seminggu ini, Jenny dan ibu nya pernah datang untuk melihat Milka,dan di sana Milka ada rasa senang karna Jenny sudah kembali jadi diri nya sendiri,dan waktu itu pun Milka sengaja mengatakan pada Jenny bahwa ibu nya wanita malam,namun kenyataan nya itu semua salah,ia hanya ingin menyadarkan Jenny dari mana ia berasal dan juga ia memenuhi keinginan ibu nya Jenny untuk mempertemukan dengan jenny.


Hari berlalu begitu cepat,malam telah menyapa,namun tidak bagi Milka,ia masih asyik dengan lamunan nya,entah kenapa ia begitu merindukan suami nya,tak terasa air mata nya mengalir,ia mengingat kenangan saat bersama suami nya.


Hiks


Hiks


"aku merindukan mu,,hiks"gumam Milka sambil menangis sesegukan.


"kenapa kamu meninggalkan begitu cepat,kenapa bukan aku saja yang duluan,hiks,,aakh,,kenapa rasa nya sesak sekali."teriak Milka sambil memukul-mukul dada nya.


Kebetulan pintu kamar Milka tak tertutup rapat,sehingga suara nya terdengar sampai ke kamar Fika,dan kebetulan juga Fika baru pulang dari kuliah nya.


"kakak ipar"gumam Fika segera berlari ke kamar Milka,ia khawatir terjadi sesuatu.


Saat akan ke kamar Fika,ia seperti melihat seseorang di balik pilar,namun tak di hiraukan,karna ia khawatir dengan keadaan kakak ipar nya.


"kak,,kakak,,ada apa,kenapa kakak berteriak?"tanya Fika dengan lirih tak lupa mata nya berkaca-kaca.


Namun pertanyaan Fika tak di gubris nya,bahkan Milka malah semakin histeris,membuat Fika tak sanggup menahan air mata nya lagi,ia kemudian memeluk Milka,berharap Milka bisa sedikit tenang.

__ADS_1


"kak,tenanglah,ada aku di sini,aku mohon tenanglah..hiks"ucap Fika sambil menangis.


"dia jahat,dia meninggalkan ku sendiri,,hiks,hiks"racau Milka dengan suara semakin lemah.


"tenanglah,kak"ucap Fika lirih, namun ia kaget saat Milka tak sadarkan diri,membuat ia panik sendiri.


"tolong,, tolong"teriak Fika berlari keluar kamar Milka


Daddy Adrian yang berada di taman belakang terkejut mendengar teriakan Fika,bahkan ia hampir terjatuh karna kaki nya tersangkut di kaki kursi yang ia duduki.


Baru saja akan menaiki tangga,terlihat orang tua Milka datang, tergesa-gesa setelah mendengar suara minta tolong.


"syukurlah kalian datang,ayo cepat!"ajak Daddy Adrian sambil menaiki tangga.


"ada apa?"tanya pak Rendra khawatir.


"ntahlah,aku juga khawatir."jawab Daddy Adrian.


Sampainya di lantas atas,mereka semakin panik melihat kamar Milka terbuka dan ada pelayan keluar masuk.


"maaf tuan,nona muda pingsan"ucap pelayan takut.


"apa?" teriak pak Rendra,dan segera masuk ke dalam kamar Milka.


Terlihat di sana,Bu Sinta sudah duduk di pinggir ranjang,sambil mendekatkan minyak kayu putih ke hidung Milka,sambil terisak.


"sayang,ayo bangun nak."ucap Bu Sinta parau.


Hati ibu mana yang tak sedih,jika melihat anak nya begini.Meski bukan anak dari rahim nya,tapi ia sudah menganggap nya seperti anak sendiri.


Hiks


Hiks


Hiks

__ADS_1


"ma?"panggil pak Rendra lirih.


"pa"saut Bu Sinta.


"tenanglah,aku yakin putri kita kuat,ini hanya sementara,dan mungkin ini juga karna hormon kehamilan nya."ucap pak Rendra mencoba menenangkan Bu Sinta.


"tapi pa..."ucapan Bu Sinta terpotong oleh Daddy Adrian.


"sudahlah Sinta,hentikan tangisan mu itu,seharusnya kita menghibur nya,bukan aku tak peduli,tapi aku mencoba untuk tegar di hadapan nya,dan aku mohon,cobalah untuk jangan menunjukan kesedihan kalian,aku tidak mau menantu ku bersedih berkepanjangan,apa lagi ia sedang mengandung"jelas Daddy Adrian,dengan mata berkaca-kaca, walau bagaimana pun pasti hati nya hancur karna kehilangan anak nya,namun ia mencoba menekan perasaan nya,apa lagi ada putri bungsu nya,yang masih sama merasa kehilangan.


Bahkan sekarang pun putri bungsu nya ini tengah bersandar di dada nya,dengan masih terisak.


Mendengar ucapan Daddy Adrian membuat Bu Sinta menghentikan tangisan nya,ia menghampiri Milka yang sedang pingsan.


Di antara mereka semua tidak ada yang menyadari seseorang yang sedang melihat dan mendengarkan percakapan mereka.


Namun orang itu tidak tau,kalau gerak gerik nya sedang di awasi.


Beberapa menit kemudian,terlihat Milka mengerejap kan mata nya,perlahan mata nya terbuka,ia melihat semua orang berada di kamar nya,ia mencoba untuk bangkit,namun ia di tahan oleh ayah nya pak Rendra.


"sayang,lebih baik kamu tiduran saja,pasti kamu sangat lelah,hmm,lanjutkan tidur mu,kami akan menemani mu di sini"ucap pak Rendra,membuat Milka memeluk ayah nya erat.


"terima kasih,karna sudah mau menemani ku,menghibur ku bahkan kalian sangat memperhatikan ku,terima kasih"ucap Milka dengan lelehan air mata.


"jangan bicara seperti itu nak,karna bagaimana pun,kami akan selalu di sisi mu,dan mendampingi mu,selamanya,bukan kah begitu ma?"ucap pak Rendra sambil melihat ke arah Bu Sinta.


"tentu saja,kami akan selalu bersama mu,bahkan mulai sekarang kami akan tinggal di sini,supaya kami bisa selalu bersama mu"ucap Bu Sinta dengan tersenyum lembut.


Mendengar itu,Milka merasa terharu,karna sekarang ia merasa tak sendiri,dan kedepan nya ia akan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan ini.


"terima kasih semua nya"ucap Milka sambil tersenyum.


Semua orang di sana merasa lega,melihat Milka sudah mulai tersenyum,walau bagaimana pun mereka semua khawatir akan kondisi Milka yang sedang mengandung,bahkan kurang dari 2 bulan lagi akan hadir 3 bayi,dan tentu nya mereka semua sudah menantikan itu.


Dan semoga saja,dengan kehadiran bayi-bayi itu,bisa membuat Milka melupakan kesedihan nya.

__ADS_1


__ADS_2